Di Cerai Karena Lumpuh

Di Cerai Karena Lumpuh
Shopping


__ADS_3

Mami siapa yang mengajak calon menantunya untuk pergi shopping dan menghabiskan uang milik Jordan.


Mereka pergi ke pusat perbelanjaan di kota besar ini untuk menghabiskan semua uang-uang milik pria yang selalu saja kepada anggapan bahwa dia itu tampan.


Pria paling narsis sejagat kota dan itu adalah Jordan.


Seperti saat ini, Mami Sofia membentak putranya yang sejak tadi terus saja menghubungi Dara yang tengah asyik menemaninya berbelanja. Lagi pula Mami Sofia mengajak Dara dan Lucas untuk shopping.


" Tidak bisakah kamu bekerja dengan baik dan matikan sambungan telepon ini. Kau tahu Jordan jika kau itu mengganggu." Ucap Mami Sofia karena dia sudah terlanjur kesal dengan putranya.


Sejak mereka pergi dari rumah tadi hingga saat ini sudah terhitung 12 kali Jordan menghubungi Dara dan itu membuat mami Sofia kesal.


" Jordan tidak ingin bicara dengan mami. Jordan hanya ingin bicara dengan my love." Mami Sofia memutar kedua bola matanya dengan malas saat mendengar Jordan yang kembali memanggil Dara sebutan my love.


My love lagi my love lagi. Kapan itu akan berhenti bersikap bodoh seperti ini.


" Dasar anak berandal. Sudah, kerja yang benar dan jangan mengganggu kami. Cetak uang uang itu untuk mami dan calon istrimu. Jadi, kau harus lebih kaya lagi karena sebentar lagi akan bertambah satu orang wanita yang akan menghabiskan uangmu. Kau tidak boleh bermalas-malasan bekerja."


" Jordan tidak pernah malas bekerja mami. Hanya saja terkenal jangan merasa bosan dengan pekerjaan kantor. Jordan jemput sekarang ya, Jordan bisa membantu untuk membawakan barang-barang belanjaan kalian. Ya mami..." Pintanya dengan sangat pada sang mami.

__ADS_1


Jordan berharap bahwa dia bisa ikut bersama kedua wanita itu yang membawa Lucas berbelanja ke mall dengan alasan ingin mengajak putranya bermain.


" Berhenti mengatakan hal-hal yang tidak penting Jordan. Sekarang bekerja dengan baik dan hasilkan banyak uang untuk kami semua!"


Tit!


Mami Sofia langsung mematikan sambungan telepon mereka begitu saja karena dia tidak ingin terus-terusan diganggu oleh putranya.


Sementara Dara sendiri semakin tidak habis pikir dengan jalan keluarga barunya ini. Hidup bersama keluarga Jordan membuat Dara merasakan bahwa kehidupannya saat ini sudah kembali membaik. Bahkan dia bisa kembali tersenyum setelah apa yang dialaminya selama ini.


" Kamu kenapa tersenyum seperti itu Dara? apa riasan make up mami berantakan?" Tanya mami Sofia.


Dia takut bahwa dirinya tidak tampil sempurna di depan umum seperti ini. Mami Sofia takut jika dia terlihat tidak seimbang dengan penampilan calon menantunya siang ini.



" Sudah, Mami terlihat sangat cantik sekali. Jadi merasa takut jika riasan di wajah mami yang akan rusak. Mami tetap cantik di usia malam ini seperti ini." Puji Dara.


Sebenarnya itu bukan sebuah pujian karena itu adalah kenyataannya. Itu adalah kenyataan karena memang calon ibu mertuanya itu sangat cantik di usia tuanya seperti ini.

__ADS_1


" Oh my darling, thank you baby." Mami Sofia memiliki calon menantunya dengan begitu erat.


Entah mengapa rasanya dia benar-benar ingin berterima kasih kepada sosok Dara yang telah kamu mengembalikan sikap konyol putranya. Dia benar-benar merasakan kebahagiaan itu sendiri.


" Sekarang ayo kita jalan lagi dan mari kita habiskan uang pria perkasa itu." Seru mami Sofia.


Dia langsung menarik calon menantu dan cucunya untuk masuk ke sebuah restoran Karen mereka belum makan siang tadinya. Hanya roti dan beberapa camilan saja yang mengganjalnya.


Brugh...


Tubuh Dara hampir saja jatuh dan limbung saat ada seseorang yang sengaja melakukan hal itu pada Dara sendiri.


" Maaf..."


" Hey sayang, kamu tidak salah cantik, karena wanita itu yang salah." Ucap Mami Sofia yang tidak suka karena Dra tidak bersalah tapi meminta maaf lebih dulu padanya.


" Tidak apa-apa Mami. Dara baik-baik saja. Jadi tidak perlu takut." Jawab Dara yang mencoba untuk terlihat baik-baik saja pada calon ibu mertuanya.


" Selain menggunakan kaki mu, kau juga harus menggunakan mata mu untuk berjalan jadi jangan terlalu percaya diri bahwa aku yang akan meminta maaf pada mu iya?"

__ADS_1


" Lia..." Suara Dara sudah tercekat saat melihat siapa yang ada di depannya saat ini.


...****************...


__ADS_2