Diam Diam Jatuh Cinta

Diam Diam Jatuh Cinta
BAB 100


__ADS_3

Komplek Perumahan Nirwana


Neta selesai membuat sarapan untuk suaminya, Mbok Sum menata makanan di meja makan.


" Sudah semua Mbok ? " tanya Neta.


" Sudah Mbak "


" Oke, aku panggil Mas Dika dulu " Neta berjalan menaiki tangga menuju kamar.


Neta membuka pintu kamar terlihat Dika masih tidur dibawah selimut.


" Kok masih tidur ? aku kira udah siap buat berangkat kerja " gumam Neta.


Ia menghampiri suaminya. Duduk dipinggiran kasur.


" Mas.. " Neta menggoyang-goyangkan tubuh suaminya.


" Hmm.. " Dika membalikkan tubuhnya.


Terasa hawa panas dari tubuh Dika. Neta dengan refleks langsung memegang kening dan leher suaminya.


" Mas.. kamu sakit ? " tanya Neta.


" Hmm.. aku kayanya masuk angin aja, nanti juga baikan " ucap Dika.


" Badan kamu demam, aku ambil sarapan dulu ya, terus nanti minum obat " ucap Neta.


Neta beranjak dari duduknya namun tangan nya di cekal oleh Dika. Neta menoleh ke arah suaminya.


" Gak apa-apa nanti juga sembuh sendiri "


" Tapi Mas.. kamu demam harus minum obat, kamu jangan sakit dong.. nanti yang jagain aku siapa kalo kamu sakit " ucap Neta.


Dika tersenyum sekilas " Kamu temenin aku disini aja, aku bakal sembuh kok, karena obat aku cuma kamu " ucap Dika.


" Hmm.. pagi-pagi udah gombal aja " balas Neta.


Dika kembali tersenyum meraih tangan istrinya.


" Mas.. kamu gak masuk kerja nih ? " tanya Neta.


" Nggak, aku seharian ini cuma mau sama istriku " jawab Dika.


" Jadi aku gak ke perusahaan juga dong "


" Gak boleh, kamu gak boleh kemana-mana, aku gak ijinin kamu kemana-mana hari ini " ucap Dika kembali memejamkan mata nya.


" Hmm.. " Neta hanya tersenyum.

__ADS_1


" Kamu kan pernah bilang, kapan aku bisa seharian sama kamu, nah ini aku sekarang bisa seharian sama kamu " ucap Dika.


" Ya tapi bukan kamu yang sakit gini Mas " balas Neta.


Dika hanya tersenyum.


" Mas.. makan dulu yuk.. udah gitu minum obat, aku khawatir loh kamu demam ini " ucap Neta.


Dika hanya mengangguk menarik kembali selimut nya lebih tinggi untuk menutup tubuhnya.


" Sebentar ya aku ambil " Neta beranjak dari duduk nya berjalan keluar kamar menuju meja makan.


Neta mengambil piring, lalu mengisi dengan nasi dan lauk yang sudah dipersiapkan.


" Mbok.. "


" Iya Mbak Neta " Mbok Sum berjalan tergopoh-gopoh menghampiri Neta.


" Mbok sudah sarapan ? " tanya Neta.


" Mbok nanti saja, Mbak Neta dulu aja sama Mas Dika, Mbok tanggung masih membersihkan halaman belakang " ucap Mbok Sum.


" Ya udah nanti sarapan ya Mbok, ini juga saya bawa sarapan buat Mas Dika, badan nya demam sepertinya sakit "


" Oh ya Mbak Neta.. "


" Mbak.. mau Mbok bantu bawa ke atas ? " tanya Mbok Sum.


" Gak apa-apa Mbok udah bisa kok, aku simpan di baki jadi bisa dibawa semua " ucap Neta.


" Hati-hati ya Mbak "


" Iya Mbok "


Neta berjalan menaiki tangga menuju kamar dengan hati-hati, sesampainya di kamar ia melihat suaminya masih dengan posisi yang sama.


" Mas Dika beneran sakit nih kalo kaya gini " batin Neta. Yang Neta tahu biasanya Dika tidak pernah seperti itu, kalau hanya masuk angin biasa.


Neta menyimpan nasi yang ia bawa diatas meja lalu ia duduk di pinggiran kasur membangunkan suaminya.


" Mas.. makan dulu terus minum obat " ucap Neta.


Dika membuka matanya sedikit ia melihat Neta sudah dengan piring ditangan nya. Dika bangun lalu duduk menyender kesenderan kasur.


Neta menyuapi suaminya, hanya beberapa suapan.


" Udah aja "


" Kenapa ? baru sedikit Mas "

__ADS_1


" Udah cukup " ucap Dika meraih gelas berisi air minum.


Neta menyerahkan obat kepada Dika lalu Dika meminumnya.


" Terima kasih " Dika tersenyum.


" Sama-sama Mas.. Oya kalo demam nya gak turun juga,nanti kita ke rumah sakit aja ya Mas " ucap Neta.


" Nggak, nanti juga aku baikan, aku udah bilang obat aku cuma kamu " Dika kembali merebahkan tubuhnya.


" Hmm " Neta pun tidak bisa memaksa.


" Oya.. kemarin kamu ke tempat ibu ada yang ingin dibicarakan, mengenai apa ? " tanya Dika.


" Oh itu, gini Mas kemarin itu tepat usia kandungan ku 4 bulan biasanya kalo orang-orang itu, akan mengadakan tasyakuran 4 bulan gitu, rencananya aku juga mau gitu Mas " jawab Neta.


" Oh gitu, kapan rencananya ? biar aku bisa atur jadwal libur " ucap Dika.


" Hmmm.. itu yang mau aku obrolin sama kamu Mas, tadi nya semalem aku mau langsung ngomong ke kamu, tapi kamu nya bikin aku bad mood "


Dika tertawa kecil.


" Gara-gara Martabak mini " ucap Dika.


" Hmm... " Neta sedikit menekuk wajahnya.


" Kamu atur aja waktunya kapan nanti kasih tau aku " ucap Dika.


Neta hanya mengangguk. Tidak lama Dika kembali memejamkan matanya. Neta tidak ingin mengganggunya. Ia membiarkan Dika untuk beristirahat agar obat nya cepat bereaksi.


Neta mengambil ponselnya ia menghubungi Tio untuk jangan menjemput nya hari ini dan sekalian menitipkan perusahaan kepada Tio, memberitahu ia tidak akan ke perusahaan karena suaminya sedang sakit.


Setelah menghubungi Tio, Neta membawa piring bekas makan Dika untuk dibawa ke lantai bawah, Neta sekalian untuk sarapan juga.


Neta mengambil nasi kedalam piring untuk dirinya sendiri, ia merasa tidak enak untuk makan sendiri ia memanggil Mbok Sum untuk menemaninya sarapan. Awalnya Mbok Sum menolak karena ia tidak enak kepada suami Neta, namun karena Neta tetap memaksa Mbok Sum akhirnya menemani Neta sarapan, mereka sarapan bersama di meja makan.


🌹🌹🌹


Terima kasih author ucapkan kepada pembaca semua .... Terima kasih sudah setia membaca novel author dan menemani author hingga 100 BAB ini... 🥰🥰


Semoga jangan dulu bosen yaa.. menunggu kelanjutan dari kisah Neta dan Dika.. 😍😍


Ditunggu selalu komentar dan ulasan positif nya bagi author 🥰🥰


Dan author juga memohon maaf kepada sebagian pembaca yang tiba-tiba tidak dapat mengakses novel ini, author pun masih bingung dan tidak tahu apa penyebabnya, tapi author sudah beritahu kan kepada pihak terkait.. Dan Alhamdulillah sekarang sudah bisa kembali di akses secara normal.. baik di aplikasi Noveltoon ataupun aplikasi Mangatoon 🙏🏻🙏🏻


Akhir kata salam sayang ..


Author 😘😘

__ADS_1


__ADS_2