Diam Diam Jatuh Cinta

Diam Diam Jatuh Cinta
BAB 221


__ADS_3

Ibu, Dika dan Neta sedang berada di ruang keluarga bersama si kembar, Neta memperhatikan kedua anaknya yang sedang bermain.


" Kapan kalian berangkat ? " tanya Ibu.


Neta menoleh ke arah suaminya.


" Hmm.. pesawat sore Bu " jawab Dika.


" Kok kalian belum siap-siap ? siap-siap dulu lah mumpung anak-anak anteng " ucap Ibu.


" Bu.. beneran gak apa-apa, kita gak ajak si kembar ? " tanya Neta tidak enak.


" Gak usah dipikirin Net, kalian butuh liburan berdua juga kan, udah ayo sana " ucap Ibu menyuruh Neta untuk segera bersiap.


" Nanti kalo aku kangen anak-anak gimana ? " ucap Neta sendu.


" Hemm.. Net.. masih ada telepon, bisa telepon bisa video call, kamu jangan kecewain suami kamu, dia udah bela-belain cuti buat kalian bisa liburan, kasian juga dia butuh liburan, suami kamu pasti penat banget karena kerja terus, iya kan Nak Dika ? " tanya Ibu memastikan.


Dika hanya tersenyum sekilas.


" Iya Bu.. makasih ya Bu.. " susul Neta memeluk Ibu nya.


Neta lalu mengajak Dika untuk merapikan barang bawaan mereka, Ibu hanya tersenyum melihat Dika dan Neta, Ibu bersyukur dengan keharmonisan rumah tangga anak nya, ia berdo'a semoga rumah tangga Neta dan Dika selalu seperti itu, ia pun benar-benar bahagia karena Dika sangat menyayangi Neta.


...****************...


Neta merapikan beberapa baju yang akan ia kenakan nanti, sekitar 5 hari mereka akan berada di Bali.


" Mas kita yakin 5 hari disana ? " tanya Neta.


" Iya, kamu mau nya berapa hari ? Seminggu ? sebulan ? " tanya Dika balik.


" Hmm.. jangan lama-lama nanti aku kangen si kembar " jawab Neta.


" Iya.. 5 hari aja cukup ya ? " ucap Dika yang duduk di sofa berselonjor.


" Hmm.. " Neta mengangguk.

__ADS_1


Neta merapikan bajunya dan juga baju suaminya ke dalam koper, beberapa perlengkapan yang mereka butuhkan juga sudah Neta rapikan kedalam koper. Setelah semua siap terdengar sayup-sayup suara Adzan dari mesjid komplek perumahan nya.


Dika beranjak dari duduknya, menghampiri Neta.


" Yang.. solat dulu.. udah solat kita langsung berangkat " ucap Dika berjalan menuju kamar mandi mengambil air wudhu.


" Iya Mas.. " ucap Neta menyimpan koper dekat pintu kamar agar mudah untuk membawanya nanti.


Setelah Dika selesai berwudhu giliran Neta yang mengambil air wudhu. Dika sudah menebarkan sejadah, menunggu istrinya selesai berwudhu.


Mereka berdua melaksanakan shalat Dzuhur berjamaah, selesai shalat Neta merapikan mukena dan sejadah habis pakai mereka menyimpannya kembali ke tempat penyimpanan.


Neta memeriksa tas nya kembali khawatir ada yang tertinggal. Dirasa semua siap Neta mengajak Dika untuk turun kebawah pamit kepada Ibu dan Mbok Sum. Karena selama Neta ke Bali, Ibu akan menginap di rumah Neta menemani si Kembar.


" Mas.. tas kamu awas ketinggalan, handphone, dompet, kacamata hitam, .... " Neta terus mengabsen barang-barang pribadi suaminya yang kadang Dika lupa membawanya.


" Udah sayang.. masuk tas aku semua " ucap Dika.


" Oke.. yuk " ajak Neta.


" Berantakan ya jilbab aku ? " tanya Neta.


" Nggak .. aku rapihin dikit aja " jawab Dika lalu mengecup pipi istrinya sekilas.


Neta membulatkan matanya.


" Mmmm... Mas... "


" Udah ayo turun " Dika menarik kopernya keluar kamar, Neta mengekori Dika menuruni anak tangga.


Dika dan Neta menghampiri Ibu dan si kembar yang masih bermain di ruang tengah.


" Mama.. " Nala menoleh ke arah Neta yang melihat Mama nya sudah rapi.


" Sayang.. peluk Mama.. Mama pergi dulu ya.. gak apa-apa ya ditinggal sama Mama dan Papa dulu, Nala dan Nathan disini sama Oma ya " ucap Neta.


" Oma ? " tanya Nala.

__ADS_1


" Iya sayang sama Oma " jawab Neta.


" Nathan sayang.. kok kamu cuek sih.. malah anteng main, salim dulu, peluk dulu Mama nya " ucap Neta.


Nathan yang melihat ke arah Mama nya langsung berlari memeluk.


" Sayang Mama.. baik-baik sama Oma ya " ucap Neta.


Dika pun memeluk dan menciumi kedua anaknya, Nala dan Nathan sama sekali tidak menangis padahal kedua orangtuanya sudah berpakaian rapi, biasanya jika melihat Neta sudah berpakaian rapi mereka merengek minta ikut.


" Bu.. kami berangkat dulu, titip anak-anak Bu.. " ucap Neta.


" Iya sayang.. jangan khawatirin anak-anak, Ibu akan disini bersama mereka, paling nanti diajak main Om nya kalo dia pulang " ucap Ibu.


" Iya Bu.. "


" Bu.. kami permisi.. ibu hati-hati di rumah, terima kasih banyak ya Bu " ucap Dika.


" Sama-sama Nak Dika.. " balas Ibu tersenyum.


" Ibu antar sampai depan " ucap Ibu.


" Gak usah Bu, Ibu disini aja sama anak-anak, kasian nanti kalo ngeh kita berangkat anak-anak malah nangis pengen ikut " balas Neta.


" Hmm oke.. taxi nya sudah ada ? " tanya Ibu.


" Sudah Bu, kami berangkat ya.. Assalamu'alaikum "


" Assalamu'alaikum "


Mereka menyalami orangtua dan mertuanya.


" Wa'alaikumusalam.. hati-hati.. have fun ya sayang.. " ucap Ibu sedikit teriak.


Neta dan Dika masuk kedalam mobil setelah kopernya disimpan kedalam bagasi dibantu oleh supir taxi, taxi melaju meninggalkan rumah menuju Bandara, menurut jadwal Neta dan Dika akan sampai di bali sekitar pukul 6 sore.


🌹🌹🌹

__ADS_1


__ADS_2