Diam Diam Jatuh Cinta

Diam Diam Jatuh Cinta
BAB 125


__ADS_3

Dika sedang berada di kantornya, seluruh anggota diminta untuk memperbaharui beberapa data untuk keperluan kedinasan termasuk Dika.


Dika sedang mencari beberapa file yang dibutuhkan di emailnya biasanya ia menyimpan data kedinasannya di dalam email agar sewaktu-waktu dibutuhkan tidak perlu pusing mencari.


Beberapa file sudah ia temukan, ia kembali mencek file agar tidak salah kirim. Ia meneliti nama, tanggal lahir alamat tinggal dan beberapa informasi lain yang dibutuhkan, saat file berpindah ke data istrinya Dika sedikit terhenyak melihat tanggal lahir Neta.


Ia langsung melihat ke arah kalender yang tersimpan di meja kerjanya. Ia mencocokan tanggal dikalender dengan tanggal lahir istrinya.


" Ternyata besok Neta ulangtahun, hampir lupa.. untung liat file ini, terima kasih file kamu sudah mengingatkanku " gumam Dika sambil tersenyum.


Data sudah dikirimkan, setelah mengirimkan data Dika kembali teringat akan ulang tahun istrinya esok hari.


" Duh.. besok hari kerja, kerjaan numpuk lagi.. apa mungkin aku bisa pulang cepet " gumam Dika lagi menyenderkan tubuh ke kursi kerjanya.


Memang akhir-akhir ini Dika kembali dengan kesibukan nya yang menyita waktu, banyak hal yang harus Dika selesaikan, yang membuat Dika pulang ke rumah menjadi malam atau bahkan sudah larut. Belum lagi ia harus tetap siap jika dibutuhkan oleh perusahaan, beberapa laporan yang harusnya dikoreksi oleh Neta, sekarang menjadi tugas Dika yang dibantu oleh Tio dan Lisa.


Walaupun Neta sudah amat sangat mengerti pekerjaan suaminya, namun tetap Dika merasa khawatir karena kondisi Neta yang sedang hamil tua, apalagi semenjak Neta sering merasakan kontraksi pada kehamilannya, pikiran Dika selalu terbagi-bagi antara pekerjaan dan istrinya di rumah.


Untung ia mempunyai Mbok Sum yang selalu siap mengikuti perintah Dika, sehingga Dika sedikit menjadi tenang meninggalkan Neta di rumah.


Dika masih memikirkan apa yang akan ia berikan untuk istrinya, ia melihat saldo rekeningnya dari gaji ia diperusahaan.


" Neta itu paling senang jika diberi makanan dan uang " gumam Dika lalu tertawa kecil, namun ia berniat ingin memberikan sesuatu kepada istrinya.


" Alhamdulillah sepertinya masih cukup beli kado untuk Neta " batin Dika.


Namun ia bingung kapan ia ada waktu untuk membeli kadonya, setelah berpikir keras Dika menemukan ide, ia teringat jika Ayahnya memiliki relasi bisnis seorang pengusaha perhiasan, ia pun kenal baik dengan anaknya pengusaha itu, Dika mengambil ponselnya lalu mencari-cari kontak setelah menemukan kontaknya ia langsung menghubungi nomor anak rekan kerja Ayah nya.


Dika : " Halo .. Rey "


Reyno : " Halo.. Pak Dika apa kabar, sudah lama nih kita gak ketemu "

__ADS_1


Dika : " Iya nih.. Alhamdulillah kabar baik, gimana ? perusahaan aman ? "


Reyno : " Alhamdulillah.. walaupun ya harga emas dunia sedang turun, tapi kita syukuri saja "


Dika : " Betul.. kita hanya patut bersyukur bagaimana pun keadaanya "


Dika mengutarakan maksud dan tujuannya, Reyno pun menyanggupi untuk mengirimkan pesanan Dika, namun sebelumnya Reyno mengirimkan beberapa contoh perhiasan untuk Dika pilih, setelah menemukan yang cocok Dika kembali mengkonfirmasi pesanannya setelah itu Dika melakukan pembayaran.


Dika merasa tenang, karena ia meminta Reyno untuk mengirimkan pesanan nya ke kantor. Satu permasalahan sudah dapat diatasi tinggal satu lagi, ia memikirkan untuk membeli kue ulang tahun, jujur saja ia tidak pernah melakukan hal-hal seperti ini, ini hanya terjadi setelah ia menikahi Neta.


Jika ingin merayakan ulangtahun kedua orangtuanya pun Dika hanya menyempatkan diri membawa orangtua ke tempat yang orangtuanya suka, namun sekarang karena ia sudah memiliki Neta ia ingin memberikan sesuatu kepada istri tercintanya agar suatu saat bisa Neta kenang.


Ia menghubungi Bian melalui ponselnya, tidak lama Bian datang masuk kedalam ruangan Dika lalu menghampiri nya.


" Siap Mas.. ada yang bisa saya bantu ? " tanya Bian.


" Hmm.. kamu ingat gak besok tanggal berapa ? " tanya Dika balik.


" Iya tanggal 10 itu tanggal apa ? " tanya Dika lagi.


Bian mengernyitkan dahinya, ia sedikit bingung dengan pertanyaan kakak iparnya.


" Kamu gak ingat ? " tanya Dika.


" Siap salah Mas " jawab Bian.


" Hmm.. " Dika menyodorkan file dari ponselnya yang berisi tanggal lahir Neta.


" Ya ampun.. Mas iya besok ulang tahun nya Mbak Neta " ucap Bian.


" Nah itu.. rencana nya saya mau beli kue untuk Mbak mu " balas Dika.

__ADS_1


" Hmm.. ya Mas.. "


" Bisa saya minta tolong ? " tanya Dika.


" Siap bisa Mas, pokonya saya akan belikan kue yang spesial untuk Mbak Neta "


" Oke sip.. saya percayakan ini ke kamu ya.. " ucap Dika.


" Oya Mas.. pake bunga jangan ? " tanya Bian.


" Hmm.. pake aja tapi jangan satu tangkai, satu buket kalo bisa "


" Siap Mas "


" Mawar pink ya.. " ucap Dika lagi.


" Siap Mas.. wah Mas Dika romantis banget sih.. pantesan Mbak Neta kelepek-kelepek " Bian menggoda.


Dika menatap Bian dengan tatapan intimidasi.


" Siap salah ! " ucap Bian sadar Dika sudah mengeluarkan jurusnya.


" Ini kamu pakai mobil saya aja, ini kuncinya, nanti kue dan bunganya kamu simpan di mobil aja " ucap Dika.


" Siap Mas.. saya pergi ya "


" Oke hati-hati "


Bian keluar ruangan Dika, ia berjalan menuju perkiraan mobil, hari ini memang Bian tidak terlalu sibuk, sebetulnya ia sedang bebas tugas, hanya saja ia lebih senang berkumpul dengan teman-teman nya di kantor, jadi saat dimintai tolong kakak ipar nya dengan senang hati ia bisa membantu.


Dika kembali dengan pekerjaan di kantor tidak terasa waktu sudah menjelang Maghrib namun pekerjaan Dika belum juga selesai, ia melihat Neta sudah menghubunginya beberapa kali, niat jahil Dika keluar, ia tidak membalas pesan dari istrinya, ia pastikan Neta akan menjadi kesal.

__ADS_1


Dika hanya tersenyum saat membaca pesan-pesan dari istrinya, ia lalu menyimpan kembali ponselnya tanpa membalas pesan Neta.


__ADS_2