
Pagi-pagi sekali Neta dan Dika sudah bangun, seperti biasa mereka akan melaksanakan shalat subuh terlebih dahulu, karena ini weekend kebetulan Dika pun tidak ada kegiatan di kantornya, sehingga Neta dan Dika bisa berada kumpul di rumah hari ini.
Neta dan Dika sudah berada di meja makan, tadi Neta sudah menyiapkan sarapan.
" Mas.. hari ini libur kan ? " tanya Neta.
" Hmm.. iyaa " jawab Dika sambil menyuapkan nasi ke mulutnya.
" Mmh.. ada rencana mau kemana gak Mas ? " tanya Neta lagi.
" Kemana ya.. kaya nya nggak deh.. aku cuma mau di rumah aja sama istriku.. sama anak-anak juga " ucap Dika menggoda Neta.
Ia tahu Neta biasanya ingin pergi keluar rumah hanya sekedar jalan-jalan mengajak kedua buah hati nya, apalagi sekarang Neta sudah kembali sibuk bekerja di perusahaan dan untuk Dika, Neta tidak terlalu banyak mengharapkan jika suaminya bisa libur lagi seperti sekarang, mungkin saja di weekend berikutnya Dika sedang ada pekerjaan sehingga ia tidak bisa libur.
" Di rumah aja ? " tanya Neta lagi meyakinkan.
" Kamu mau nya kemana Yang ? " tanya Dika balik.
" Ya kemana Kek, ajak si kembar jalan, kasian loh Mas.. mereka di rumah terus tiap harinya nunggu kita pulang kerja " jawab Neta.
" Si Kembar atau Mamanya nih yang pengen jalan ? " Dika kembali menggoda.
" Ya... sama lah.. aku juga Mas " Neta menyuapkan nasi ke mulutnya.
Dika hanya tertawa kecil.
" Iya sayang ayo.. kamu mau nya kemana ? " tanya Dika.
" Mhh.. yang enak kemana ya Mas.. kemana aja deh Mas yang penting jalan .. hahahha " jawab Neta menyudahi makannya.
" Oke, kita cari tempat yang namanya kemana aja " ucap Dika, ia pun mengakhiri sarapannya.
" Hmmm... " Neta merapikan piring dan gelas makannya.
Saat Neta sedang menyimpan piring dan gelas bekas makannya, disaat yang bersamaan terdengar suara orang masuk kedalam rumah.
" Assalamu'alaikum.. selamat pagi Mas Dika.. " ucap Bian.
" Wa'alaikumusalam.. eh Ian tumben pagi-pagi gak piket kamu ? " tanya Dika.
" Saya lusa Mas piketnya " jawab Bian menghampiri Dika ke meja makan.
" Oh ya, sini Ian sarapan belum ? " tanya Dika.
" Hmm.. belum sih Mas.. Belum dua kali " jawab Bian.
" Ambil piring ke Mbak mu di dapur " ucap Dika.
__ADS_1
" Nanti saja Mas.. masih kenyang " balas Bian.
Tidak lama Neta datang dari arah dapur menghampiri Dika, ia mendengar Dika sedang berbicara, penasaran ia mempercepat langkahnya.
" Ian ? tumben pagi-pagi " tanya Neta, lalu duduk di kursi makan.
" Hehe ia Mbak.. bosen di rumah, Ibu dan Ayah lagi ke undangan " ucap Bian.
" Lah kamu bukan nya anter Ayah dan Ibu malah kesini " balas Neta.
" Jauh Mbak.. katanya sih dimana itu, yang rekan kerja Ayah di kampus, lagian bareng-bareng rombongan gitu " ucap Bian lagi.
" Oh gitu.. hmm.. " Neta manggut-manggut.
Neta , Dika dan Bian ngobrol di ruang makan, tidak lama Neta beranjak dari duduknya untuk melihat Si Kembar yang sedang bersama Kiki.
" Aku liat Si Kembar dulu ya " ucap Neta.
" Iya sayang " Dika mengangguk lalu tersenyum.
" Ian.. kamu kalo mau minum ambil aja sendiri, mau makan juga atau mau apalah terserah ambil aja ya " ucap Neta lagi sambil berlalu.
" Siap Mbak.. " balas Bian.
Dika dan Bian kembali melanjutkan obrolan mereka, banyak yang mereka bahas, mulai dari urusan kantor dan kehidupan pribadi.
" Nanti juga ada waktunya Ian tenang aja " ucap Dika.
Disaat yang bersamaan terdengar bel rumah berbunyi. Dika segera beranjak dari duduknya, ia akan melihat lalu membuka pintu siapa yang bertamu ke rumahnya.
" Mau kemana Mas ? " tanya Bian melihat Dika sudah berdiri dari duduknya.
" Itu kaya nya ada tamu, Mas buka dulu ya " ucap Dika.
" Mas ... sama aku aja, aku aja yang buka pintu " susul Bian berdiri dari duduknya.
" Oke.. " Dika kembali duduk di kursinya.
Bian berjalan menuju pintu utama, ia membuka pintu, betapa terkejutnya Bian, seorang wanita muda membawa satu jinjingan paper bag berdiri dihadapannya.
" Pagi Mas.. Mbak Neta nya ada ? " ucap wanita itu, sambil melemparkan senyum.
" Pa..pagi... oh.. Mbak Neta ? a..ada kok.. sa saya panggilin ya " ucap Bian salah tingkah.
" Oh Mas.. tidak perlu, saya hanya ingin memberikn ini " wanita itu menyerahkan satu paper bag ke Bian.
" Ya.. apa ini ? " tanya Bian.
__ADS_1
" Untuk keluarga Mbak Neta, dari Ibu ku, kemarin ia kunjungan kerja dari kota Batu Malang, ada oleh-oleh sedikit untuk Mbak Neta dan keluarga " jawab wanita itu.
" Oh.. ya terima kasih banyak, nanti saya sampaikan " ucap Bian.
" Mhh.. Mari Mas saya permisi " balas wanita itu.
" Eh.. euuhh.. tunggu "
Wanita itu kembali membalikkan badannya.
" Iya kenapa Mas ? " tanya nya lagi.
" Mmhh... gak mampir dulu ? " ucap Bian menawarkan.
" Tidak usah Mas terima kasih, lain kali saja, saya permisi " wanita itu berlalu melangkahkan kakinya keluar halaman rumah Neta dan Dika, Bian memperhatikan kemana wanita itu pergi, ternyata benar ia masuk kesebelah rumah kakaknya.
Bian tersenyum sendiri, seperti kata pepatah pucuk dicinta ulam pun tiba. Wanita yang ingin dikenali nya ternyata baru saja berada di depan matanya.
Bian masuk kedalam rumah sambil senyum-senyum sendiri, Neta yang melihat pintu utama rumahnya terbuka, mencoba menghampiri Bian, ia melihat Bian masuk kedalam rumah sambil menenteng paper bag, membuat Neta heran sendiri.
" Ian ? kamu dari mana ? itu apa ? " tanya Neta, membuyarkan khayalan Bian.
Dika pun yang tadinya fokus pada ponselnya melihat ke arah Neta dan Bian.
" Siapa Ian yang datang ? " tanya Dika.
" Itu loh Mas Mbak, tadi yang sebelah rumah kesini, ini ngasih oleh-oleh dari Batu, Malang untuk Mbak dan Mas " Bian menyerahkan paper bag ke Neta.
" Sebelah rumah persis ? " tanya Neta.
" Iya Mbak " jawab Bian.
" Mas ini yang waktu ngasi oleh-oleh Yogyakarta juga kan ? " tanya Neta.
" Kayanya sih iya " jawab Dika, kembali ke layar ponselnya.
" Terus yang kesini nya siapa ? " tanya Neta.
" Mmh.. itu Mbak.. cewek yang aku ceritain kemarin " Bian melebarkan senyumnya.
" Hmm... " Dika mendongkakan wajahnya.
Neta melihat ke arah Bian dan Dika.
" Hmmm.. ada yang seneng nih ? " ucap Neta.
Bian hanya melebarkan senyumnya.
__ADS_1
" Bakal ada yang sering kesini kalo kaya gini ceritanya Yang.. " susul Dika.
Bian hanya tertawa mendengar ucapannya dari Mbak dan kakak iparnya.