Diam Diam Jatuh Cinta

Diam Diam Jatuh Cinta
BAB 77


__ADS_3

Dika dan Kevin masih berusaha untuk menyelamatkan seorang wanita muda yang disandera, sampai akhirnya.


" Arrgghhhh.. " tangan Dika terkena senjata tajam dari pelaku, namun gadis muda itu sudah dapat Dika amankan.


Kevin pun sama banyak luka di tubuhnya karena melawan pelaku tadi. Namun akhirnya semua pelaku dapat dilumpuhkan. Semua dibawa menggunakan mobil.


" Semua kembali ke mako, hati-hati selalu awasi para pelaku yang berada di mobil " ucap Dika.


Para pelaku dimasukkan kedalam mobil yang penuh dengan pengahalang besi agar para pelaku tidak dapat kabur.


Satu persatu para sanderaan sudah masuk kedalam mobil mereka pun akan dibawa ke mako terlebih dahulu, untuk anak yang tekena tembakan, anggota sudah menghubungi ambulan dokpol untuk segera diberikan pertolongan pertama.


" Kamu tidak apa-apa? " tanya Dika kepada wanita muda tadi.


" Tidak Pak.. terima kasih " ucapnya.


" Ya.. ayo masuk kedalam mobil, kami masih membutuhkan keterangan dari kalian semua " balas Dika.


" Hmm.. tapi Pak.. tangan bapak tidak apa-apa" ucap wanita itu.


" Tidak masalah, tidak perlu dipikirkan " susul Dika.


" Ayo masuk-masuk, masuk mobil semua " ucap Kevin.


Setelah dipastikan semua masuk mobil, mobil mulai melaju satu persatu meninggalkan hutan. Tinggallah Dika, Kevin dan beberapa anggota.


" Ayo.. " Dika memberikan kode untuk naik kedalam mobil.


" Bro .. tangan mu ? " tanya Kevin.


" Baru kerasa bro " Dika sedikit meringis.


Anggota yang lain mengambil kotak p3k yang tersimpan di dalam mobil.

__ADS_1


" Ijin Dan.. saya coba lihat luka nya " ucap Anggota itu.


" Oya silakan " Dika membuka jaketnya lalu terlihat luka panjang menganga.


" Wah Dan sepertinya ini harus dijahit, lukanya dalam "


" Kamu bersihkan dulu sajalah "


" Baik Dan "


Anggota Dika mulai membersihkan luka ditangannya.


" Awww... pelan-pelan sakit "


" Siap salah Dan "


Setelah di bersihkan, lukanya ditutup dulu menggunakan kasa agar tidak terkena debu khawatir akan menjadi infeksi.


Mobil yang dinaiki Dika dan Kevin juga anggota yg lainnya melaju meninggalkan hutan kembali menuju mako.


" Ya Allah Neta " gumam Dika.


" Kenapa ? " tanya Kevin.


" Istri saya Vin "


" Hubungi balik lah, dia pasti khawatir " ucap Kevin.


Dika hanya mengangguk, ia melihat jam sudah pukul 4.15 subuh.


Dika langsung menghubungi Neta, satu panggilan tidak ada jawaban dari Neta, mungkin Neta masih tidur pikir Dika, ia lalu mencoba lagi menghubungi istrinya, tidak lama terdengar suara parau dari ujung telepon.


Neta : " Mas Dika "

__ADS_1


Dika : " Sayang.. maaf aku baru bisa kabarin kamu, Alhamdulillah semua pelaku sudah tertangkap "


Neta : " Alhamdulillah.. Mas.. kamu baik-baik aja tapi kan ? "


Dika : " I.. iya sayang.. aku baik-baik aja, selesai dikantor aku nanti pulang ya.. "


Neta : " Iya Mas.. kamu hati-hati ya "


Dika : " Iya.. kamu juga hati-hati hari ini kamu ke perusahaan kan ?


Neta : " Iya Mas "


Dika : " Ya udah kamu terus bangun ya, sebentar lagi adzan subuh, Aku juga ini masih dijalan menuju mako, aku tutup ya.. "


Neta : " Iya Mas "


Klik telepon di tutup.


Dika menyimpan kembali ponselnya lalu sedikit menyenderkan punggungnya ke senderan jok mobil.


" Dik, wajah kami loh itu " ucap Kevin.


" Kena tonjok tadi, baru kerasa juga nih agak kebas " balas Dika meraba tulang pipinya.


" Besok-besok pakai helm aja deh daripada wajah jadi korban, nanti kegantengan nya sedikit berkurang " ucap Kevin lagi membuat seisi mobil tertawa.


" Ada-ada aja, wajah kamu juga tuh bengep semua " susul tawa Dika


" Parah bener.. tapi aku puas sih semua ketangkep, target kita itu semua kan ? " tanya Kevin.


" Sesuai catatan sih udah, semoga jaringannya cukup sampai ini aja "


" Yap.. bener banget "

__ADS_1


Mereka telah sampai Di Mako.. semua korban dan para pelaku sudah diturunkan dari dalam mobil, korban dan pelaku akan dimintai keterangan terlebih dahulu.


Setelah dimintai keterangan para korban akan dikumpulkan terlebih dahulu, mereka akan menjalani proses self healing yang dibantu oleh beberapa polisi wanita untuk menyembuhkan diri dari gangguan psikologis seperti trauma yang mereka alami selama terjadi penyekapan sebelum mereka dijual.


__ADS_2