
The Royale Wedding Organizer
Neta kembali mencoba kebaya yang akan digunakan saat akad dan resepsi pernikahan nanti, Neta menginginkan konsep pernikahan yang kental dengan adat dan kebudayaan. Dika mengikuti saja apa keinginan calon istrinya.
" Mbak Neta sudah pas ya baju nya, saya harap pertahankan berat badan nya ya " ucap pemilik WO
" Semoga Mbak hehehe " Neta hanya tertawa kecil.
" Untuk Mas nya juga sudah pas semua ya ? " tanya pemilik WO lg.
" Sudah Mbak "
" Untuk semua keperluan pernikahan baik akad maupun resepsi Alhamdulillah disini pun kami sudah mempersiapkan nya tinggal menunggu harinya saja "
" Alhamdulillah.. terima kasih banyak Mbak "
" Sama-sama, terima kasih juga Mbak Neta dan Mas Dika sudah mempercayakan hari spesialnya kepada kami, The Royale Wedding organizer "
" Tentunya, karena untuk The Royale Wedding organizer sudah tidak diragukan lagi " balas Neta.
" Kalau begitu kami permisi " ucap Dika.
" Baik.. silakan.. terima kasih banyak "
Dika dan Neta diantarkan sampai depan Lobby kantor The Royale Wedding organizer oleh pemilik WO. Dika dan Neta berjalan menuju tempat parkir, mereka masuk kedalam mobil, mobil melaju meninggalkan kantor The Royale Wedding organizer.
Di dalam perjalanan tanpa terduga terdengar bunyi dari perut Neta, membuat Dika langsung menoleh ke arahnya.
" Kamu lapar? " tanya Dika sedikit tertawa.
" Eh.. heheheh sedikit " jawab Neta sedikit malu.
" Ya sudah kita makan dulu, tadi sih diajak makan berat gak mau " Dika ngedumel.
" Kan kamu yang ajak aku ke cafe, jadi cuma ngemil doang " Neta tak mau kalah.
" Iya ! " jawab Dika singkat, ia tidak ingin berdebat dengan Neta karena akan susah mengakhiri perdebatan nantinya.
Dika membelokkan mobilnya ke sebuah Restoran yang ia lalui, Neta pun tidak protes karena memang ia merasakan perutnya yang sudah keroncongan karena lapar.
Dika memarkirkan mobil, lalu mematikan mesin mobilnya. Neta sudah bersiap untuk turun.
" Ayo Ka turun " Neta sudah tidak sabar.
Dika masih diam di tempatnya. Neta sudah turun dari mobil Dika lalu menutup pintunya. Ia masih menunggu Dika turun namun tak kunjung turun dari dalam mobil.
__ADS_1
" Ck.. Dika ngapain sih ? " gumam Neta.
Lalu ia berjalan, menuju pintu kemudi, ia mengetuk kaca pintu mobil Dika. Dika membuka setengah kaca jendelanya.
" Tunggu apalagi Ka ? " tanya Neta.
Seketika Dika semakin bad mood karena Neta kembali memanggilnya dengan sebutan nama. Neta tidak sadar akan hal itu.
Akhirnya Dika turun dari mobil, mengekori Neta masuk ke dalam Restoran.
Mereka berdua disambut oleh pelayan restoran, setelah memilih tempat duduk, Neta dan Dika mulai memilih makanan yang akan mereka berdua makan.
Dika berusaha untuk menetralkan suasana walaupun ia agak sedikit bad mood, padahal tadi ia sudah merasa sedikit senang karena Neta sudah mau memanggilnya dengan sebutan Mas.
( Perkara sebutan aja bikin Dika bad mood ya.. 😀😀🤠)
Tidak lama pesanan Neta dan Dika datang, pelayan mengantarkan semua makanan dan minuman yang mereka pesan lalu menyimpannya di meja yang Neta dan Dika duduki. Disaat yang bersamaan ada seorang wanita yang menghampiri meja Neta dan Dika.
" Hai.. Dika " wanita itu langsung menyapa.
Dika menoleh kearah sumber suara.
" Eh Bella kan ? " tanya nya.
" Hmm " Dika hanya tersenyum.
" Kamu sama.... ? " Bella menoleh ke arah Neta. Neta pun ingat-ingat lupa kepada Bella, Bella adalah teman satu sekolahnya dulu, namun mereka berbeda kelas dan Neta memang tidak terlalu akrab dengan Bella.
" Neta kan ? " tanya Bella.
" Iya.. " Neta pun tersenyum.
" Masih inget aku ? " tanya Bella lagi.
" Inget sih, tapi inget-inget lupa gitu hehe " Neta sedikit tertawa.
" Hmm.. aku yang gak akan lupa sama kalian loh, kalian kan tom and jerry nya di sekolah dulu " ucap Bella.
" Hahaha.. masih inget aja kamu " balas Dika.
" Kok kalian ? pasti sahabatan banget sampe sekarang ya, aku seneng loh.. iri loh sama kalian bisa sahabatan sampe sekarang, aku aja udah jarang banget ketemu sama temen-temen SMA dulu "
Neta hanya tersenyum yang dipaksakan.
" Iya dong.. Oya boleh gabung gak nih ? " tanya Bella
__ADS_1
" Oh.. ya silakan " jawab Dika.
" Neta ? " Bella menoleh ke arah Neta.
" Boleh dong, ayo duduk "
" Makasih yaa.. "
Bella langsung duduk, dari awal duduk Bella tidak berhenti berbicara, ia terus saja mengajak ngobrol Dika, tanpa menoleh ke arah Neta. Neta merasa tidak dianggap berada diantara mereka oleh Bella.
Selera makan Neta langsung berubah, melihat Dika begitu sangat akrab dengan Bella, walaupun Bella teman sekolah mereka, namun tetap saja sepertinya ada yang lain perlakuan Bella kepada Dika.
Neta berusaha untuk tetap tenang, ia makan semampunya, saat Dika sedang makan, ada sedikit sisa makanan di ujung bibirnya. Bella terus saja mengajak ngobrol Dika mengingat masa-masa sekolah dulu.
" Eh sebentar Dik " Bella mengambil tisu yang berada di meja lalu mengusapkan ke bibir Dika.
Dika sedikit kaget atas perlakuan Bella, begitupun Neta yang kaget atas perlakuan Bella kepada Dika. Seketika wajah Neta berubah, Dika menyadari hal itu.
Neta sesekali melihat Dika dengan tatapan intimidasi.
Sampai akhirnya, Dika mengakhiri makan nya, karena ia pun langsung tidak berselera makan, setelah perlakuan Bella kepadanya yang dilihat langsung oleh Neta. Ia pastikan Neta akan kesal dengan kejadian tadi.
" Hmm.. oya udah sore juga nih, lagipula aku dan Neta udah selesai makan, aku pamit duluan ya.. " Dika mengakhiri obrolan dengan Bella.
" Kok buru-buru sih, padahal aku masih kangen loh sama kalian " ucap Bella.
" Ayo sayang.. " Dika mengandeng tangan Neta.
Bella yang mendengar ucapan dan perlakuan Dika ke Neta menjadi kaget sendiri.
" kalian ? " Bella melihat ke Neta dan Dika bergantian.
Dika hanya tersenyum.
" Kami duluan ya.. oya nanti hadir ya di acara pernikahan kami, undangannya akan menyusul "
" Hah.. undangan ? "
Dika dan Neta berlalu meninggalkan Bella. Bella masih terdiam di tempatnya, lalu ia menghempaskan tubuhnya keatas kursi.
" Dika mau nikah sama Neta ? jadi mereka ? aarrgghhhh " Bella memukul meja yang ada di depannya membuat semua pengunjung restoran menoleh ke arahnya.
" Ck... kenapa baru sekarang sih aku ketemu Dika.. dia gak sadar apa kalo dari jaman sekolah dulu aku naksir dia.. " batin Bella.
Bella lalu memutuskan untuk pulang ke rumah, dengan berbagai penyesalan yang ada dihatinya, ternyata Bella pun naksir Dika dari semasa sekolah dulu. Bella berjalan menuju parkiran ia berharap Dika masih ada di parkiran, ia ingin melihat Dika untuk yang terakhir kalinya, ia sepertinya tidak akan sanggup jika harus datang ke acara pernikahan Dika dan Neta. Karena saat ini Bella sungguh merasakan yang sebenar-benarnya patah hati.
__ADS_1