Diam Diam Jatuh Cinta

Diam Diam Jatuh Cinta
BAB 68


__ADS_3

Neta sudah berada di lantai 14 ia berjalan menuju ruangan Ayah mertuanya disana sudah ada Tio yang selalu standby di meja nya.


" Pagi Pak Tio ? " ucap Neta membuat Tio terperanjat.


" Mbak Neta.. eh Bu " ucap Tio langsung berdiri.


" Pak Tio.. tidak usah seperti itu, panggilan seperti biasa aja " Neta menghampiri Tio.


" Oya.. nanti beritahu saya ya, apa saja yang harus saya kerjakan " ucap Neta.


" Mhh.. Baik Mbak Neta.. nanti saya akan kirim beberapa laporan yang harus Mbak Neta cek " balas Tio.


" Oke kalau gitu, saya ke ruangan dulu "


" Baik Mbak, oh ya.. bagaimana keadaan Pak Arman Mbak ? " tanya Tio.


" Sudah berangsur pulih, hanya saja masih harus banyak istirahat.. " jawab Neta.


" Ya.. baiklah kalau begitu " Tio kembali duduk di kursinya sedangkan Neta berjalan menuju ruangannya sekarang.


Di depan pintu ruangan Neta membaca namanya terpampang disana.


" Ganeta Nayanika, CEO " gumam Neta.


Ia langsung membuka pintu ruangan, lalu masuk dan suasana di ruangan menjadi berubah, Neta berjalan melihat sekeliling ruangan lalu ia terhenti di kursi kebesaran Ayah mertuanya yang sekarang akan menjadi kursi kebesaran dirinya.


Ia duduk lalu melihat ke arah meja ada foto dirinya bersama sang suami.


" Ya Tuhan.. semua sudah dipersiapkan untukku kah ? " batin Neta mengambil foto dirinya dan Dika.


" Hanya dalam satu hari isi ruangan sudah berubah, aku tidak boleh mengecewakan Ayah.. Ayah sudah mempercayakan perusahaan ini kepadaku.. bantulah aku Ya Allah.. " gumam Neta kembali menyimpan fotonya ke meja.


Ia mulai menyalakan laptop di hadapannya, semua data perusahaan yang dikirim oleh Tio sudah terhubung semua ke laptopnya. Neta mulai dengan pekerjaan baru nya hari ini, mulai membaca-baca laporan dan melihat beberapa jadwal yang akan dihadiri oleh presdir MGM Grup beberapa waktu kedepan.


" Hah... ini jadwal atau apa ? padet banget.. " gumam Neta.


Ia terus saja melihat jadwal,mulai mencek beberapa laporan yang masuk dari setiap divisi.


" Kerjaan Ayah seperti ini ? aku aja yang baru banget ngeliatnya udah pusing sendiri.. " Neta mengusap kasar wajahnya.


" Aku harus tetep semangat ! " ucap Neta.


Tidak lama pintu ruangan diketuk.


" Masuk " ucap Neta.


Indri masuk kedalam ruangan.


" Permisi.. pagi Bu Neta "


" Kak Indri.. ih sini.. "

__ADS_1


Indri menjadi canggung, ia bingung.. ia ingin langsung memeluk Neta namun ia mempunyai etika jika Neta sekarang adalah bosnya.


" Kak Indri .. kenapa kok aneh ? " tanya Neta.


" Bu.. aku bingung ... kamu adikku.. tapi sekarang menjadi bos ku.. ini masih lingkungan kantor " ucap Indri.


" Kak.. enggak apa-apa dong, kita masih sama kok.. "


" Aku yang gak enak say.. " ucap Indri.


" Hmm.. ayo duduk Kak " balas Neta.


Indri duduk tepat di depan Neta.


" Oya.. ada apa Kak ? " tanya Neta.


" Aku mau nyerahin laporan ini " ucap Indri.


" Oh ya.. jadi tugas aku di HRD Kakak yang ganti ya ? " tanya Neta lagi.


" Iya.. sebelum ada karyawan baru sih aku yang pegang " ucap Indri.


" Semangat ya Kak.. " Neta mengangkat tangannya.


" Pastinyaa tetap semangat ! " balas Indri mengangkat tangannya juga disusul tawa dari mereka berdua.


" Hmm.. kita gak bisa makan siang bareng lagi dong ? " tanya Indri.


" Hmm.. oke deh.. kalo gitu aku balik ke ruangan lagi ya.. " balas Indri.


" Oke Kak.. semangat ya.. "


" Semangat ! "


Indri keluar ruangan Neta, ia kembali keruangannya.


Neta kembali fokus pada laptopnya. Memeriksa beberapa laporan yang masuk, sesuai jadwal hari ini akan ada meeting dengan salah satu pimpinan anak perusahaan yang berada di luar kota.


Tidak lama terdengar dering telepon melalui interkom.


Neta : " Ya.. halo "


Tio : " Mbak.. sekitar 15 menit lagi jadwal meeting dengan pimpinan anak perusahaan "


Neta : " Oh ya, Baik Pak Tio terima kasih "


Tio : " Sama-sama Mbak "


Klik telepon di tutup.


Neta mempersiapkan kira-kira apa yang akan ia bawa untuk meeting nanti, Neta mulai membaca-baca materi meeting yang akan ia bahas dengan pimpinan anak perusahaan.

__ADS_1


Pintu ruangan Neta di ketuk, setelah dipersilahkan masuk, Tio masuk kedalam ruangan Neta.


" Mbak Neta.. pimpinan anak perusahaan sudah berada di ruang meeting " ucap Tio.


" oh ya Pak Tio " Neta langsung membawa laptop dan beberapa file materi.


" Saya bawakan Mbak ? " Tio menawarkan.


" Oh tidak usah Pak Tio, gak apa-apa saya bawa sendiri aja " Neta tersenyum sekilas.


" Baiklah .. " Tio mengekori Neta ke ruangan meeting.


Di ruang meeting sudah ada pimpinan anak perusahaan dan sekretaris nya.


" Permisi.. selamat pagi ucap Neta "


" Pagi.. perkenalkan saya Keynan dan ini sekretaris saya bernama Leo "


" Saya Ganeta, oya silakan duduk kembali " ucap Neta.


Selama meeting Tio menemani Neta, Tio sudah diperintahkan oleh Dika jika ada tamu laki-laki Neta harus ditemani oleh Tio mungkin dalam waktu dekat Neta akan memiliki asisten pribadi seorang wanita, untuk menemaninya jika ia harus berhadapan dengan klien.


Neta dan Keynan membicarakan perihal anak perusahaan MGM Grup yang bergerak di bidang ekspor import, mereka sudah mendengar jika salah satu penanam saham di MGM Grup sudah mengambil kembali saham nya, yang sedikit berimbas kepada anak perusahaan MGM Grup.


" Oke.. semua keluhan yang sudah diutarakan Pak Keynan, akan saya dalami dulu mungkin memang sedikit banyak nya ini akan berimbas ke perusahaan " ucap Neta.


" Ya seperti itu keadaan nya, saya harap semua akan kembali normal seperti biasa "


" Aamiin.. semoga, setelah ini saya juga akan rapat internal bersama dengan kepala setiap divisi, kita akan mencari solusi dan mungkin mencari perusahaan yang akan ikut bekerjasama dengan MGM Grup " susul Neta.


" Ya.. saya akan menghandle apapun yang terjadi di anak perusahaan, mungkin untuk disini semoga dengan memimpin nya Ibu Neta disini akan membawa kebaikan untuk perusahaan ini " ucap Keynan.


" Aamiin.. "


" Oke baik mungkin sampai sini dulu, saya permisi.. selamat siang " ucap Keynan.


" Siang " ucap Leo.


" Ya Siang " balas Neta.


" Siang " balas Tio.


Setelah kepergian Keynan dan Leo, Neta pun ikut keluar ruangan meeting yang diikuti oleh Tio.


" Pak Tio menurut Pak Tio gimana ? " tanya Neta.


" Ya benar sih, pasti berimbas juga, tapi kita tidak perlu khawatir, karena yang saya tahu Sandyakala Corp ia akan kerja sama dengan perusahaan ini, mungkin nanti bisa menutup kekurangan yang ada di anak perusahaan "


" Oh gitu ? Hmm.. semoga saja ya Sandyakala Corp segera mendeklarasikan jika perusahaannya bergabung bersama kita "


" Ya kita tunggu saja, pasti pimpinan Sandyakala Corp, akan kembali datang kesini "

__ADS_1


" Ya.. " Neta tersenyum sekilas ia kembali masuk keruangannya sedangkan Tio kembali ke meja kerjanya.


__ADS_2