
" Di mana Dara?" Tanya seorang pria yang menurut mereka para pekerja bangunan itu tidak sopan.
Dia datang ke rumah ini tanpa permisi namun tiba-tiba sudah menanyakan di mana keberadaan Dara pemilik rumah ini.
Antoni, pria itu tiba-tiba saja datang ke rumah Eni dan mencari keributan. Entah mengapa dia semakin merasa kalah karena kehidupan mantan istrinya terlihat jauh lebih membaik daripada saat bersama dirinya.
Tidak sampai di situ, bahkan pria sombong itu dengan angkuhnya.
" Maaf, anda mencari siapa?" Tanya Mandor bangunan yang bertugas untuk membangun rumah Dara.
" Aku mencari Dara. Kemana dia pindah? lalu kenapa rumahnya di jual." Tanya Antoni lagi.
Dia berpikir bahwa rumah mantan mertuanya ini dijual. Dia pikir juga Dara yang menjualnya untuk pindah bersama pria bule itu.
" Di jual? mungkin anda salah karena rumah ini tidak dijual sama sekali. Anda harus mengetahui bahwa pak Jordan membeli 3 blok perumahan di samping rumah ini untuk dijadikan satu dan dibangun ulang. Dia membeli 3 rumah ini karena dia merasa kesusahan untuk masuk ke rumah Mbak Dara untuk memarkirkan mobilnya." Jawaban dari mandor bangunan tadi membuat Antoni merasa tertampar dengan kenyataannya.
Mendengar bahwa Jordan membeli 3 blok untuk Dara membuatnya semakin tidak bisa menerimanya.
" Katakan pada bos kalian yang sombong itu bahwa aku ingin bertemu dengannya. Aku ingin dia tau bahwa rumah ini aku juga memiliki hak di atasnya karena aku yang merenovasi beberapa tempat di dalamnya." Ucap Antoni masih dengan nada sombongnya.
Dia merasa bahwa Dara tidak boleh lebih bahagia saat bersamanya karena dia tidak bisa mengejek wanita itu nanti.
Jika Dara lebih di atasnya maka dirinya lah yang akan menjadi bahan ejekan nantinya.
" Tapi kami tidak bisa sembarangan menghubungi pak Jordan. Beliau orang sibuk jadi kami--" Antoni yang tidak sabar langsung menarik kerah kaos pria yang bicara dengannya itu.
__ADS_1
Saat Antoni hendak memukulnya, tiba-tiba saja ada lengan kekar yang menahannya dan lengan itu juga di penuhi dengan tato.
Betapa kagetnya Antoni saat melihat siapa yang menahan tangannya.
" Kenapa, apakah kau kaget melihat kedatanganku di sini? bukankah tadi kau ingin bertemu denganku? lalu kenapa diam saja?" Tanya Jordan.
Dengan cepat lengan kekarnya melepaskan cengkraman Antoni yang memegang baju pekerjanya.
" Kembali bekerja."
" Siap pak." Mandor tadi kembali bekerja dengan mengatur para pekerjanya.
Dia masih sayang dengan nyawanya dan juga masih ada anak-anaknya yang membutuhkan nafkah darinya maka dia tidak mungkin melakukan hal itu bukan? termasuk ikut campur di dalam urusan kedua orang besar tersebut.
" Kenapa diam? tadi dengan begitu beraninya kau bicara bahwa kau juga memiliki hak atas semua ini. Jika memang kamu memiliki hak atas rumah ini katakan berapa jumlah yang harus aku bayarkan. Aku akan membayar mu tiga kali lipat dari uang yang pernah kau berikan di rumah ini." Ucap Jordan dengan raut wajah datar miliknya.
" Aku tidak membutuhkan uang mu."
" Oh ya? lalu kenapa masih belum meminta uang yang pernah kau berikan pada mantan istri mu? suami seperti apa kau ini yang tidak pernah kamu menghargai perjuangannya selama menjadi istri mu?. Terkadang aku merasa miris melihat seorang pria yang mengungkit masa lalu tentang apa yang pernah diberikan kepada seorang wanita. Itu terlihat sangat tidak berguna sekali Bung. Kau ini laki-laki dan kau juga keturunan asli pribumi tanah Nusantara ini. Lalu bagaimana bisa ada pria bajingan seperti mu?" Tanya Jordan yang semakin merobek harga diri Antoni.
Dia datang kesini hanya untuk melihat keadaan Dara setelah perceraian mereka. Lalu kenapa yang dia lihat bahwa wanita itu semakin terlihat bahagia setelah tidak bersamanya.
" Tutup mulut mu! kau harus tau dengan siapa kau bicara." Ucap Antoni.
Sementara Jordan sendiri, dia hanya tersenyum saja untuk itu.
__ADS_1
" Kau yang memulainya lebih dulu lalu kenapa bisa kau yang marah? jika harus ada yang marah di sini maka itu adalah aku. Seharusnya aku lah yang marah di sini dan aku pula yang akan memaki pria seperti mu. Katakan berapa jumlah yang harus aku bayarkan di sini?" Tanya Jordan lagi.
Dia hanya tidak ingin jika pria busuk ini terus menganggu kehidupan Dara. Mereka sudah bercerai dan itu artinya Jordan bebas untuk mendekati Dara dengan status mereka saat ini.
" Kau harus ingat bahwa Dara adalah mantan istri ku."
" Lalu? apa aku juga harus membayar atas diri Dara? jika iya katakan saja berapa nominalnya. Kau bebas mengatakan berapa jumlahnya. Tapi setelah kau menerima uang itu, maka saat itu juga nafas terakhir mu berhembus."
Deg!
Jantung Antoni berdebar kencang saat mendengar ancaman dari Jordan. Kenapa menurutnya pria ini mengerikan sekali?
Apa Jordan ini mafia berkedok pengusaha seperti yang dia ketahui di luar negeri sana?
Jika di lihat dari penampilannya itu sudah menunjukan kebenaran atas pemikirannya saat ini. Namun pada kenyataan yang tidak Antoni ketahui adalah bahwa Jordan itu pribadi yang sangat menyenangkan dan bahkan bisa di bilang sedikit gila dengan kegilaannya memang.
" Sekarang kau tinggal pilih saja, semua pilihan ada di tangan mu jadi, terserah kau ingin yang mana." Ucap Jordan dengan penuh penekanan.
Dia sengaja melakukan hal ini agar Antoni sadar bahwa dia bukan pria sembarangan yang bisa dipermainkan olehnya.
" Dasar pria tidak waras." Ujar Antoni sebelum dia pergi meninggalkan Jordan di sana.
Sementara Jordan sendiri, dia tidak merasa keberatan sama sekali dengan apa yang di katakan oleh Antoni.
Jordan memang tidak waras, dan yang membuatnya tidak waras seperti ini adalah Dara. Wanita itu lah yang membuatnya tidak waras dan selalu ingin dekat dengannya.
__ADS_1
" Dara, aku merindukan mu."
Bersambung ❤️