Di Cerai Karena Lumpuh

Di Cerai Karena Lumpuh
Di Sekolah


__ADS_3

"Aku pergi dulu sayang love you, muah..." Jordan memberikan kecupan di bibir istrinya sebelum dia pergi ke kantor.


Pagi ini dia ada bertemu dengan pelayan untuk membahas bisnis mereka yang baru. Dara sendiri merasa malu ketika mendapatkan kecupan seperti itu dari suaminya.


Entahlah, semakin hari suaminya itu semakin menjadi-jadi saja bahkan dia tidak memiliki rasa malu lagi di depan banyak orang ketika memberikan kecupan padanya.


"Cih, akibat terlalu lama menduda jadinya seperti itu. Kau sudah seperti pria yang baru saja mengenal kata cinta."


"Terserah Jordan. Mami hanya perlu menikmati hari tua mami saja dengan banyak harta jadi tidak perlu memikirkan apa yang Jordan lakukan. Nikmati hidup mami dengan berbelanja dan menghabiskan banyak uang. Setelahnya lakukan perawatan untuk meminimalisir kerutan di wajah mami." ucap Jordan seraya pergi meninggalkan meja makan karena dia sudah terlambat.


Mami Sofia hanya bisa mencebik saja ketika mendengar apa yang putranya katakan. Jordan memang seperti itu kalau bicaranya dan menurutnya itu biasa saja. Setidaknya putranya itu benar-benar sangat mencintainya dan menyayanginya.


"Maafkan suami Dara mi, nanti Dara akan menasehatinya lagi untuk tidak bersikap seperti itu pada mami." mami Sofia hanya menggelengkan kepalanya saja karena dia tidak masalah dengan semua itu.


"Tidak masalah karena mami tahu bagaimana anak mami. Walaupun dia bersikap seperti itu tapi dia tidak pernah mengecewakan manusia sebagai seorang anak. Dia tidak pernah melakukan hal-hal yang tidak masuk akal, jadi biarkan saja apa yang dilakukannya setidaknya dia tidak berbuat hal yang aneh-aneh." Dara pun terdiam.


Dia menyiapkan bekal makan siang untuk putranya karena memang Lucas yang meminta untuk dibawakan bekal.


"Ayo sayang, kita harus pergi sekarang jika tidak terlambat."

__ADS_1


"Yes Mami." melihat cucunya yang terlihat begitu bahagia bersama Dara membuat mami Sofia merasa hari tuanya terasa sangat tenang dan damai.


Dia benar-benar bisa menikmati kehidupan hari tuanya saat melihat putra dan cucunya bahagia bersama Dara.


Saat sampai di sekolah, Dara langsung mengantarkan Lucas untuk masuk ke dalam ruangan kelasnya dan dia menunggu di taman.


Setelah dia mengantarkan Lucas ke ruangannya, Dara mendapatkan panggilan video dari suaminya dan itu membuatnya kesal.


Baru saja mereka berpisah tadi, lalu kenapa suaminya itu sudah menghubunginya? bukankah dia ada meeting pagi ini?


"Ada apalagi sayang? kita baru saja berpisah tadi, di lalu kenapa sudah menghubungiku?" tanya Dara dengan perasaan yang tidak habis pikir dengan suaminya.


"Tidak, aku hanya ingin mengatakan padamu bahwa William benar-benar tidak melihat apa yang kita lakukan kemarin. Katanya dia juga tidak tahu jika di dalam ruangan itu ada kamu jadi kita aman." ucap Jordan dengan begitu entengnya tanpa memikirkan perasaan istrinya saat ini.


"Sudahlah, aku tidak ingin membahasnya lagi jadi aku akan mematikan sambungan teleponnya."


Tut!


Dara benar-benar mematikan kamu yang telepon karena dia tidak ingin bicara apapun lagi dengan suaminya jika itu membahas tentang apa yang mereka lakukan kemarin.

__ADS_1


Setelah matikan sambungan telepon yang bersama sang suami, tiba-tiba saja ada beberapa orang wanita yang datang menghampirinya.


"Kamu orang tua dari anak baru itu kah?" tanya seorang wanita yang terlihat sangat glamor.


Dara sendiri hanya tersenyum menanggapinya.



"Oh iya, memangnya ada apa mbak? apa ada masalah?" tanya Dara.


Sedikit banyaknya dia tahu bagaimana tipe-tipe orang yang ada di sekolah ini. Jordan menyekolahkan Lucas di sekolah internasional tempat di mana teman Dara mengajar.


Dari apa yang di lihatnya saat ini bahwa kebanyakan dari mereka itu memandang kasta.


"Kami belum mengetahui suami kamu. Jika boleh tahu bekerja di bidang apa suamimu?" tanya mereka yang penasaran dengan Dara.


"Bidang apa aku juga tidak tau. Tapi yang pasti suamiku bekerja dengan halal dan itu sudah lebih dari cukup untuk ku" jawab Dara dengan senyuman.


Dia orang-orang ini karena dia tahu bagaimana target mereka. Mereka mendatanginya karena mereka ingin mengetahui apa pekerjaan suaminya.

__ADS_1


"Jika kamu mau, kamu bisa ikut bergabung bersama grup kami. Setiap akhir pekan kami akan pergi berjalan-jalan hanya untuk menghabiskan waktu. Jika kamu ingin ikut, kita bisa pergi bersama."


"Maaf, tapi aku tidak bisa menyetujuinya begitu saja karena aku harus bertanya pada suami ku lebih dulu. Jika beliau setuju, maka aku akan ikut. Jika tidak, aku minta maaf untuk itu."


__ADS_2