Diam Diam Jatuh Cinta

Diam Diam Jatuh Cinta
BAB 101


__ADS_3

Terdengar adzan ashar membangunkan Neta dari tidur nya, ia melihat kesamping, suaminya masih tertidur pulas.


" Apa karena efek obat ya, pules terus tidurnya " gumam Neta seraya meraba kening suaminya.


" Alhamdulillah demamnya sudah turun " gumam Neta lagi.


Saat Neta akan beranjak dari kasur, tangannya di raih oleh suaminya. Neta menoleh ke arah Dika.


" Mau kemana Yang.. " ucap Dika dengan suara khas bangun tidur.


" Udah adzan ashar, solat dulu ya.. Mas mau shalat disini aja atau mau ambil wudhu ke kamar mandi " tanya Neta.


" Aku ke kamar mandi "


" Hmm " Neta mengangguk lalu ia berjalan menuju kamar mandi untuk mengambil wudhu. Ia mengambil mukena lalu menggelar sejadah nya tepat di samping kasur dimana Dika tidur.


Neta melihat sekilas ke arah suaminya, ia kembali tidur terdengar kembali suara dengkuran namun tidak begitu keras.


Neta melaksanakan shalat ashar lebih dulu, biarkan Dika nanti ia akan bangunkan kembali.


Setelah melaksanakan shalat dhuhur Neta kembali menghampiri suaminya, ia duduk dipinggiran kasur.


" Mas.. shalat dulu yuk.. " Neta membangunkan suaminya.


Dika membuka matanya perlahan.


" Emhhh.. iyaa.. " Dika bangun perlahan Neta membantunya untuk duduk lalu menyender kesenderan kasur.


" Makasih ya.. " Dika mengusap-usap perut istrinya yang sudah terlihat membesar.


" Iya Mas.. ini kamu minum dulu ya " Neta mengambilkan gelas berisi air putih lalu diserahkan kepada suaminya.


Dika meraih gelas berisi air itu. Lalu meminumnya.


" Sayang.. makasih ya.. kamu udah rawat aku padahal kamu juga harus nya aku rawat, maafin Papa ya anak-anak Papa.. Papa pinjem Mama nya dulu buat rawat Papa " Dika berbicara ke perut istrinya.

__ADS_1


Neta hanya tersenyum.


" Selagi aku bisa Mas.. kamu kan suami aku " ucap Neta.


Dika tersenyum ia memeluk istrinya, Neta pun membalas pelukan suaminya.


" Sayaaanggg banget sama kamu.. jangan pernah tinggalin aku apapun yang terjadi " Dika mengeratkan pelukannya.


Neta hanya mengangguk, menelungkup kan wajahnya ke dada suaminya.


" Mas.. shalat dulu.. " Neta mendongkakan wajahnya.


" Oh iyaa.. " Dika melepaskan selimut yang menutupi nya, lalu ia beranjak dari kasur dibantu oleh Neta menuju kamar mandi, mengambil air wudhu untuk melaksanakan shalat ashar.


...****************...


Keesokan harinya Dika sudah lebih baik, iya akan kembali bekerja, setelah satu hari beristirahat di rumah ditemani oleh istrinya, hari ini ia akan kembali dengan aktifitas pekerjaan nya begitupun Neta ia akan kembali bekerja ke perusahaan, selama ia masih kuat dan mampu, Neta akan tetap datang ke perusahaan, padahal Dika sudah beberapa kali mengingat kan untuk bekerja dari rumah saja, namun Neta masih tetap ingin datang ke perusahaan.


Dika seperti biasa mengantarkan Neta sampai perusahaan, Neta menyalami suaminya, untuk pamit turun dari mobil, namun tangan Neta sedikit ditarik oleh Dika, Dika langsung memeluk istrinya. Membuat Neta sedikit heran, namun ia membalas pelukan suaminya.


" Hmm.. pelukan kamu bikin aku semangat buat kerja hari ini " ucap Dika.


" Emang nya kamu ? " Neta belum selesai berbicara sudah di potong oleh Dika.


" Seharian sama kamu kemarin bikin aku gak mau jauh dari kamu, aku jadi males kerja "


" Mas .. jangan gtu dong " Neta melepaskan pelukannya.


" Hemmm " Dika mengernyitkan dahinya.


" Kamu harus kerja, anak-anak kita gimana masa depannya kalo kamu gak kerja, terus orang-orang yang butuh kamu, negara butuh kamu gimana ? " ucap Neta.


Dika hanya tertawa kecil.


" Iya sayang.. makasih ya kamu udah ngerti banget kerjaan aku sekarang.. jaga kandungan kamu ya.. jaga anak-anak kita.. inget jangan makan sembarangan.. "

__ADS_1


" Siap Bapak Komandan " Neta dengan gaya hormatnya.


Dika mencium pipi istrinya sekilas.


" Aku turun ya.. " ucap Neta.


" Iya.. hati-hati turun nya "


" Oya.. Mas kamu juga hati-hati jaga kesehatan jangan makan sembarangan juga, kamu harus selalu sehat.. buat aku dan anak-anak " Neta tersenyum.


" Iya sayang " Dika sedikit mencubit pipi istrinya yang mulai menyembul karena kehamilan.


Neta turun dari mobil kembali menutup pintu, Dika melajukan kembali mobilnya meninggalkan perusahaan menuju kantor.


Di lobby perusahaan Neta sudah di sambut oleh satpam dan resepsionis.


" Pagi Bu "


" Pagi " balas Neta tersenyum.


Ia menaiki lift menuju ruangan nya di lantai 14. Tio sudah menunggu lalu menyambut nya.


" Pagi Mbak Neta "


" Pagi Pak Tio, gimana perusahaan ? aku kemarin belum sempat buka laporan yang dikirimkan Pak Tio, biasalah kalo di rumah kan ada saja yang aku kerjakan " ucap Neta.


" Aman Mbak.. oya hari ini akan ada interview untuk posisi menjadi sekretaris Mbak Neta, dijadwalkan untuk jam 9, Mbak bisa ? " ucap Tio.


" Oke jam 9, tapi perempuan semua kan ? "


" Iya Mbak sesuai permintaan Mbak dan Mas Dika, sekretaris untuk Mbak Neta perempuan, oya ini beberapa cv calon karyawan nanti yang akan Mbak Neta interview " Tio menyerahkan Map berwarna merah.


" Oke.. terima kasih ya, aku keruangan dulu " Neta berjalan menuju ruangan.


Ia mulai membuka-buka cv para pelamar, membaca satu persatu dengan teliti.

__ADS_1


" Hmm.. oke deh aku putuskan nanti selesai interview aja " batin Neta, kembali merapikan map cv itu.


__ADS_2