
"Ahkkk...sudah, ini sesak Jordan..." ucap Dara karena memang ini terasa sangat penuh sekali.
Inti tubuhnya teras dan itu semua terjadi karena hentakan yang dilakukan oleh Jordan terhadapnya.
Dara bukan tidak terbiasa dengan hal seperti ini karena dia tidak ingin munafik bahwa ini adalah pertama kalinya dia melakukan dalam durasi waktu yang sangat lama.
Sungguh, biar tidak habis pikir dengan Jordan yang bisa bermain hingga begitu lama. Bahkan sejak awal mereka bermain hingga saat ini belum sekali pun Jordan sampai pada puncaknya.
Belum ada ledakan di antara mereka hingga membuat darah terasa sesak nafas dan juga lemas. Seluruh tulang-tulangnya seakan lepas dari tempatnya ketika mendapatkan hantaman bertubi-tubi dari Jordan.
"Sebentar lagi sayang..." jawab Jordan.
Dia merasakan kenikmatan yang luar biasa dalam pertempuran mereka ini. Setelah menyandang status duda selama hampir 7 tahun Jordan tidak sekalipun bermain dengan wanita murahan di luar sana.
Kesedihannya atas kehilangan Anisa membuat dirinya tidak berminat dengan wanita manapun. Apalagi wanita murahan dan kini dia sudah menikah dan itu bersama Dara.
Bersama Dara-lah Jordan melampiaskan rasa dahaganya selama 7 tahun ini.
"Tapi aku lelah." imbuh Dara.
Suaranya bahkan sudah semakin mengecil hingga membuat Jordan langsung menambah kecepatan pinggulnya untuk menyelesaikan semua ini agar istrinya bisa tidur dengan tenang.
"Dara...aaahhh...." Jordan melebarkan kedua kaki istrinya hingga membuatnya bisa lebih leluasa untuk menikmati semua itu sampai dia benar-benar sampai di puncaknya.
"Aaahhkkk...Jordan...."
"Dara..." erangan panjang dari keduanya menandakan selesainya pertempuran panas di antara kedua pasangan suami istri yang baru saja resmi menikah hari ini.
Brugh...
Jordan ambruk di atas tubuh Dara setelah menyelesaikan pertempuran panas di antara mereka berdua.
Dara yang masih mengatur nafasnya langsung berkata pada Jordan untuk tidak mendidih tubuhnya karena pria ini sangat berat.
"Aahhh... Jordan, berat." ucap Dara yang merasa sesak ketika di tindih oleh tubuh besar Jordan yang seperti raksasa.
__ADS_1
"Oh, maaf. Tidurlah, aku akan memeluk mu." Jordan menarik tubuh istrinya namun Dara menolaknya karena dia merasa risih dengan keadaan mereka yang tidak menegangkan apapun saat ini.
"Jangan seperti itu, aku malu."
"Kenapa?" tanya Jordan yang merasa aneh karena DR menolaknya dengan sebuah pelukan.
"Kita sangat kotor dan berkeringat. Tolong ambilkan pakaian ku karena aku tidak sanggup untuk berdiri lagi." ujarnya yang meminta bantuan pada sang suami.
Melihat keadaan istrinya yang lemas seperti itu membuat Jordan langsung bangkit dari atas tempat tidur dalam keadaan full naked untuk mengambil pakaian istrinya.
Saat Jordan kembali, Dara sudah tertidur dengan begitu pula dan dari wajahnya juga sangat terlihat sekali jika wanita itu pasti sangat lelah sekali.
"Maaf karena telah membuat mu lelah Dara dan terima kasih karena telah mengizinkan ku untuk menyentuh mu sebelum aku memintanya." ucap Jordan.
Dia mengusap rambut sang istri dan memberikan kecupan di keningnya sebelum Jordan ikut menyusulnya.
Saat dia memakaikan pakaian Dara, Jordan merasa bahwa dirinya kembali di uji dengan pemandangan panas itu. Bagaimana dia tidak di uji jika Jordan melihat bekas kissmark yang di tinggalkannya di tubuh bagian atas sang istri.
"Ahh...menggemakan sekali. Biarkan aku mencubitnya sekali saja." bisik Jordan.
Dia benar-benar melakukan itu dengan mencubit put*Ng dada sang istri karena merasa gemas.
"Hihihi...bahkan kamu tidak merasakannya lagi saat aku melakukan itu." ucap Jordan.
Dia membersihkan tubuh istrinya dengan handuk kecil dan memakaikan piyama tidurnya lalu Jordan ikut menyusul sang istri yang sudah terlelap lebih dulu.
Keduanya benar-benar tidur hingga hari berganti dan bahkan matahari saja sudah mulai naik.
Dara sendiri seperti merasa ada yang aneh saat ini.
Seperti ada yang menggelitik di dadanya tapi apa? susah payah dia membuka matanya yang terasa berat dan melihat bahwa ada seseorang yang tengah menikmati bagian dadanya saat ini.
Awalnya Dara ingin menjerit, namun saat dia mengetahui bahwa itu adalah suaminya, dia langsung bertanya apa yang di lakukan pria itu padanya.
Namun belum sempat Data bertanya, dia sudah mendesah lebih dulu hingga membuat Jordan yang tengah menghisap dan menjilat put*Ng dadanya membuat pria itu langsung melihat ke atas dan ternyata istrinya sudah bangun.
__ADS_1
Melihat reaksi Dara yang merasakan kenikmatan itu membuat Jordan semakin mempermainkan wanita itu hingga membuat Dara kembali mendesah.
"Aahhh... Jordan..." desah Dara ketika merasa bahwa bagian dadanya di permainkan dengan begitu nikmat.
Permainan Jordan memang sangat luar biasa dan bule itu memang tahan lama sekali.
"Mendesah Dara, mendesahlah sayang..." bisik Jordan di telinga sang istri.
Dia ingin mendengar dengan jelas bagaimana ******* nakal istrinya.
Tadi malam dia sudah mendengarnya namun itu dalam pengaruh obat perangsang yang di berikan maminya maka pagi ini Jordan ingin mendengarnya secara sadar.
"Aahhh...Jordan...lebih dalam lagi." pinta Dara pada Jordan.
Dia meminta pada suaminya untuk melakukan itu lebih dalam lagi karena dia menginginkan lebih dari itu semua.
" Eemmmphhh...Jordan..." Dara meremas rambut suaminya karena dia merasakan kenikmatan yang luar biasa.
Apalagi saya merasa bahwa sebelah tangan suaminya mulai berjalan ke bawah dan sampai di daerah rawan bencana miliknya.
"Aahh..." Dada membusungkan dadanya saat merasa jari-jari Jordan mulai menggelitik di bagian bawah miliknya dan memperingan benda kecil di sana.
"Aahhh...Jordan...lebih cepat lagi." pinta Dara karena dia tau bahwa sebentar lagi dia akan mendapatkan puncak pertamanya dari permainan panas suaminya pagi ini.
Jordan melakukannya hingga membuat sang istri terus saja mendesah karena sebentar lagi wanita itu akan mendapatkan puncaknya.
Tepat saat Dara hendak melesak, Jordan langsung memasukan batangan besar miliknya hingga membuat Dara langsung menjerit ketika milik suaminya masuk dengan sempurna di dalam sana.
"Aahhhhkkk..." Dara berteriak dengan kencang ketika merasakan tusukan itu hingga sampai di ujung terdalam miliknya.
Jeritan dari suara Dara terdengar sampai ke luar pintu kamar hotel milik mereka dan karena hal itu pula mami Sofia langsung menutup telinga cucunya karena dia tidak ingin Lucas mendengar apa yang terjadi di dalam sana.
"Oma, memangnya apa yang terjadi? kenapa telinga Lucas di tutup seperti ini?" tanya bocah tampan itu yang merasa aneh dengan Oma-nya yang menutup kedua telinganya.
"Tidak Ada. Sepertinya mami dan papi kamu belum bangun sayang. Jadi kita sarapan lebih dulu saja."
__ADS_1
"Tapi ini sudah siang Oma. Kenapa mami dan papi belum bangun?" tanya Lucas.
"Sudahlah mami dan papi pasti lelah. Jadi kita biarkan saja merek tidur oke."