Di Cerai Karena Lumpuh

Di Cerai Karena Lumpuh
S2. Anak Manja


__ADS_3

"Mami...Papi..." teriak Laura ketika dia pulang dari sekolahnya.


Laura, anak manja yang menjadi kesayangan banyak orang sudah berubah menjadi gadis remaja yang cantik dan menjadi gadis populer di sekolahnya.


Melihat dan mendengar teriakan dari putrinya seperti itu membuat Jordan dan istrinya hanya bisa pasrah saja karena pastinya ada hal yang terjadi lagi di luar sana.


Entah udah mana lagi yang ditolak oleh putrinya ini hingga membuat Marcel harus menjadi tumbalnya karena menjaga gadis cantik itu.


"Ada apa lagi Laura? apalagi yang terjadi di luar sana hingga membuat kamu pulang dengan berteriak seperti ini?" tanya Jordan ketika melihat tubuhnya di atas sofa saat ini bersama mereka.


Benar, tak lama setelah Laura masuk Marcel juga masuk ke rumah, dengan raut wajah kusut miliknya. Jika Marcel sudah pulang dengan raut wajahku seperti ini itu artinya ada sesuatu yang terjadi di luar sana dan itu karena ulah Laura sendiri.


"Ada apalagi ini Marcel? katakan pada mami apa yang terjadi di luar sana."


"Laura membuat Marcel malu karena dia mendapatkan nilai 4. Guru matematika memarahi Marcel karena Laura sendiri mendapatkan nilai 4 sementara Marcel mendapatkan nilai 9,5. Guru di sekolah menyalahkan Marcel yang tidak mengajari Laura di rumah, padahal Laura saja yang terlalu bebal dan malas." jawab Marcel apa adanya dan itu membuat Laura si gadis cantik itu menjadi kesal pada saudara sepupunya.


"Kenapa aku yang di salahkan? bukankah aku sudah mengatakannya padamu untuk mengajariku, tapi kamu saja yang tidak mau mengajarinya." jawab Laura dengan berakting.


Dia tidak ingin di salahkan oleh keluarganya, maka dari itu dia harus bisa melakukan semua ini dan mengatakan pada keluarganya jika Marcel yang tidak ingin mengajarinya. Tapi keluarganya tidak semudah itu untuk di tipu olehnya, karena memang mereka juga mengetahui bagaimana gadis kesayangan mereka ini.


"Mi, Marcel tidak pernah mengatakan hal seperti itu padanya. Mami tahu sendiri bukan jikalau orang memang susah untuk diajari? maka sejak kecil pun dia selalu mendapat nilai di bawah rata-rata karena dia itu malas. Dis akan mau belajar jika di rumah ada kak Lucas, tapi jika kakak tidak ada di rumah maka dia juga tidak akan mau belajar dan jika pun dan dia mau belajar itu hanya kebetulan saja." jawab Marcel pada kedua orang tuanya Laura karena memang seperti itulah kenyataannya bahwa bukan dia yang tidak ingin mengajari Laura tapi memang dasarnya Laura saja yang tidak bisa diajari dengan benar.

__ADS_1


Mendengar jawaban dari Marcel membuat Laura kesal dan dia ingin kembali membantunya karena dia tidak ingin disalahkan lagi. Namun, udah nggak menjawab Marcel tiba-tiba saja orang yang paling ditakutinya di rumah ini pulang setelah seminggu berada di luar negeri menjalani kunjungan bisnisnya.


"Siapa yang tidak bisa diajari?"


Deg!


Jantung Laura berdasarkan yang seperti mengikuti perlombaan maraton. Dia benar-benar tidak bisa bernapas dengan tenang setelah ini karena kakaknya sudah pulang.


"Astaga, apa yang harus aku lakukan saat ini? kakak sudah pulang lalu bagaimana dengan ku nanti?" ucap Laura dalam hatinya karena dia takut menghadapi kakaknya saat ini.


Bahkan hanya untuk sekedar menaikkan wajahnya saja dan menata pria itu saja pun sudah tidak berani, karena Lucas adalah pria yang paling ditakuti dan di rumah ini bahkan dengan papinya saja pun dia tidak takut sama sekali.


Melihat adik perempuannya yang diam seperti itu membuat Lucas mengerti bahwa yang bersalah di sini adalah adik perempuannya.


Jika sudah seperti ini Laura tidak berani mengatakan apapun lagi. Dia benar-benar sudah tamat saat ini dan tidak bisa melakukan apapun lagi, bisa pasrah dan mengikuti apa yang kakaknya katakan.


"Iya," jawabnya dengan lemas.


Sementara Marcel sendiri, dia ingin tertawa ketika melihat wajah ketakutan Laura seperti itu tapi dia tidak setega itu untuk melakukannya.


"Habislah kau Laura," bisik Marcell diterima saudari perempuannya itu.

__ADS_1


Dia langsung berpamitan pada mami dan papinya setelah mengatakan hal tersebut pada Laura. Marcel tau jika kakak mereka sudah pulang, maka jangan harap dia bisa menolong Laura karena nantinya Laura akan di hajar habis-habisan oleh kakak mereka karena memang seperti itulah yang terjadi sebenarnya.


"Lucas pamit untuk membersihkan diri dulu Mi, Pi dan untuk Laura, istirahat sebelum kamu menyelesaikan semua soal yang harus kamu kerjakan nanti."


"Iya kak," jawabnya dengan pasrah karena dia hanya bisa mengatakan hal seperti itu saja. Tidak ada yang bisa Laura lakukan saat ini selain pasrah dan menurut pada kakaknya.


Jika menolak pun percuma saja karena memang tidak melakukan apapun saat ini.


Setelah kepergian kakaknya, Laura langsung memperlihatkan wajah tidak berdayanya pada mami dan papinya namun mereka berdua tetap tidak bisa menolongnya.


"Papi tidak bisa menolongnya sayang. Kamu tau sendiri bukan seperti apa kakak kamu itu?" terlihat Laura menghembuskan nafasnya dengan berat hati karena memang tidak ada yang bisa dilakukannya lagi saat ini.


Kini Laura kembali menatap ke arah sang mami, namun tetap saja mami Dara tidak bisa membantunya juga.


"Jadi Laura meminta bantuan siapa? kakak akan sangat mengerikan jika dia mengajari Laura." adunya dengan manja karena dia takut jika harus berurusan dengan kakaknya itu.


"Kamu sendiri yang salah sayang. Jika saja kamu bisa belajar dengan baik bersama Marcel, kamu tidak akan mendapatkan nilai 4 dan kamu juga tidak akan berurusan kakak kamu. Jika sudah begini baru kamu menyesalinya dan bingung harus melakukan apa. Sementara mami dan papi juga tidak tau harus melakukan apa saat ini. Jadi, pergi mandi dan makan siang, lalu istirahat sebelum kamu berperang nanti mapak dengan kakak kamu." ujar Dara yang membuat putrinya itu semakin tidak bersemangat lagi.


"Lagi pula kenapa kakak harus tinggal disini sih? bukannya biasanya pria dewasa itu tinggal di apartemen sendirian ya? kenapa harus tinggal di rumah?"


"Karena kakak kamu selalu ingat akan pesan Oma, bahwa dia tidak boleh pergi dari rumah ini begitu juga dengan Papa dan Mama Marcel. Itu adalah pesan terakhir dari Oma yang harus kita lakukan hingga saat nanti. Jadi ayo sudahi ini semua dan kita harus istirahat."

__ADS_1


"Aahhh...sudahlah." desahnya dengan kesal hingga membuat kedua orang tuanya hanya bisa tersenyum saja melihat tingkah laku putri mereka yang menggemaskan seperti itu.


Laura itu bukan bodoh, hanya saja dia ini malas belajar. Buktinya jika sudah kepepet dan berurusan Lucas, otaknya bisa langsung berjalan dengan begitu baik.


__ADS_2