Di Cerai Karena Lumpuh

Di Cerai Karena Lumpuh
Tragedi


__ADS_3

Pyar...


Tangan Daa bergetar hebat ketika dia baru saja menjatuhkan gelas minum miliknya yang masih dipegangnya tadi. Entah mengapa tiba-tiba saja perasaannya tidak menentu saat ini.


Apalagi ketika Mami Sofia datang padanya untuk bertanya tentang apa yang terjadi padanya hingga bisa seperti ini. Hari Dara semakin dirundung kegelisahan ketika melihat wajah ibu mertuanya yang begitu panik.


"Dara, kamu baik-baik saja sayang?"tanya mami Sofia ketika melihat menantunya terdiam seperti itu dengan tangan yang bergetar hebat.


Dara melihat ke arah mertuanya dan tiba-tiba saja air matanya mengalir dengan deras saat dia memikirkan Jordan saat ini.


"Mi, Jordan mu," ucapnya dengan suara yang bergetar. Kedua tangannya masih bergetar dengan memegangi dadanya yang terasa mulai sesak.


Mami Sofia membawa Dara untuk duduk di sofa dan dia meminta pelayan untuk membersihkan pecahan gelas Dara dan dia mencoba untuk menenangkannya.


"Sayang, kamu kenapa? katakan pada mami apa yang kamu rasakan saat ini." ucap Mami Sofia pada menantunya itu ketika dia melihat bahwa keadaan menantunya saat ini sedang tidak baik-baik saja.


"Jordan mi, tolong hubungi suami Dara. Tanyakan di mana keberadaannya saat ini dan suruh pulang lebih awal mi, Dara benar-benar tidak tenang saat ini." ucapnya pada sang mania mertua. Entah mengapa perasaannya semakin dihantui dengan ketakutan apalagi tiba-tiba saja bayangan kecelakaan sudah berada di depan matanya saat ini. Pikirannya terus ini tertuju pada suaminya yang entah mereka di mana.


Dara takut dengan apa yang dipikirkannya saat ini dan dia takut semua itu terjadi pada suaminya.


"Oke, kamu tenang dulu ya kita akan hubungi Jordan. William pasti tahu di mana keberadaannya karena mereka berdua selalu bersama." Dara menganggukkan kepalanya dan membiarkan ibu mertuanya itu menghubungi suaminya.


Bolehkah jika dia berharap bahwa suaminya baik-baik saja dan tidak terjadi sesuatu apapun?


"Tuhan, lindungi di manapun suamiku berada Tuhan. Aku jangan biarkan bahaya menghampirinya." ucap Dara dalam hatinya.


"Gimana mi?" tanya Dara lagi saat melihat mertuanya yang tidak bisa menghubungi William maupun Jordan.


"Keduanya tidak bisa di hubungi. Mungkin mereka sedang di jalan atau sedang meeting."

__ADS_1


"Tapi bukankah mereka mengatakan bahwa mereka sudah dalam perjalanan pulang tadi? ayah pulang malam ini kita akan pergi ke rumah Sarah untuk membicarakan perihal lamaran dirinya dan juga William. Tolong mi, tolong hubungi mereka lagi." pinta Dara pada ibu mertuanya. Dia terus saja meminta Mami Sofia untuk menghubungi Jordan ataupun William karena dia merasa khawatir dengan keadaan keduanya terutama pada suaminya sendiri.


"Kamu tenang dulu sayang, yakinlah bahwa mereka baik-baik saja." ucap Mami Sofia pada menantunya itu. Dia juga terus berusaha untuk meyakinkan Dara bahwa Jordan dan William baik-baik saja walau pada kenyataannya perasaannya sendiri pun merasa ketakutan saat ini. Entah mengapa dia juga terpikir yang sama dengan Dara.


Saat Dara mulai tenang, tiba-tiba saja ponsel Mami Sofia kembali berdering dan itu panggilan masuk dari William.


Tanpa menunggu waktu lama lagi mami Sofia langsung mengangkat panggilan telepon dari William dan menjawabnya.


"Halo, William. Kamu di mana nak? Jordan di mana? bukankah kita akan melamar Sarah?" tanya Mami Sofia yang langsung memberondong William dengan pertanyaan seperti itu.


Dia benar-benar penasaran dengan apa yang dilakukan kedua anaknya itu di luar sana hingga saat ini belum juga pulang ke rumah.


"Jordan dan William berada di rumah sakit Nyonya. Mereka kecelakaan."


Deg!


"Mami, mereka kenapa mi?" tanya Dara yang semakin panik dengan keadaan saat ini. Entah mengapa pikiran buruk semakin menghantuinya saat ini dan bagian bawah perutnya juga kram.


"Dara, kamu tenang sayang. Mereka baik-baik saja, sekarang kita ke rumah sakit oke." Mami Sofia berusaha untuk tetap waras demi menantunya yang sedang mengandung ini. Dia takut jika terjadi sesuatu dengan Dara hingga menyebabkan sesuatu yang tidak mereka inginkan nantinya.


"Mami, katakan sama Dara apa yang terjadi mi, mereka kenapa dan Jordan-ahkk..." Dara meremas bagian perutnya yang semakin terasa sakit dan kram.


Mami Sofia langsung panik ketika melihat menantunya itu kesakitan dan betapa kagetnya Mami Sofia ketika melihat ada darah yang mengalir di kedua paha menantunya saat ini.


"Dara! kamu berdarah sayang." Mami Sofia semakin panik ketika melihat wajah menantunya sudah pucat.


Apalagi ketika dia melihat darah yang semakin banyak keluar dari inti tubuh Dara yang terus mengalir di kedua kakinya.


"Pak Imam, siapapun tolong. Tolong bawa Dara ke rumah sakit." teriak Mami Sofia yang meminta bantuan pada semua orang yang ada di rumah ini.

__ADS_1


Setidaknya dia tau bahwa mereka pasti membantu dan benar saja, ketika mendengar teriakan dari nyonya besar mereka semua langsung datang menghampirinya.


"Sakit mi,"


"Tolong bawa Dara ke rumah sakit segara. Siapkan mobilnya Pak Imam." pinta Mami Sofia dan mereka semua bergotong royong untuk membantu Dara.


Kepanikan mengisi rumah besar tersebut tanpa mereka memikirkan Lucas yang masih berada di kamarnya saat ini.


Sementara William dan Jordan sendiri, mereka benar-benar di rumah sakit akibat kecelakaan tadi karena ada sebuah mobil yang tidak sengaja menyerempet keduanya.


Lagi pula yang menjawab panggilan telepon dari Mami Sofia tadi juga Sarah karena dia yang hendak pulang ke rumah setelah selesai bekerja langsung kaget ketika melihat ada pasien kecelakaan dan ternyata William bersama Jordan yang kecelakaan.


Seperti saat ini, Sarah masih menatap datar pada William yang tidak berani melihat ke arahnya saat ini. Entah mengapa rasanya William menjadi takut menghadapi Sarah yang seperti ini.


"Sa-rah,"


"Bagaimana bisa kalian kecelakaan seperti ini? lihat, tangan kamu sekarang di gips akibat terkilir. Lali lihat ini, kepala luka dan astaga aku benar-benar tidak bisa mengatakan apapun lagi. Lihat, bahkan saat ini ibunya Jordan pasti sudah panik karena ulah kalian berdua." ucap Sarah yang tidak habis pikir dengan William saat ini.


Jordan memiliki luka yang lebih parah karena mengalami patah tulang tangan bagian kanannya.


Entah bagaimana cara Sarah menjelaskan pada mereka ini bahwa itu bahaya. Sangat bahaya menurut Sarah.


"Kamu juga tidak tahu. Tiba-tiba saja mobil datang menyerempet kami dan beruntungnya dia mau tanggung jawab."


"Masalahnya kenapa tidak memakai helm saat mengendarai sepeda motor? sebenarnya apa yang kalian lakukan di luar sana hingga bisa seperti ini?" tanya Sarah yang masih tidak habis pikir dengan kedua pria ini.


Saat Sarah terus saja mengomel, tiba-tiba saja William mengeluarkan kotak berwarna biru langit itu dari kantung celananya.


Betapa kagetnya Sarah ketika melihat apa yang pria itu keluarkan dari saku celananya.

__ADS_1


__ADS_2