Diam Diam Jatuh Cinta

Diam Diam Jatuh Cinta
BAB 130


__ADS_3

Markas Kepolisian


Bian sedang berada di ruang jaga sebelumnya ia sudah diberitahu oleh Ibu nya jika kakak nya sudah melahirkan. Ia sudah tidak sabar ingin segera bebas tugas karena ingin bertemu kakak nya dan keponakan kembarnya secara langsung.


" Ian.. abang mu gak masuk hari ini ? " tanya Kevin.


" Siap ijin Bang, Mas Dika sedang di rumah sakit karena Mbak Neta sudah melahirkan " ucap Bian.


" Wah.. selamat ya .. selamat kamu sudah punya keponakan sekarang " balas Kevin.


" Terima kasih banyak Bang "


Bian kembali melanjutkan pekerjaannya nya, berita istri Dika sudah melahirkan sudah tersebar di unit tempat Dika berdinas, sehingga saat Dika tidak terlihat berada di kantor rekan-rekan nya sudah memaklumi.


Berita kelahiran Neta tidak saja sudah tersebar dikantor Dika, tetapi kabar bahagia ini sudah tersebar di perusahaan hampir seluruh karyawan MGM Grup sudah tahu jika Neta, Bos nya sudah melahirkan.


" Mbak Sofi.. udah denger berita ? " tanya Indri.


" Berita Neta melahirkan kan ? "


" Tepat ! jadi udah tau ? " tanya Indri lagi.


" Tau dong "


" Yok kita tengok.. tapi kapan ? " tanya Indri.


" Pulang kantor aja gimana ? " jawab Sofia.


" Okedeh "


" Mon, pulang kantor nengok Neta, udah lahiran dia " ucap Indri.


" Oke "


Tidak lama Bu Angel datang menghampiri meja Indri.


" Ndri.. Neta udah lahiran ? kapan kita rencana nengok ? " tanya Bu Angel.


" Hmm.. ini kita lagi obrolin Bu, rencana nya kita sore Bu sepulang kantor " ucap Indri.


" Ayo deh.. nanti para manajer ikut juga biar sekalian " balas Bu Angel.

__ADS_1


" Siap Bu "


" Oke "


...****************...


Ruang perawatan Rumah Sakit Ibu dan Anak


" Neta sayang.. selamat ya.. kamu sekarang sudah menjadi Ibu " ucap Ayah Neta memeluk anak sulungnya.


" Terima kasih Ayah " Neta membalas pelukannya Ayahnya.


Begitupun Pak Arman Ayah mertua Neta, ia pun sama memberikan selamat.


" Neta... terima kasih sudah memberikan Ayah cucu yang lucu-lucu " ucap Pak Arman.


" Iya Ayah " Neta memeluk kembali Ayah mertuanya.


Rona kebahagiaan terpancar dari wajah kedua keluarga ini, terlebih keluarga Dika, karena Dika dilahirkan menjadi seorang anak tunggal disaat dirinya memiliki anak, Tuhan berikan ia anak kembar sekaligus.


Dika tidak sedikit pun beranjak dari dekat Neta, ia terus menggenggam tangan istrinya, tidak dipungkiri ia pun amat sangat bahagia saat ini, bayi kembar yang sudah ditunggu-tunggu kelahirannya.


" Nggak Mas.. tolong ambilkan minum aja " jawab Neta.


" Oke " Dika berjalan ke arah meja dimana minum Neta disimpan disana ia membawa lalu diserahkan ke istrinya.


Tidak lama perawat datang bersama dua bayi kembar Neta dan Dika.


" Selamat siang Pak Bu, berdasarkan hasil pemantauan beberapa jam tadi, kondisi bayi Ibu sudah mulai stabil dan sekarang waktunya untuk diberikan Asi ya Bu, apakah Asi nya sudah keluar ? " tanya perawat.


" Oh ya.. sedikit sih kaya nya sudah ada sus " ucap Neta.


Satu perawat menyerahkan bayi perempuan kepada Neta. Lalu Bayi laki-laki diserahkan kepada Dika.


" Dik, kamu sudah bisa gendong ? sini-sini Ibu bantu " Ibu Dika yang melihat Dika masih terlihat kaku saat menggendong bayinya merasa ngeri sendiri.


" Euh.. iya Bu " Bayi laki-laki nya diserahkan Dika untuk digendong oleh Oma nya lalu dibawa ke arah Pak Arman dan besannya.


" Sus.. kayanya saya belum bisa untuk menyusui dua-duanya " ucap Neta.


" Tidak apa-apa Bu Neta, bergiliran saja " balas perawat.

__ADS_1


Neta mulai mencoba menyusui bayinya hal yang pertama kali ia lakukan, terlihat Neta masih kaku, perawat yang memperhatikan mencoba membantu Neta.


" Bu saya bantu ya posisinya, agar Bayi dan Ibu nya juga nyaman " ucap perawat.


Lagi-lagi Dika dibuat haru, melihat perjuangan istri manjanya yang sedang berusaha untuk menyusukan bayinya. Terlihat keringat bercucuran di pelipis Neta, Dika dengan sigap mengambil tisu lalu mengusap pelipis istrinya.


Adegan tadi membuat kedua perawat yang terlihat masih gadis dan belum menikah tersenyum iri.


" Bu Neta sudah bisa ya ? " ucap salah satu perawat.


" Sudah sus "


" Baik kalau begitu kami permisi dulu, nanti jika membutuhkan apa-apa silakan pencet bel ya " ucap perawat lagi.


" Ya terima kasih " balas Neta.


Neta masih sibuk menyusukan bayi perempuan nya hingga akhirnya ia terlelap tidur, dalam batinnya berbicara jika anak perempuannya sangat mirip dengan Dika.


" Sayang kok kamu mirip Papa kamu sih, kenapa gak mirip Mama " batin Neta.


Tinggal satu lagi ia harus menyusukan bayi laki-lakinya sekarang, disaat yang bersamaan terdengar suara tangisan dari bayi laki-lakinya.


" Cup.. cup.. cup.. cucu oma haus ya.. sebentar ya.. adiknya dulu yang mimi.. nanti baru kakak yang ganteng ini ya.. " ucap Ibu Dika mengayun-ayunkan cucu nya.


" Bu.. sini adik bayi sudah tidur kok, sekarang tinggal kakak nya " ucap Neta.


" Oh ya .. " Ibu menghampiri Neta.


" Sekarang giliran cucu oma yang ganteng.. cucu oma yang cantik sudah bobo ya " Ibu menyerahkan bayi laki-laki Neta sambil berbicara.


Neta mendekap bayi laki-lakinya yang wajah nya pun sangat mirip sekali dengan Dika.


" Mas.. ini juga mirip kamu banget " ucap Neta kepada suaminya.


" Pastinya karena dia akan menjadi pengganti ku nantinya " balas Dika percaya diri.


Kedua orangtua Dika dan Neta hanya tertawa mendengar ucapan Dika.


" Nak.. kalian itu laki-laki dan perempuan kenapa wajah kalian mirip sekali dengan Papa Nak.. kenapa gak ada yang mirip Mama " ucap Neta sedih namun ucapan nya kembali membuat kedua orangtua dan mertuanya tertawa.


" Sabar ya sayang.. " Dika mengusap-usap bahu istrinya dengan kembali percaya diri.

__ADS_1


__ADS_2