Diam Diam Jatuh Cinta

Diam Diam Jatuh Cinta
BAB 98


__ADS_3

Markas Komando


" Dikaaa.... Mahardika Bimantara " ucap wanita itu mengeraskan suara nya.


" Bu..Bu.. Mbak eh apa sih.. tolong untuk tenang ini kantor polisi tidak bisa seenaknya seperti ini " ucap Anggota di penjagaan.


" Saya ingin bertemu dengannya ! "


" Iya tapi ibu nya tenang dulu " salah satu anggota memegangi wanita itu, karena berniat untuk merusak segala barang yang ada dihadapannya.


Disaat yang bersamaan karena mendengar ribut-ribut di luar Dika, Al, Kevin, Aldo dan Gino melihat keributan di luar.


Dika terhenyak kaget karena wanita yang membuat ribut itu adalah Prisilla.


" Tolong lepaskan, bawa dia kedalam " ucap Dika.


Dika berjalan menuju ruangannya disusul oleh anggota yang mendampingi Prisilla, Dika meninggalkan rekan-rekan nya yang masih bingung siapa wanita itu.


" Siapa sih ? " tanya Kevin.


" Dikaa.. ckckckck " ucap Al menggeleng kan kepalanya.


" Susah ya punya abang artis banyak penggemar nya " ucap Aldo.


Dika berjalan melewati ruangan Keysa, Dika membuka sedikit pintu ruangan lalu memanggilnya.


" Keys.. ikut saya "


" Siap Bang ! " Keysa berjalan mengikuti Dika.


Sampai di ruangan rapat Dika, Keysa, Prisilla dan satu anggota yang berjaga jika sewaktu-waktu Prisilla kembali mengamuk.


" Silakan duduk " ucap Dika datar.


" Gak perlu ! langsung aja ya.. maksud kedatangan aku kesini, aku mau bikin perhitungan sama kamu ! " ucap Prisilla berapi-api.


" Perhitungan apa lagi ? " tanya Dika.


" Kamu.. kamu yang menjebloskan orangtuaku ke penjara kan ? kamu tahu, hasil persidangan orangtuaku dinyatakan bersalah dan dituntut 20 tahun penjara, kamu gak mikirin gimana nasib aku, nasib ibu aku hah ?! " ucap Prisilla emosi.


Dika masih menyimak apa yang Prisilla ucapkan begitupun Keysa dan satu anggota yang lain.

__ADS_1


" Aku harus memikirkan keluarga mu ? bagaimana dengan Ayah mu yang berniat mencelakai istriku ? " ucap Dika.


" Apa peduliku dengan istrimu ! "


" Sama.. apa peduli ku dengan kamu dan keluargamu, aku sudah mengetahui semuanya.. Ayah mu yang menceritakan kepadaku semua nya.. tidak ada alasan aku untuk tidak menjebloskan Ayahmu kedalam penjara, karena Ayah mu sudah mengakui apa yang ia perbuat dan sekarang ia harus mempertanggungjawabkan atas apa yang sudah ia lakukan " ucap Dika santai.


Prisilla semakin emosi, bisa-bisa nya Dika berbicara seperti itu.


" Atau.. kamu pun ingin menyusul Ayah mu ke penjara ? " susuk Dika.


Prisilla semakin geram.


" Awas ya kamu Dika.. aku pastikan hidupmu tidak akan tenang terutama istrimu ! " Prisilla membalikkan badannya lalu pergi keluar meninggalkan Dika dan Prisilla, anggota tadi mengikuti kemana Prisilla pergi, hingga akhirnya Prisilla memang pergi meninggalkan tempat kerja Dika.


Dika menghela nafas panjang.. ia menghempaskan tubuhnya ke senderan kursi.


" Huuuuhhhhhhhh... fuuhhhhh " Dika memijit sedikit pelipisnya.


Keysa yang melihat Dika sedikit menghampiri lalu duduk tepat di depan Dika.


" Bang.. jadi Prisilla itu anaknya Pak Robby ? " tanya Keysa.


" Jadi maksudnya dia gak terima ayah nya dipenjara ? " tanya Keysa lagi.


" Ya, kurang lebihnya seperti itu "


" Ckckckckc.. " Keysa pun tidak habis pikir.


" Tapi Bang, seperti nya abang dan istri abang harus hati-hati juga terhadap wanita tadi, karena aku lihat dari raut wajahnya sepertinya dia seseorang yang nekat " ucap Keysa.


" Ya.. dia dulu juga sempat membuat onar terhadap istriku di perusahaan orangtua ku " ucap Dika.


" Tuh kan.. apalagi Bang.. kita harus waspada Bang tidak selamanya orang-orang menyukai kita, bisa saja mereka juga berniat tidak baik terhadap kita, tidak terhadap kita terhadap keluarga kita " ucap Keysa.


" Betul Keys.. " ucap Dika.


Disaat yang bersamaan Dika membuka ponselnya ia melihat ada beberapa pesan masuk, ia melihat ada pesan masuk dari istrinya, setelah telepon nya terputus Neta langsung mengirimkan pesan kepada suaminya, karena ia merasa khawatir apa yang terjadi di kantor suaminya.


Mas.. ada apa seperti ribut-ribut, kalo kamu sudah baca pesan ini tolong kabari aku secepatnya


Begitu lah isi pesan Neta kepada Dika. Dika hanya tersenyum lalu mengarahkan ponselnya ke pengaturan kamera.

__ADS_1


" Keys.. simpan ponsel saya di depan, pake mode timer aja " ucap Dika.


" Aku fotoin aja Bang.. "


" Kamu juga ikut foto " ucap Dika.


" Hah.. " Keysa merasa heran.


" Buat dikirim ke istriku " ucap Dika.


" Oh.. siap Bang " Keysa tertawa.


Cekrek..


Ponsel kembali diserahkan ke Dika, Dika langsung mengirimkan foto nya ke Neta.



Sayang.. udah aman kok.. semua aman.. aku sekarang sedang bersama Keysa.. Juniorku di kantor..


Pesan terkirim.. disaat yang bersamaan Kevin, Aldo, Gino masuk ke ruangan meeting.


" Gimana Dik ? Itu.. siapa ?" tanya Kevin.


" Hmm.. anaknya Pak Robby " jawab Dika.


" Oh Bang, itu yang sempet abang cerita, dia yang ditonjok sama istri abang ? " tanya Aldo.


" Calon istri waktu itu " Dika tertawa


" Tapi bagus Bang, melihat perangainya wajar jika istri abang bersikap seperti itu " ucap Aldo.


" Hahaha padahal aku sudah memperingatkan dia, bahaya juga jika Prisilla melaporkan tindakannya "


" Hmm... ckckck Dika Dika.. urusan kiriman makanan belum selesai, datang lagi wanita yang minta dinikahin " ucap Kevin.


" Apa sih kamu ckck.. " ucap Dika.


" Gak ada yang lain selain istriku ! " ucap Dika lagi.


" Siap salah " ucap Kevin seraya disusul oleh tawa dari semuanya.

__ADS_1


__ADS_2