
Weekend day, pagi-pagi sekali Jeff sudah datang ke rumah Laura untuk menjemput gadis itu. Dia akan mengajak orang jalan-jalan hari ini dan mereka akan kembali mengendarai motor. Jika biasanya Jeff akan menggunakan motornya, maka tidak dengan kali ini. Mereka akan mengendarai motornya Laura.
"Are you ready my future wife?"
Blush...
Wajah Laura tersipu malu ketika mendengar apa yang keluar dari bibir Jeff. My future wife, kata-kata itu sangat membekas di hatinya dan membuatnya tidak bisa berkata-kata lagi. Dia merasa bahwa apa yang Jeff katakan itu mewakili seluruh perasaannya dan Laura merasa bahagia ketika mendengar semua itu.
"Kenapa malu? aku baru saja mengatakan future wife kamu sudah merasa malu, lalu bagaimana jika aku mengatakan jika aku mencintaimu. Apa kamu akan pingsan saat itu juga?"
Plak!
__ADS_1
Laura memukul Jeff karena dia merasa kesel dengan godaan yang lakukan padanya. Entah mengapa rasanya kesel saja setiap kali dia menggodanya seperti itu. Terkadang Laura bagaimana bisa dia menyukai laki-laki seperti Jeff. Tapi semua tidak bisa dijawabnya karena dia merasa bahagia dan merasa nyaman serta dilindungi jika bersama Jeff. Laura benar-benar merasakan kenyamanan setiap pagi bersama laki-laki itu maka dia yakin untuk melanjutkan kehidupan yang bersama Jeff.
"Hey, kenapa memukulku seperti itu? aku hanya bertanya apakah kamu sudah siap atau belum. Lalu kenapa memukulku?" tanya Jeff ketika Laura memukulinya. Dia merasa bahwa dia tidak melakukan kesalahan tapi kenapa nggak di sini memukulinya seperti itu?
"Terserah! kamu menyebalkan." Laura pergi meninggalkan Jeff begitu saja dan dia langsung menaiki skuter matic miliknya. Bahkan dia sudah naik di bagian belakang sebelum Jeff naik.
"I love you too," jawab Jeff hingga membuat Laura semakin kesal. Dia mengatakan bahwa Jeff itu menyebalkan bukan i love you seperti apa yang menjadi balasan dari laki-laki itu.
Dia terlihat sangat antusias sekali dan itu membuat Jeff bahagia. Menurutnya membahagiakan Laura itu tidak sesulit dengan apa yang orang lain pikirkan karena hanya dengan hal-hal sederhana seperti ini saja Laura sudah terlihat begitu bahagia padahal jika dibilang dia bisa mendapatkan apapun yang diinginkannya dengan kemampuan dan nama besar keluarganya. Tapi tidak, lara tidak pernah melakukan hal itu sama sekali karena dia tidak pernah membanggakan nama besar keluarganya. Bisa dibilang bahwa Laura menjalani kehidupan yang sangat sederhana karena itu memang keinginannya.
"Apa enak?" tanya Jeff pada Laura, ketika melihat gadis itu begitu bersemangat hanya karena jagung bakar seperti ini saja.
__ADS_1
"Menurutku ini jagung bakar terenak yang pernah aku makan. Selain jagungnya memang enak pemandangannya juga sangat luar biasa menurutku. Dari tempat ketinggian seperti ini kita bisa melihat bangunan-bangunan yang ada di bawah sana. Banyak hal yang bisa kita dapat di sini, dan berpikirlah seberapa tingginya derajatmu di dunia tidak akan berpengaruh apapun di hadapan Tuhan."
"Maksud kamu?" tanya Jeff yang tidak mengerti ke mana arah jalan pembicaraan Laura saat ini. Mereka sedang menikmati jagung bakar bersama lalu bagaimana bisa tiba-tiba dia membicarakan tentang derajat manusia di hadapan Tuhan.
"Kamu tahu, jika mami itu adalah orang yang saat taat pada agama. Bahkan keluargaku tidak pernah mempermasalahkan pernikahan beda agama dan juga salah satu dari mereka yang keluar dari agama. Terdengar berat memang tapi jika kita menjalani semuanya dengan ikhlas maka bisa dipermudah. Pernah mendengar pepatah tentang sebuah kehidupan dan arti kehidupan?" Jeff menggelengkan kepalanya karena dia tidak pernah mendengar hal-hal seperti itu. Dia besar dan tumbuh di Amerika, hanya mom Veni yang diketahuinya walau sesekali bertemu saat dia dewasa dan kembali ke Indonesia baru hubungan mereka semakin dekat.
"Kata mami, seberat apapun kehidupan jangan pernah mengeluh pada orang lain. Jika kamu merasa lelah dengan kehidupan mengadu dan menangislah pada Tuhan. Ceritakan apapun yang kamu rasakan pada Tuhan karena hanya dia yang memiliki jawaban atas kegelisahan dan kegundahanmu. Masalah yang sedang kita hadapi berasal darinya dan dengannya pula kita meminta bantuan dan petunjuk. Kak Dahlia jika pernah bercerita padaku bahwa dalam agama apapun Tuhan itu satu dan Tuhan tidak mungkin menyesatkan umatnya. Setiap orang memiliki kebahagiaan hidupnya masing-masing. Sekarang tergantung bagaimana cara manusia itu menyikapi dan menghadapi masalah yang menghampirinya. Jika kamu sudah menghadapi masalah yang Tuhan berikan itu artinya Tuhan percaya padamu dan Tuhan ingin melihatmu hidup jauh lebih baik dari sebelumnya. Bersabar, itu kunci utama dari segala arah. Kesabaranmu di uji Tuhan karena Tuhan ingin kamu bisa memiliki kehidupan yang jauh lebih baik. Percayalah, jika tuhan tidak mungkin pernah salah memberikan kita cobaan karena dia tahu apa yang terbaik untuk kita. Aku pernah membaca sebuah buku yang di tulis oleh Starla Aurora Borealis. Katanya dia itu istri orang terkaya di London. Ada sebuah kata-kata yang membuat buku itu menjadi buku paling laris dengan segala pembelajaran di dalamnya."
"Apa itu?" tanya Jeff yang penasaran dengan buku yang di ceritakan oleh Laura.
"Percayalah jika tuhan tidak akan pernah salah. Terkadang, apa yang kamu inginkan belum tentu menjadi apa yang kamu butuhkan. Tuhan lebih tau apa yang kamu butuhkan dari apa yang kamu inginkan."
__ADS_1
Laura menceritakan pada Jeff tentang buku itu. Bahkan di sana tertera jelas background dari penulisnya sendiri. "Aku juga membaca buku itu dan membaca background dari penulisnya sendiri. Dia berasal dari keluarga yang sangat buruk dan sangat berantakan. Kehidupannya tidak seindah apa yang orang lain pikirkan tentangnya karena dia begitu banyak mengalami kekerasan dan tekanan batin. Bahkan di dalam buku itu juga dia pernah menceritakan bahwa dia harus bersaing dengan masa lalu dari suaminya. Lebih baik bersaing dengan orang yang masih hidup dari pada masa lalunya. Bijaklah dalam menyikapi masa lalu karena masa lalu bisa menjadi racun dalam kehidupan jika kamu tidak mampu menyaringnya." jelas Laura.