
Dika masuk ke ruangan istrinya, terlihat Neta sedang duduk menyender di sofa, namun seperti ada yang berbeda, Dika langsung menghampiri, sedikit menjongkokkan tubuhnya.
" Ya... Allah sayang.. kamu tidur " gumam Dika.
Dika membetulkan posisi tidur Neta, namun Neta keburu membuka matanya.
" Mas.. mmmhh.. aku ketiduran " Neta membetulkan posisi duduknya.
Neta menyalami suaminya, lalu Dika mencium kening Neta.
" Jam berapa ini Mas ? " tanya Neta.
" Jam satu siang, kamu udah sholat ? " tanya Dika balik.
" Udah Mas "
" Kamu minum dulu nih, kumpulin dulu lelembutannya, baru kita berangkat, oya tapi keburu gak, jam 2 kan ? " tanya Dika.
" Keburu kok Mas, aku tadi udah daftar online " jawab Neta.
" Oke deh kalo gitu "
Neta beranjak dari duduknya, mengambil tas lalu kembali menghampiri Dika.
" Udah siap ? " tanya Dika.
Neta hanya mengangguk.
" Ayo " Dika pun beranjak dari duduknya, berjalan membuka pintu, lalu ia menggenggam tangan istrinya.
Disaat Dika dan Neta keluar ruangan, itu membuat Lisa terhenyak.
" Ya Allah.. semoga suami Bu Neta gak marah " batin Lisa.
__ADS_1
Dika dan Neta berjalan menghampiri meja Lisa terlebih dahulu. Lisa sedikit gugup dan gusar.
" Apakah seorang suami harus memiliki janji dulu jika ingin bertemu dengan istrinya " ucap Dika mengerjai Lisa.
Lisa langsung berdiri.
" Mo..mohon maaf Pak.. mohon maaf.. saya ti..tidak tahu jika Bapak suami dari Bu Neta, mohon maaf " ucap Lisa terbata.
" Oke gak masalah, kamu sudah bagus kok, bekerja sesuai apa yang di perintahkan, semoga betah ya "
" Ba..baik Pak.. terima kasih.. "
Dika berlalu meninggalkan meja Lisa, Neta yang merasa heran dengan apa yang terjadi sebelumnya ia bertanya kepada Dika.
" Mas.. ada apa sih ? " tanya Neta.
" Itu loh tadi aku kan mau masuk ke ruangan kamu.. terus ... " Dika menjelaskan kepada istrinya.
" Oh gitu.. iya kan dia emang belum tahu kamu Mas "
" Mungkin dia gak ngeh kali " ucap Neta.
" Hmm.. "
" Mas.. kasian loh dia, sampe gemetaran " ucap Neta.
" Masa sih ? perasaan aku ngomongnya biasa aja kan ? " balas Dika.
" Iya.. tapi kayanya wajah kamu menyeramkan hahahah " Neta tertawa.
" Masa sih.. iya kali orang-orang pada takut liat wajah aku " balas Dika.
Neta masih terus tertawa.
__ADS_1
" Padahal aku kan ganteng, buktinya kamu aja ndusel-ndusel aku terus hahahaha "
" Ihhh.. narsis yaa " Neta mencubit pinggang suaminya.
" Aww.. sakit dong .. kebiasaan " ucap Dika.
Ting.. terdengar suara pintu lift terbuka.
Dika dan Neta keluar lift berjalan menuju parkiran.
" Mas kamu inget gak ? "
" Inget apa ? " tanya Dika.
" Dulu akun sosmed kamu, namanya Si Dika Ganteng hahaha " Neta tertawa.
" Masa sih ? kok aku lupa "
" Beneran "
" Nggak ah nama akun sosmed aku Mahardika Bimantara "
" Itu sekarang, mungkin kamu ganti, kalo dulu Si Dika Ganteng " Neta kembali tertawa.
" Bahagia banget kamu ngetawain suami sendiri " Dika membuka pintu mobilnya, lalu Neta masuk kedalam mobil disusul oleh Dika.
" Bukannya ngetawain berarti emang dari dulu kamu itu narsis Mas "
" Tapi emang iya kan ? aku ganteng " ucap Dika lagi.
" Iya suami aku ganteng " Neta mengangkat ibu jari dan telunjuk nya membentuk hati.
" Gemes banget sih " Dika mencubit kedua pipi istrinya.
__ADS_1
" Mas.. lepasin " Neta memukul-mukul tangan suaminya.
Dika tertawa namun Neta sedikit memajukan bibirnya, Dika hanya melihat sekilas lalu ia menyalakan mesin mobil, mobil melaju meninggalkan perusahaan menuju rumah sakit.