
Komplek Perumahan Nirwana
Neta sedang menyiapkan untuk makan malam, ia menata makanan di meja makan, Mbok Sum membantu Neta merapikan barang-barang bekas pakai nya.
Terdengar suara deru mesin mobil memasuki garasi rumah.
" Sepertinya Mas Dika sudah pulang " gumam Neta, ia berjalan ke arah jendela ruang tengah yang mengarah ke garasi.
Terlihat Dika baru saja keluar dari mobilnya, ia membawa dua kantong ditangannya. Neta berjalan menuju pintu utama rumah, sebelum Dika memencet Bel Neta sudah lebih dulu membukakan pintu untuk Dika.
" Mas " Neta tersenyum.
" Assalamu'alaikum " Dika membalas senyuman istrinya.
" Wa'alaikumusalam " Neta mencium tangan suaminya, lalu Dika mengecup kening Neta sekilas, memegangi perut istrinya yang sudah sangat membuncit lalu mencium perut Neta.
" Mas itu apa, wangi nya beda " ucap Neta melihat ke arah kantong yang Dika pegang.
" Oya, ini buat kamu " Dika menyerahkan kantong itu kepada Neta.
Neta langsung membukanya.
" Ya ampun Mas.. tahu isi " Neta terlihat antusias.
" Terus ini satu kantong lagi apa ? " tanya Neta membuka kantong yang satunya.
" Tahu isi juga, banyak banget Mas, siapa yang mau makan ? " tanya Neta seraya berjalan menuju ruang makan disusul oleh Dika.
" Hmm.. " Dika menggeleng.
" Kamu beli nya kebanyakan kali Mas " ucap Neta sambil menggigit satu tahu isi dimulutnya.
" Ya udah lah gak apa-apa " Dika duduk di kursi makan.
" Iya.. tapi .. kamu yang.. " belum selesai Neta berbicara, Dika sudah memotongnya.
__ADS_1
" Nggak.. nggak aku.. " jawab Dika.
" Hmm.. Mas ini enak loh beneran " Neta kembali mengambil tahu isinya.
" Iyaa.. kamu makan aja sampe kenyang ya.. " ucap Dika ia merasa senang karena Neta bisa makan tahu isi favorit nya.
" Tapi ini gak akan habis Mas " balas Neta.
" Kan ada Mbok Sum atau kasihlah ke tetangga, aku makan satu atau dua aja " susul Dika.
" Ya udah deh.. oya kamu mau makan dulu atau mandi dulu Mas ? " tanya Neta.
" Mandi dulu aja deh, tanggung sebentar lagi Maghrib juga " ucap Dika.
" Oke "
" Aku ke kamar dulu ya " Dika berjalan menaiki tangga menuju kamarnya sedangkan Neta mengambil satu kantong tahu isi lalu ia berikan kepada Mbok Sum.
" Mbak.. ini tahu isi untuk siapa ? " tanya Mbok Sum.
" Kebanyakan Mbak "
" Iya tadi Mas Dika belinya terlalu banyak, hmm.. Mbok bagikan ke tetangga aja deh, masih ada juga kok di dalem mubadzir kalo gak dimakan kan ? " ucap Neta.
" Baik Mbak.. "
Neta kembali kedalam, ia menyusul suaminya menuju kamar, sesampainya dikamar, terdengar suara gemericik dari kamar mandi, Dika masih berada di dalam kamar mandi.
Neta duduk di sofa menunggu suaminya selesai mandi sambil memainkan ponselnya. Sudah hampir beberapa minggu ia tidak bertemu dengan ketiga sahabatnya di perusahaan, namun mereka tetap bisa ngobrol melalui grup aplikasi percakapan.
Neta sedang membaca dan berkirim pesan via grup percakapan, sesekali ia tertawa saat membaca pesan-pesan yang dikirim oleh ketiga sahabatnya, sampai akhirnya ia menutup aplikasi percakapan, menyimpan ponselnya diatas nakas, ia berjalan menuju lemari berniat menyiapkan baju untuk suaminya.
Saat Neta berdiri di depan lemari memilih baju untuk suaminya, ia tidak sadar jika Dika sudah berada tepat di belakangnya. Dika memeluk istrinya dari belakang.
Daann...
__ADS_1
" Aaaaaaa " Neta menjerit ia sedikit menginjak kaki suaminya.
Dika ikut berteriak karena kakinya terinjak oleh Neta, bayangkan saja Dika diinjak oleh ibu hamil yang bobot nya sudah bertambah beberapa kilogram.
" Aw.. aw.. aw... " Dika memegangi kakinya.
" Mas.. Mas.. keinjek ya.. maaf banget Mas.. " Neta kaget ia langsung melihat kaki suaminya.
" Yang.. kamu kebiasaan ih " ucap Dika memelas.
" Ya kamu ngapain sih ada di belakang aku, kamu itu kebiasaan kalo apa-apa itu suka senyap, gak ada suara " balas Neta.
" Ya aku kan ceritanya tadi mau romantis-romantisan gitu Yang.. gagal deh " Dika kembali mengusap-usap kakinya.
Neta sontak tertawa dengan nyaring.
" Maaf ya sayang.. maaf banget " Neta memegangi kedua pipi suaminya, lalu ia mengecup pipi nya sekilas.
Dika tersenyum penuh arti. Dika mendekati Neta. Neta sedikit membelalakan matanya, ia tahu pasti akan terjadi sesuatu setelah ini. Disaat yang bersamaan terdengar suara adzan maghrib.
" Mas.. stop ! udah adzan magrib " ucap Neta tersenyum menggoda suaminya.
" Kalo udah maghrib ? " tanya Dika.
" Ya kita shalat Mas.. " jawab Neta.
" Kalo udah shalat ? " tanya Dika menggoda Neta.
" Kalo udah shalat kita makan dulu, terus shalat isya, terus... " belum selesai Neta berbicara Dika sudah memotong pembicaraan nya.
" Yah.. lama deh .. " Dika berjalan menuju kamar mandi untuk mengambil air wudhu.
Neta hanya tertawa melihat tingkah suaminya.
" Kadang-kadang ya.. emang " Neta menggelengkan kepalanya, lalu tertawa sendiri.
__ADS_1