
Perusahaan MGM Grup
" Eh kemana ya Neta.. tumben nih gak ada kabar ? " tanya Indri.
" Iya kemana tuh anak, biasanya kalo udah ada dia pasti ada aja ceritanya.. " susul Sofia.
" Bener banget Mbak.. jadi ruangan itu gak sepi ya, padahal kita cuma segini "
" Hmm memangnya ke kamu gak ada kabar dia ? " tanya Ramon.
" Gak ada, sama sekali.. aku pikir ya kalo libur kerja kan waktu dia sama keluarga nya, aku pun gak mau ganggu juga, tapi hari ini kemana ya ? " jawab Indri.
" Coba hubungi " susul Sofia.
" Oke deh ku coba kirim pesan ya " balas Indri.
Indri langsung mengambil ponselnya, mengirim pesan kepada Neta.
" Gimana ? " tanya Ramon.
" Ceklis satu " jawab Indri.
" Gak kaya biasanya, apa .. dia kejebak macet lagi, trus kena tilang" Ramon sekenanya.
" Hmm.. sekarang sih bukan kendaraan nya yang kena tilang, tapi hati dia udah kena tilang " balas Sofia disusul tawa dari ketiganya.
Disaat yang bersamaan Bu Angel datang menghampiri meja kerja mereka bertiga.
" Neta kemana nih ? kok meja kerja nya kosong " tanya Bu Angel.
" Itu dia Bu, kita sedang membicarakan Neta, kemana Neta hari ini " jawab Indri.
" Gak biasanya ya, ini sudah siang juga.. hmmm " Bu Angel melihat jam di pergelangan tangannya.
" Iya Bu, jadi khawatir ya, Neta gak ada kabar " susul Sofia.
" Apa mungkin dia sakit Bu ? " Indri kepada Bu Angel.
" Hmm.. bisa jadi sih, kita tunggu aja kalau memang sudah 2 hari tidak ada kabar, kita cari tahu ya, semoga Neta baik-baik saja sih, sudah.. kembali bekerja ya.. saya ke ruangan lagi " Bu Angel berlalu meninggalkan mereka bertiga.
" Baik Bu " jawab mereka berbarengan.
Mereka kembali melanjutkan pekerjaannya, walaupun tetap sesekali menanyakan ke Indri ada balasan atau tidak dari Neta.
...****************...
Komplek Cluster Cendana
Ibu Neta sedang salah tingkah, biasanya suaminya akan segera berangkat ke kampus, namun hari ini mengapa belum terlihat suaminya bersiap-siap, Ayah Neta sedang membaca koran di halaman belakang sambil mendengarkan gemericik air kolam ikan koi.
Ibu terlihat mondar-mandir di kamarnya. Sedangkan Neta berada di kamarnya.
" Ya Allah bantulah aku.. Ayah kenapa belum ada tanda-tanda pergi ke kampus, bagaimana cara aku membantu Dika, kasian anak itu, apa ia sudah makan atau belum.. kenapa aku yang khawatir ya.. " batin Ibu Neta.
" Aku pun memiliki seorang anak, jika orangtua Dika tahu anaknya sedang berjuang mendapatkan cintanya, bagaimana perasaannya, sedangkan kita tidak memperdulikan nya " batin Ibu Neta lagi.
__ADS_1
Ibu masih memutar otak apa yang harus di lakukan, sesekali melihat ke arah jendela, mobil Dika masih terparkir di depan rumahnya.
" Ya Allah.. Dikaa... " batin Ibu.
Ibu keluar kamar, ia melihat kesekeliling rumah sangat sepi, Ayah masih di halaman belakang.
Ibu berjalan perlahan menuju ruang tamu, saat ibu akan membuka pintu terdengar suara Ayah memanggil.
" Mau kemana Bu ? " tanya Ayah.
Ibu terperanjat kaget.
" I..ni Yah.. euuu... "
" Lelaki itu masih di luar, apakah dia tidak bekerja ? " tanya Ayah.
" Dika Yah.. "
" Iya itu.. "
" Hmm.. " Ibu mengangguk.
Ayah menghela nafas dalam.
" Yah.. " Ibu memberanikan diri untuk berbicara.
" Apakah kita tidak mendengarkan dulu penjelasan dari Dika, Ibu rasa ia pasti memiliki alasan mengapa hal kemarin bisa terjadi, Ibu percaya jika Dika anak yang baik " Ibu memulai pembicaraan.
" Bu, Ibu baru bertemu juga kan dengan Dika, atas dasar apa ibu langsung percaya kepadanya "
" Bu, ibu tidak memikirkan perasaan anak kita ? " Ayah sedikit meninggi.
" Justru dengan kita tidak memberikan ruang kepada Dika dan Neta, kita sebagai orang tua tidak peduli dengan perasaan mereka, biarkan kita berikan ruang untuk mereka berbicara terlebih dahulu "
Ayah terlihat berpikir sejenak, lalu Ayah membuka pintu rumah, berjalan menuju pagar.
Ibu menjadi khawatir, khawatir Ayah melakukan hal yang tidak-tidak kepada Dika.
" Apa yang akan dilakukan Ayah, jangan-jangan Ayah mau mengusir Dika lagi " batin Ibu.
Ibu mengikuti Ayah sampai depan pagar, ternyata Ayah sedang mengetuk kaca pintu mobil Dika.
" Yah.. sedang apa ? " tanya Ibu.
" Ayah akan menyuruh Dika untuk masuk kedalam rumah " jawab Ayah.
" Lalu ? "
" Sepertinya ia tidur "
" Hah.. tidur ? " tanya Ibu lagi.
" Ayah coba ketuk-ketuk pintu nya namun tidak dibuka juga "
Ibu mendekati Ayah. Lalu Ibu mencoba mengetuk pintu mobil Dika, tidak lama kaca mobil terbuka.
__ADS_1
" Pak, Bu... " Dika langsung membuka pintu mobil, keluar dari kamar.
" Kamu tidur Nak ? " tanya Ibu.
Dika hanya tersenyum salah tingkah.
" Pak, Bu, mohon maaf " Dika kepada Ayah dan Ibu.
" Ayo.. silakan masuk " Ayah kepada Dika.
" Sa..saya boleh masuk Pak ? " Dika terlihat berbinar.
Ayah Neta hanya mengangguk lalau berjalan masuk ke dalam rumah.
" Ayo Nak " Ibu mengajak.
Dika mengikuti kedua orangtua Neta masuk kedalam rumah.
" Silakan duduk " Ayah mempersilahkan.
" Terima kasih Pak " Dika duduk di sofa ruang tamu.
Ayah menghela nafas panjang.
" Silakan apa yang ingin kamu jelaskan " Ayah kepada Dika.
" Terima kasih Pak, sebelumnya saya ingin meminta maaf yang sebesar-besarnya atas nama saya pribadi dan kedua orang tua saya kepada Bapak, Ibu dan Neta, atas kesalahan saya kemarin telah membuat Bapak dan keluarga kecewa kepada saya .... kemarin saya mendapatkan perintah dari atasan saya untuk ..... " Dika menceritakan semua kejadian kemarin hingga ia tidak datang menemui Neta dan kedua orangtuanya.
Kedua orangtua Neta menyimak apa yang Dika jelaskan.
" Hmm.. jadi begitu kejadiannya, saya selaku orangtua Neta ingin meminta maaf juga kepada kamu, sudah menuduh mu yang tidak-tidak, maafkan kesalahpahaman ini "
" Tidak apa-apa Pak, saya pun menyadari, wajar jika Bapak dan Ibu marah dan kecewa terhadap saya, sekali lagi saya mohon maaf "
" Hemm " Ayah hanya mengangguk.
" Bu, panggilkan Neta sekarang, biarkan Dika menjelaskan semuanya kepada Neta, yang terpenting kita pun sudah tahu alasan yang sebenarnya dari Dika " Ayah kepada Ibu.
" Baik Yah, oya sebentar.. Nak Dika sudah makan ? " tanya Ibu.
Dika hanya tersenyum kecil, "terima kasih banyak Bu ".
Ibu tersenyum lalu berjalan menuju kamar Neta, sebelum nya Ibu meminta Mbok Sum untuk menyiapkan makan siang yang sudah hampir sore.
Sesampainya di depan pintu kamar Neta, Ibu mengetuk pintu kamar, tidak lama Neta membuka pintu kamar nya.
" Net, dibawah ada Dika menunggumu, ia ingin berbicara denganmu "
" Berbicara denganku Bu ? "
" Iya.. temui dia "
" Tapi.. bagaimana dengan Ayah "
" Sudah aman " Ibu tersenyum.
__ADS_1
Neta langsung berjalan menuju ruang tamu untuk menemui Dika. Neta pun sudah sangat penasaran ingin tahu apa yang akan dijelaskan oleh Dika kepadanya.