
Setelah kakaknya pergi, kini gantian mom Veni yang mendatanginya. Wanita yang telah membesarkannya sejak kecil hingga dewasa seperti ini adalah mom Veni. Wanita yang bahkan tidak pernah meninggikan suaranya sedikitpun padanya. Semakin ke sini, Jeff merasa bahwa dia takut kehilangan sosok itu. Entah bagaimana hidupnya jika tidak dibesarkan oleh Mom Veni. Mungkin dia tidak akan pernah bisa bertemu dengan Laura dan merasakan semua ini.
"Mom bisa masuk?" tanya mom Veni saat membuka pintu kamar Jeff.
"Hem," jawabnya dengan datar. Jeff adalah tipe laki-laki yang sangat sulit mengungkapkan perasaannya. Dia tidak mewarisi darah dad Erlan sedikitpun yang memiliki bibir semanis gula dan kata-katanya bahkan lebih manis dari madu.
Mom Veni duduk di sofa tempat di mana Jeff sedang belajar. Mom Veni di atas sofa dan Jeff duduk di lantai beralaskan karpet bulu di kamarnya. Tangan lembut mom Veni membelai kepala Jeff hingga membuat anak laki-lakinya itu merasa nyaman. Kepalanya masih berdenyut setelah bertengkar dengan kakaknya tadi dan karena itu pula mom Veni datang menghampiri Jeff.
__ADS_1
"Jeff," panggil mom Veni dengan suara lembutnya karena di tau jika saat ini putranya itu sedang merasa kesal karena ulah Johny yang semakin Jeff dewasa dia semakin menganggapnya saingan untuk mendapatkan harta warisan dari Daddy mereka.
"Ya mom?" jawab Jeff yang sedang menikmati pijatan lembut di kepalanya. Mom Veni benar-benar bisa membuatnya merasa nyaman dan tenang. Walau bukan ibu kandungnya dia bisa merasakan kasih sayang yang luar bias sekali dari wanita itu.
"Apa pun ya kakak kamu katakan jangan pernah menganggapnya serius. Dia mengatakan hal seperti itu karena dia terlalu cemburu dengan kamu. Jangan pernah membencinya dengan apa yang telah dia lakukan terhadap kamu karena sebagai manusia kita harus saling memaafkan bukan?" terdengar helaan nafas berat dari Jeff yang membuat mom Veni sebagai ibu merasakan bagaimana perasaan anaknya saat ini.
"Kamu tidak bisa mengalah dan membiarkan kakak kamu begitu saja menguasai apa yang daddy kamu miliki. Kalian anak-anak Daddy dan mom sudah mengatakannya bahwa harus membaginya dengan rata. Tidak ada yang harus diirikan nantinya. Kamu dan Johny memiliki hak yang sama! Kamu tidak boleh mengalah begitu saja pada Johny. Mom tidak mengatakan bahwa dia itu licik, tapi ibunya selalu hanya berusaha untuk mengambil apa yang mom miliki sejak dulu. Johny dan ibunya selalu berusaha untuk merebut segalanya. Mom harap kamu bisa mempertahankan apa yang kamu miliki. Kamu berhak atas semua ini sayang. Jika tidak untuk diri kamu sendiri setidaknya pikirkan untuk masa depan kamu dan keluarga kamu. Kamu sudah yakin bahwa kamu akan memilih Laura untuk menjadi pendamping di masa depan, itu artinya kamu juga harus memiliki harta untuk menghidupi mereka walau mungkin jika kamu tidak memiliki harta sama sekali keluarga kalian akan tetap hidup karena keluarga Laura itu bergelimang harta. Setidaknya kamu memiliki usaha kamu sendiri untuk membahagiakan keluarga kamu. Bukan dari orang lain!" Jeff memikirkan apa yang mom Veni jelaskan. Benar apa yang mom Veni katakan, tidak mungkin di masa depan nanti dia akan menumpang hidup pada keluarga istrinya. Setidaknya dia tidak akan membiarkan keluarganya kelaparan karena dia harus memiliki hartanya sendiri.
__ADS_1
"Besok ada rapat dewan direksi dan kita semua harus hadir. Besok Daddy akan membacakan saham miliknya. Kalian harus datang dan mendengarnya secara langsung. Mom minta apa pun yang terjadi besok kamu tidak boleh mengalah dengan Johny. Besok ibunya juga akan datang untuk mendengar pembacaan tersebut karena dia juga akan mendapatkan sebagian dari apa yang Daddy miliki. Daddy akan membagikan aset miliknya pada kalian semua, termasuk pada ibu kamu. Entah di mana dia sekarang tapi yang pasti Daddy sudah mengetahuinya. Kemungkinan juga ibu kamu akan datang besok dan kamu harus kuat menghadapinya. Mom yakin kamu bisa menghadapi semua ini sayang," jantung Jeff seperti di hantam batu besar ketika mengetahui bahwa ibunya juga akan datang menghadiri acara tersebut. Entah siap atau tidak dirinya, tapi yang pasti dia harus siap untuk itu.
"Mom tidak pernah melarang kamu untuk bertemu dengan ibu kamu sendiri. Tapi tolong, jika dia sudah berubah dan kapan memutuskan untuk tinggal bersamanya, jangan pernah melupakan mom sayang. Mom benar-benar sangat menyayangi kamu dan mom harap kamu bisa bersikap adil nantinya." yang tadinya dia memunggungi mom Veni kini dia malah berbalik arah dan memeluk wanita itu. Dia membenamkan wajahnya di perut sang mommy karena untuk pertama kinya Jeff merasa ketakutan dalam hidupnya. Dia takut di tinggalkan oleh mom Veni karena di tahu jika setelah ini mom Veni akan kembali ke Singapura dan memilih menetap di sana bersama Daddy-nya setelah kakaknya menikah.
"Tidak! Jeff tidak akan melupakan mom begitu saja. Jika pun dia berubah Jeff tidak akan mau tinggal dengannya. Jeff akan tinggal bersama mom saja. Kemana pun mom pergi Jeff akan ikut bersama mom." ucapnya dengan tegas hingga membuat mom Veni merasa sangat bahagia sekali. Setelah 17 tahun dis membesarkan Jeff dengan kedua tangannya, akhirnya dia mendapatkan pelukan yang begitu hangat dan tulus dari Jeff. Dia benar-benar tidak menyangka jika Jeff lebih memilih tinggal dan hidup bersamanya.
"Terima kasih karena telah memilih mom sayang, terima kasih karena telah mencintai wanita cacat ini nak. Terim kasih karena telah bersama mom," ucap mom Veni dengan berlinang air mata. Sedangkan dad Erlan sendiri merasa bahwa dirinya adalah pria paling buruk di dunia ini. Dia mengabaikan cinta istrinya dan malah bersenang-senang dengan dunia di luar sana hanya untuk memuaskan hasratnya. Awalnya dia melakukan semua ini hanya untuk mendapatkan keturunan saja, tapi akhirnya dia merasa nyaman dan ketagihan berhubungan dengan banyak wanita di luar sana hingga hadirlah Johny dsn juga Jeff dalam kehidupan mereka.
__ADS_1