
Tio masih mondar-mandir di depan ruangan Pak Arman, ia bingung, ia tidak dapat mendengar suara dari dalam ruangan Pak Arman karena memang ruangannya kedap suara sehingga aktivitas apapun di dalam ruangan tidak akan terdengar keluar.
" Apa yang harus aku lakukan ? " gumam Tio.
" Lebih baik aku hubungi Mas Dika " batin Tio ia mengambil ponselnya lalu mengetikkan nama Dika di ponselnya.
Tidak lama telepon tersambung, namun belum ada jawaban, Tio hampir saja mematikan sambungan teleponnya namun ada suara diujung telepon sana.
" Halo.. Io ada apa ? " tanya Dika.
" Halo Mas Dika, tolong segera ke perusahaan " jawab Tio.
" Ada apa Io ? mengenai apa ? memang nya tidak bisa kamu handle ? " ucap Dika.
" Pak Arman Mas "
" Ayah kenapa ? "
" Orangtua Prisilla datang marah-marah, sekarang sedang di ruangan Pak Arman saya tidak bisa masuk kedalam " ucap Tio.
" Ck... ada-ada saja, kamu terus pantau ya Io.. saya sebentar lagi ke perusahaan "
" Baik Mas Dika saya tunggu "
Klik telepon di tutup.
Tio masih saja tidak bisa tenang, ia sangat mengkhawatirkan bos nya.
Dilain tempat Dika pun sedang bingung, ia sedang berhadapan dengan seseorang yang sedang ia BAP ( Berita Acara Pemeriksaan ) karena kasus pencurian dengan kekerasan, disisi lain ia pun khawatir dengan keselamatan Ayah nya.
Ia berniat setelah setelah selesai pemeriksaan ini, ia akan segera menuju perusahaan.
...****************...
Ruangan Presdir MGM Grup
" Apa dasar nya Anda memberhentikan anak saya bekerja disini ? " tanya Pak Robby.
" Rob, tenang dulu, bukankah kita bisa bicara baik-baik " Pak Arman tetap tenang.
" Anda tahu berapa yang saya keluarkan untuk perusahaan ini ? apa Anda yakin, perusahaan ini akan berkembang pesat jika tanpa bantuan saya ? " ucap Pak Robby.
" Maaf, jika saya harus mengatakannya, terima kasih banyak atas kerjasamanya selama ini, namun maaf maju dan mundur nya perusahaan ini bukan karena saham yang Anda tanam disini, masih banyak perusahaan lain yang dengan sukarela ingin bekerja sama dengan perusahaan ini, untuk permasalahan Prisilla, silahkan Anda tanya kepada putri Anda sendiri, apa yang sudah ia perbuat di perusahaan ini "
__ADS_1
" Apa ? Apa yang Prisilla perbuat, bukankah ia juga mendedikasikan diri nya untuk perusahaan ini kan ? " tanya Pak Robby.
" Baik, jika ingin tahu apa yang sudah putri Anda lakukan di perusahaan ini, mari saya tunjukan " Pak Arman menyalakan laptop nya, ia memperlihatkan hasil rekaman cctv apa saja yang sudah Prisilla lakukan, dari mulai ia mendapatkan SP 1 hingga kejadian ia harus dikeluarkan dari perusahaan.
Robby melihat dengan seksama.
" Siapa wanita itu ? " Robby melihat tingkah Prisilla kepada Neta yang terekam cctv.
" Wanita itu adalah menantu saya ! " ucap Pak Arman datar.
Jaaggg..
Pak Robby membelalakan matanya.
" Ja...jadi wanita itu menantu Anda ? "
" Betul, dia menantu saya, bukankah sesuatu yang sangat wajar, jika saya mengeluarkan putri Anda dari perusahaan saya sendiri, karena ia berniat mencelakai menantu saya, istri dari anak saya " ucap Pak Arman.
Pak Robby terdiam.. ia sangat malu atas sikap Prisilla namun bagaimana pun ia harus membela Prisilla karena ia Ayah nya.
" Jadi Dika sudah menikah ? "
" Ya betul "
" Sialaan.. Anak satu-satunya dari Arman Maulana sudah menikah, gak ada harapan lagi untuk Prisilla " batin Pak Robby.
" Saya tidak percaya Anak saya melakukan itu, ia tidak akan mengusik jika ia tidak diusik, saya Ayah nya saya paham betul sifat putri saya " ucap Pak Robby.
" Silakan .. Anda membela putri Anda itu hak Anda, tapi keputusan kami sudah final, karyawan yang sudah berkali-kali membuat gaduh, sudah tidak dapat kami pertahankan "
" Sombong sekali Anda, mulai sekarang saya akan mencabut semua saham yang ada di perusahaan ini ! " ucap Pak Robby.
Pak Arman hanya tersenyum santai.
" Silakan.. tanpa Anda meminta pun kami sudah mempersiapkan saham yang ada miliki di perusahaan ini, beserta laba yang sudah didapatkan "
Pak Robby semakin kesal, bukan sikap Pak Arman yang seperti itu yang diinginkan oleh dirinya.
" Oke baik, saya tunggu 1 x 24 jam, saham semua harus kembali ke tangan saya "
" Akan segera kami proses " jawab Pak Arman santai.
" Saya pastikan kebangkrutan akan segera menghampiri perusahaan Anda ! Permisi ! Selamat Siang ! "
__ADS_1
Pak Arman hanya tersenyum. Pak Robby berlalu meninggalkan ruangan, sambil membanting pintu ruangannya.
Setelah kepergian Pak Robby, Pak Arman langsung menghempaskan tubuhnya ke kursi kebesaran nya, ia memijat-mijat sedikit kening nya, lalu ia merasa sedikit sesak di dadanya.
Diluar ruangan Tio yang melihat Pak Robby keluar dari ruangan bosnya, disaat yang bersamaan Dika pun datang, ia berpapasan dengan Pak Robby, Pak Robby hanya melihat sekilas kepada Dika dengan tatapan intimidasi lalu berlalu menuju lift.
Dika langsung mengahampiri Tio.
" Gimana Io ? itu ? " Dika menggerakkan kepalanya ke arah Pak Robby.
" Entahlah Mas, ayo ke ruangan Pak Arman dulu " Tio kepada Dika.
Dika dan Tio masuk kedalam ruangan Pak Arman, Dika melihat Ayah nya sudah terkulai lemas di kursi kebesaran nya.
" Yah.. Ayah... !!!! " Dika berlari menghampiri Ayah nya.
" Ayah .. kenapa Yah ? Astagfirullah.. ! Tio.. panggil ambulan ! " ucap Dika.
Dika segera memboyong Ayah nya yang dibantu oleh Tio untuk direbahkan di sofa, ia terus memperhatikan nafas dan denyut nadi Ayah nya.
" Io.. dimana ambulan Io.. Ayah Io... " Dika terlihat sangat panik.
" Sebentar Mas " Tio pun ikut panik.
Tidak lama ambulan tiba, petugas ambulan telah sampai di lantai 14, mereka langsung menuju ruangan Pak Arman, beberapa karyawan yang mengetahui adanya ambulan merasa heran, apa yang terjadi di perusahaan lalu siapa yang sakit, pertanyaan demi pertanyaan ada didalam benak karyawan MGM Grup.
" Tio.. kamu handle disini, saya ikut ke rumah sakit, oya tolong hubungi Neta, saya tunggu di lobby " ucap Dika.
" Baik Mas "
Pak Arman dibawa oleh petugas ambulan menuju lobby, Tio sedang mrnghubungi Neta atas perintah Dika.
Tio : " Halo Mbak Neta "
Neta : " Iya Pak Tio, ada apa ? "
Tio : " Mbak sekarang ditunggu oleh Mas Dika di lobby, karena Pak Arman pingsan "
Neta : " Apa ?? Ayah pingsan ?! "
Degggg..
Indri, Ramon dan Sofia mendengar ucapan Neta langsung menghentikan semua aktifitas nya, semua menoleh ke arah Neta.
__ADS_1
Neta : " saya segera ke lobby "
Neta langsung meninggalkan pekerjaan nya, membawa tas berlalu dari ruangannya menuju lift. Ketiga sahabatnya pun tidak berani untuk bertanya, namun mereka penasaran dengan apa yang sedang terjadi.