Diam Diam Jatuh Cinta

Diam Diam Jatuh Cinta
BAB 104


__ADS_3

Dika masuk ke ruangan istrinya, terlihat Neta sedang duduk menyender di sofa, namun seperti ada yang berbeda, Dika langsung menghampiri, sedikit menjongkokkan tubuhnya.


" Ya... Allah sayang.. kamu tidur " gumam Dika.


Dika membetulkan posisi tidur Neta, namun Neta keburu membuka matanya.


" Mas.. mmmhh.. aku ketiduran " Neta membetulkan posisi duduknya.


Neta menyalami suaminya, lalu Dika mencium kening Neta.


" Jam berapa ini Mas ? " tanya Neta.


" Jam satu siang, kamu udah sholat ? " tanya Dika balik.


" Udah Mas "


" Kamu minum dulu nih, kumpulin dulu lelembutannya, baru kita berangkat, oya tapi keburu gak, jam 2 kan ? " tanya Dika.


" Keburu kok Mas, aku tadi udah daftar online " jawab Neta.


" Oke deh kalo gitu "


Neta beranjak dari duduknya, mengambil tas lalu kembali menghampiri Dika.


" Udah siap ? " tanya Dika.


Neta hanya mengangguk.


" Ayo " Dika pun beranjak dari duduknya, berjalan membuka pintu, lalu ia menggenggam tangan istrinya.


Disaat Dika dan Neta keluar ruangan, itu membuat Lisa terhenyak.


" Ya Allah.. semoga suami Bu Neta gak marah " batin Lisa.

__ADS_1


Dika dan Neta berjalan menghampiri meja Lisa terlebih dahulu. Lisa sedikit gugup dan gusar.


" Apakah seorang suami harus memiliki janji dulu jika ingin bertemu dengan istrinya " ucap Dika mengerjai Lisa.


Lisa langsung berdiri.


" Mo..mohon maaf Pak.. mohon maaf.. saya ti..tidak tahu jika Bapak suami dari Bu Neta, mohon maaf " ucap Lisa terbata.


" Oke gak masalah, kamu sudah bagus kok, bekerja sesuai apa yang di perintahkan, semoga betah ya "


" Ba..baik Pak.. terima kasih.. "


Dika berlalu meninggalkan meja Lisa, Neta yang merasa heran dengan apa yang terjadi sebelumnya ia bertanya kepada Dika.


" Mas.. ada apa sih ? " tanya Neta.


" Itu loh tadi aku kan mau masuk ke ruangan kamu.. terus ... " Dika menjelaskan kepada istrinya.


" Oh gitu.. iya kan dia emang belum tahu kamu Mas "


" Mungkin dia gak ngeh kali " ucap Neta.


" Hmm.. "


" Mas.. kasian loh dia, sampe gemetaran " ucap Neta.


" Masa sih ? perasaan aku ngomongnya biasa aja kan ? " balas Dika.


" Iya.. tapi kayanya wajah kamu menyeramkan hahahah " Neta tertawa.


" Masa sih.. iya kali orang-orang pada takut liat wajah aku " balas Dika.


Neta masih terus tertawa.

__ADS_1


" Padahal aku kan ganteng, buktinya kamu aja ndusel-ndusel aku terus hahahaha "


" Ihhh.. narsis yaa " Neta mencubit pinggang suaminya.


" Aww.. sakit dong .. kebiasaan " ucap Dika.


Ting.. terdengar suara pintu lift terbuka.


Dika dan Neta keluar lift berjalan menuju parkiran.


" Mas kamu inget gak ? "


" Inget apa ? " tanya Dika.


" Dulu akun sosmed kamu, namanya Si Dika Ganteng hahaha " Neta tertawa.


" Masa sih ? kok aku lupa "


" Beneran "


" Nggak ah nama akun sosmed aku Mahardika Bimantara "


" Itu sekarang, mungkin kamu ganti, kalo dulu Si Dika Ganteng " Neta kembali tertawa.


" Bahagia banget kamu ngetawain suami sendiri " Dika membuka pintu mobilnya, lalu Neta masuk kedalam mobil disusul oleh Dika.


" Bukannya ngetawain berarti emang dari dulu kamu itu narsis Mas "


" Tapi emang iya kan ? aku ganteng " ucap Dika lagi.


" Iya suami aku ganteng " Neta mengangkat ibu jari dan telunjuk nya membentuk hati.


" Gemes banget sih " Dika mencubit kedua pipi istrinya.

__ADS_1


" Mas.. lepasin " Neta memukul-mukul tangan suaminya.


Dika tertawa namun Neta sedikit memajukan bibirnya, Dika hanya melihat sekilas lalu ia menyalakan mesin mobil, mobil melaju meninggalkan perusahaan menuju rumah sakit.


__ADS_2