Diam Diam Jatuh Cinta

Diam Diam Jatuh Cinta
BAB 73


__ADS_3

Setelah acara hari kemerdekaan selesai Neta pamit untuk keruangan suaminya terlebih dahulu. Neta berjalan di lorong-lorong kantor.


Dari kejauhan ia membaca plang nama yang tidak asing, ia segera mempercepat langkahnya.


" Mahardika Bimantara, Kasat Reskrim " ucap Neta pelan memastikan jika ruangan itu adalah benar ruangan suaminya.


Toktoktok.. pintu ruangan Dika di ketuk namun tidak ada jawaban, Neta perlahan membuka pintunya.


" Assalamu'alaikum " ucap Neta melihat kesekeliling ruangan, namun tidak ada siapa-siapa, hanya ada jas suaminya tergantung disana.


" Kemana Mas Dika ya.. " gumam Neta.


Disaat yang bersamaan ada seorang anggota yang menyapa Neta dari arah belakang.


" Permisi Bu " ucap anggota itu membuat Neta sedikit kaget.


Neta menoleh, lalu melemparkannya senyumnya.


" Oh yaa, mohon ijin barangkali tahu suami saya kemana ya ? " tanya Neta.


" Ijin Bu Dika, Pak Dika sedang koordinasi dengan pimpinan, Ibu jika ingin menunggu silakan di rungan pak Dika saja " ucapnya.


" Oh begitu, baiklah .. terima kasih " balas Neta.


" Sama-sama Bu " anggota itu berlalu Neta masuk kedalam ruangan suaminya lalu kembali menutup pintu.


Ia duduk di sofa ruangan suaminya, mengambil air mineral kemasan yang tersedia di meja, lalu ia meminumnya.


" Mas Dika lama gak ya ? " batin Neta.


Ia melihat kesekeliling ruangannya, ada foto Dika menggunakan baju kebesaran nya disana, ia berjalan menuju meja kerjanya, disana terpampang pada papan nama suaminya, beberapa map dan file menumpuk disana lalu ada salah satu benda yang menarik perhatian Neta.


Neta mengambil frame foto dirinya dari meja Dika. Neta tersenyum sekilas.


" Aku baru tahu kalo kamu nyimpen foto aku disini " batin Neta.


Ia lalu kembali duduk di sofa, ia sesekali melihat arlojinya. Neta masih menunggu suaminya kembali ke ruangan. Untuk mengisi waktunya ia membuka aplikasi perusahaan dan membuka beberapa laporan yang masuk.


Tidak terasa mata Neta terasa berat, ia tertidur di sofa masih dengan layar ponselnya yang menyala.

__ADS_1


Sekitar 45 menit kemudian pintu ruangan Dika terbuka, ia masuk ke ruangan ditemani oleh rekannya. Dika belum ngeh jika istrinya sedang tertidur di sofa.


" Oh ijin Dan, Ibu sedang tidur " ucap Rekan Dika tidak jadi masuk hanya berdiri di dekat pintu, karena ia yang pertama melihat Neta di sofa.


" Hah.. " Dika menoleh ke arah sofa.


" Oh ya sudah.. nanti laporannya saya antar ke ruangan saja " ucap Dika.


" Baik Dan saya permisi "


" Oke . terima kasih "


Dika menyimpan file laporan di mejanya, ia menghampiri istrinya yang tertidur di Sofa.


" Kamu nunggu aku sampe ketiduran " gumam Dika.


Dika membetulkan posisi tidur Neta. Neta merasa ada seseorang yang membetulkan posisi tidur nya lalu ia terbangun.


" Mas ... " ucap Neta.


" Hmm kok bangun, padahal aku cuma benerin posisi tidur kamu " balas Dika.


" Iya nggak apa-apa, oya kamu mau pulang sekarang ? atau gimana ? " tanya Dika.


" Aku pulang sekarang aja deh, tapi kalo kamu sibuk aku pulang sendiri aja " jawab Neta.


" Jangan, nggak apa-apa aku anter dulu kamu pulang, nanti aku tinggal balik lagi kesini " ucap Dika.


" Oke "


Neta dan Dika bersiap, sebelumnya ia berjalan ke mejanya membuka file yang ia bawa, ia baca sekilas lalu ia membubuhi tanda tangannya.


" Udah siap ? Ayo " Dika mengajak istrinya.


Dika dan Neta berjalan keluar ruangan, sebelumnya Dika menyerahkan file yang sudah ia tandatangani ke ruangan rekannya.


" Siang Dan "


" Siang.. ini saya titip laporan yang sudah saya tandatangani, saya antar dulu istri pulang, nanti saya kembali lagi "

__ADS_1


" Oh ya siap Dan "


Dika hanya tersenyum berlalu meninggalkan ruanganan rekan kerjanya. Disaat yang bersamaan Dika berpapasan dengan Kevin.


" Bu " Kevin menyapa Neta.


Neta mengangguk lalu tersenyum.


" Bro.. jangan lupa operasi nanti malam " ucap Kevin.


" Siap ! " balas Dika.


Neta belum mengerti apa yang dimaksud oleh Kevin kepada suaminya. Setelah kepergian Kevin, Neta dan Dika kembali berjalan menuju parkiran. Neta dan Dika masuk kedalam mobil, Dika menyalakan mesin mobil melaju meninggalkan kantor satuan Dika bekerja.


Neta masih penasaran nanti malam Dika akan operasi dimana, dan apa maksud nya. Namun ternyata Dika pun ingin memberitahu Neta jika nanti malam ia ada kegiatan di luar.


" Sayang .. "


" Mas "


Ucap Neta dan Dika berbarengan.


" Mas dulu deh "


" Kamu dulu aja ada apa ? " tanya Dika.


" Mmh.. Mas mau kemana nanti malam ? " tanya Neta balik.


" Hmm.. gini aku emang mau bilang ke kamu kalo nanti malam ada operasi penangkapan yang bakal aku pimpin.. nah.. karena kemungkinan akupun belum tahu sampai kapan, bisa saja hari itu dapat atau bisa juga sampai besok nya, setelah sampai rumah rencananya aku anter kamu ke rumah Ibu, gimana ? aku khawatir kamu di rumah sendiri ".


" Oh gitu.. hmm ya udah tapi kamu hati-hati ya.. kamu kalo penangkapan jangan ngilang Mas " ucap Neta.


Dika tertawa.


" Ya enggak lah ngilang kemana sih, waktu itu aku kan jelasin itu karena ponsel aku ketinggalan "


" Iyaa " Neta menganggukkan kepalanya.


Dika hanya tersenyum sekilas lalu kembali fokus mengemudi.

__ADS_1


__ADS_2