
Laura terus saja mengejar Jeff karena dia ingin mengajak pria itu menjadi salah satu pengisi acara di pentas ini nanti. Tapi, Jeff menolaknya karena dia tidak ingin tampil di depan banyak orang.
Seperti saat ini, Laura bahkan mendatangi Jeff yang berada di taman sekolah bersama teman-temannya yang lain.
"Woi, bidadari lu datang tuh, kali aja ngajak ngedate." ucap salah satu teman Jeff ketika melihat Laura yang datang menghampiri ke arah mereka. Sedangkan Jeff sendiri hanya menatap biasa pada gadis yang semakin dekat ke arahnya saat ini.
"Bisa kita bicara?" tanya Laura ketika dia sudah sampai di depan pria itu. Jeff sendiri hanya diam dan menatap ke arah Laura ketika teman-temannya langsung pergi meninggalkan mereka berdua saat ini. Setelah lihat teman-temannya pergi barulah di situ Laura bicara lagi dengan Jeff.
"Apa? rasanya seperti terbalik bukan? kemarin lagi berusaha mengejarmu dan mendatangimu, lalu sekarang kamu bahkan datang padaku tanpa aku yang mencarinya," ucap Jeff pada Laura hingga membuatnya cemberut dan ingin mengumpat saat itu juga. Tapi Laura berusaha untuk menahan egonya, karena dia harus bisa menahan itu semua demi keberlangsungan acara pentas seni nantinya.
"Aku datang ke sini bukan untuk membicarakan hal yang lain karena ada yang urusan yang jauh lebih penting lagi. Sekarang ayo ikut!" Laura menarik lengan Jeff begitu saja dan membawanya gerbang musik. Sepanjang perjalanan dari taman sekolah ke ruangan musik Laura dan Jeff menjadi pusat perhatian banyak orang apalagi Stevan yang menatap untuk permusuhan ke arah rivalnya kemarin. Dia terlihat sangat dekat sekali dengan Jeff, dan karena itu pula Stevan menjadi marah. Apalagi teman-temannya terus saja memberi masukan jahat padanya. Sungguh, itu membuatnya merasa sangat kesal.
"Gas lah samperin, tapi jangan adu jotos lagi Lu. Masalah nanti, cukup Lo liat aja deh." ucap salah satu temannya. Karena dapatkan dorongan dari teman-temannya akhirnya Stevan memilih untuk pergi menyusul Laura dan Jeff.
Saat dia sampai di sana, Stevan harus melihat bagaimana interaksi antar keduanya sampai mereka melihat ke arah Stevan.
__ADS_1
"Jika hanya untuk bermain musik, aku juga bisa bermain drum." ucapnya tiba-tiba mendengar perdebatan di antara kedua manusia itu. Laura dan Jeff terus saja perdebatan tentang pertunjukan musik.
"Nah, dia bisa melakukan hal selalu kenapa terus memaksaku seperti ini?! jika pun aku bisa bermain musik aku tidak akan mau tampil di depan banyak orang." jawab Jeff dengan ketus karena dia memang tidak ingin tampil di depan banyak orang.
Karena sudah terlalu kesal dan hampir habis kesabaran akhirnya Laura mengeluarkan jurus terakhirnya dan jika Jeff tidak mau juga maka habislah sudah. Dia akan mencari orang lain saja, tapi sangat berharap jika Jeff lah yang mau mengisi acara tersebut karena dia sudah mendengar langsung bagaimana suara laki-laki itu.
"Baik, jika kau mau menjadi pengisi acara musiknya nanti, aku akan menuruti apa pun keinginanmu dalam satu hari, tapi dalam tahap wajar dan masuk aka,"
"Deal!" jawab Jeff dengan seringai iblis di wajahnya. Akhirnya dia bisa mewujudkan keinginannya untuk menjebak gadis itu hingga mau menuruti apa pun keinginannya selama satu hari. Sedangkan Stevan yang mendengar hal itu langsung terlihat kesal dan marah. Dia merasa tidak terima dengan perlakuan Laura yang seperti pilih kasih.
"Lalu aku?" tanya Stevan.
"Kau bilang kau bisa bernyanyi, lalu apa yang ingin kau nyanyikan?" tanya Jeff pada Laura, dia tidak tau harus menyanyikan lagu apa untuk mereka persembahkan nantinya sampai salah satu teman Jeff mengatakan untuk menyanyikan salah satu lagu BTS yang terkenal itu. Apalagi anak-anak sekolah mereka dan sekolah lain banyak yang menjadi fans beratnya BTS yang terbentuk menjadi Army, jadi musik mereka bisa saja di mainkan dengan begitu indah nantinya.
"Life goes on versi Agust D, atau Suga, bagaimana?" tanya Laura karena dia memang sangat menyukai lagi tersebut hingga membuat Jeff langsung setuju begitu saja.
"Kau setuju tidak?" tanya Jerry pada Stevan yang terlihat tidak menyukai hal itu.
__ADS_1
"Bagaimana?" tanya Laura lagi untuk memastikannya.
"Terserah!" jawabnya ketus dan semuanya selesai. Mereka semua sudah setuju dengan semua itu.
Mereka pergi ke kantin dan Laura mulai berteman baik dengan anak musik dan bahkan mereka terlihat mulai akrab saat ini sampai marcel datang ke meja mereka untuk bergabung.
"Waw, sih cerdas ikut bergabung di sini," ucap Jeff ketika melihat Marcel yang datang ke meja mereka.
"Ahh...sakit!" teriak Jeff ketika merasa pahanya di cubit oleh Laura hingga terasa panas dan perih saat itu juga.
"Bibirmu itu tidak bisa di kondisikan dengan baik. Seharusnya kau bangga anak tidak masuk 10 besar seperti mu bisa berteman dengan anak peringkat satu di sekolah, jadi diam dan tutup mulutmu itu!" Mereka mulai menyantap menu makan siang mereka sedangkan Stevan terus saja merasa kesal karena dia merasa bahwa Laura terus saja sibuk dengan Jeff dan teman-temannya sedangkan dia tidak.
Karena tidak tahan dengan semua itu akhirnya Stevan memilih pergi meninggalkan meja tersebut dan itu membuat Laura menatap heran padanya.
"Eh, dia kenapa?" tanya Laura pada teman barunya ketika melihat Stevan yang pergi meninggalkan mereka begitu saja.
"Dia cemburu karena sejak tadi kamu tidak mengajaknya bicara dan malas sibuk dengan kami semua. Kamu tau, jika tidak mana mungkin dia bertengkar denganku dan bertarung habis-habisan. Tapi jika dipikir-pikir rasanya aku ingin membalas perlakuan buruknya terhadapku karena lima lawan satu itu menurutku tidak masuk akal. Jadi-"
__ADS_1
"Aku sudah bilang diam dan tutup mulutmu! makan saja makananmu dan habiskan. Ingat, jangan terlalu sering minum es dan makan berminyak sebelum pentas. Aku tidak ingin suaramu buruk nantinya hingga membuat sekolah kita malu."
"Baik, sesuai janjimu dan kamu tidak bisa menolaknya nanti. Apa aku perlu membuatkan hitam di atas putih dan kamu harus menandatanganinya dengan materai 10.000. Setuju tidak?" Marcel hanya bisa menggelengkan kepalanya saja melihat interaksi kedua orang itu. Entah apa saja mereka bahas dan itu membuatnya merasa muak dan terganggu. Tapi bagaimana lagi, dia yang datang ke meja ini maka dia harus menerima semua konsekuensinya dan inilah yang harus dihadapi.