Diam Diam Jatuh Cinta

Diam Diam Jatuh Cinta
BAB 169


__ADS_3

Neta dan Dina berbicara di meja makan.


" Minum dulu Din " ucap Neta.


" Oke makasih Net, Oya kok sepi ? anak-anak kamu sama suami kamu kemana ? " tanya Dina.


" Anak-anak ada lagi tidur Din, suamiku dia tadi ke kantor " jawab Neta.


" Hmm.. ya.. sabar ya.. punya suami abdi negara pasti liburnya gak tentu " ucap Dini.


" Iya Din, untung udah ngerti banget sama kerjaan suami, kalo nggak.. hmm gak tau deh.. kayanya perang terus tiap hari " balas Neta sedikit tertawa disusul oleh tawa Dina.


" Kamu masih di perusahaan apa itu dulu " tanya Dina, ia tahu jika Neta memang bekerja di perusahaan bagian HRD.


" MGM Grup " jawab Neta.


" Nah iya itu " ucap Dina.


" Masih.. masih disana " balas Neta tersenyum.


" Hmm " Dina manggut-manggut.


" Oya Net, ternyata kejadian tadi yang menimpa pengasuhmu itu mengingatkan dia dengan kejadian-kejadian yang terjadi beberapa waktu lalu, itu yang membuat jiwanya kembali tergoncang, kamu dengar kan tadi apa yang dia jelaskan saat aku tanya, dia pernah beberapa kali percobaan pemerkosaan oleh orang yang sama dan juga ia pernah sampai di ancam akan dibunuh, hmmm... dia sebetulnya sudah memiliki trauma lama, sekarang ia kembali di pertemukan dengan orang yang membuat dia trauma dan kejadian yang ia takutkan kembali terjadi " Dina menjelaskan.

__ADS_1


" Jadi sekarang kita harus gimana ? " tanya Neta.


" Kalau semisal dia gak bisa dikendalikan, kita harus bawa ke psikiater, dokter yang khusus menangani masalah kejiwaan, terkecuali dia masih bisa kita kendalikan, aku bantu kamu tenang aja Net.. " jawab Dina.


" Hmm.. makasih ya Din "


" Ya.. " Dina tersenyum.


" Apa Kiki mengalami PTSD ? " tanya Neta kepada Dina.


( PTSD - Post Traumatic Stress Disorder merupakan gangguan kecemasan yang membuat penderitanya teringat pada kejadian traumatis ).


" Ya.. mengarah kesitu sih Net " jawab Dina.


Neta hanya manggut-manggut mendengar jawaban dari sahabat nya.


" Ya Din, aku gak akan biarkan dia pegang anak ku dulu sebelum kondisi psikologis nya pulih " balas Neta.


"Aku percaya, kamu bisa menangani ini kok.. sabar yaa.. oya keluarganya kemana ? kamu tahu ? " tanya Dina.


" Hmm.. belum tahu Din, Kiki dikirim agen penyalur ke sini, mungkin nanti aku bakal menghubungi agennya, untuk mencari tahu keluarga Kiki " jawab Neta.


" Apa sebelumnya dia pernah keliatan aneh ? selama mengasuh anak-anak kamu ? " tanya Dina lagi.

__ADS_1


" Nggak kok,justru selama ini Kiki sangat telaten mengurus anak-anak ku, malah dia berniat akan aku sekolahkan lagi, karena dia sempat cerita jika dia putus sekolah, ia ingin bekerja kantoran seperti ku " jawab Neta.


" Hmm.. jadi memang pemicu trauma nya karena kejadian tadi, yang sebelumnya ia pun pernah mengalami kejadian yang sama, ia merasa teringat lagi luka lama " susul Dina.


" Iya Din.. sekarang mungkin bagaimana kita mengembalikan psikologis Kiki agar bisa melupakan kejadian itu " balas Neta.


" Iyaa.. begitu Net.. oya udah hampir gelap, aku pulang dulu ya, besok aku libur praktek, aku besok kesini lagi untuk liat perkembangan Kiki, tapi kalo ada apa-apa kamu bisa langsung hubungin aku ya... " ucap Dina.


" Mhh.. ya.. makasih banyak ya Din.. " balas Neta.


" Oke.. santai aja Net.. aku pamit ya.. Assalamu'alaikum.. oya salam untuk suami dan anak-anak kamu " ucap Dina.


" Wa'alaikumusalam.. nanti aku sampein " Neta mengantarkan Dina sampai pintu gerbang, Dina masuk kedalam mobilnya, mobil melaju meninggalkan rumah Neta.


Neta kembali masuk kedalam rumah, ia berjalan menuju kamar Kiki, ia melihat Kiki sedang tertidur, setelah tadi di tenangkan oleh Dina, Kiki langsung bisa tertidur, namun kemungkinan mimpi buruk akan tetap terjadi, Neta keluar kamar Kiki lalu berjalan menaiki anak tangga menuju kamar kedua anaknya.


Terlihat Mbok Sum sedang menggendong Nala.


" Mbok... anak-anak bangun ? " tanya Neta.


" Iya Mbak.. "


" Sini Mbok sama saya aja, oya Mbok tolong jaga Kiki ya.. takutnya dia melakukan hal-hal yang berbahaya, tapi sekarang dia sedang tidur " ucap Neta.

__ADS_1


" Baik Mbak.. Mbok permisi "


" Iya Mbok " Neta kembali bersama kedua anak-anak nya, ia hampir lupa jika ini sudah sore si kembar belum sempat mandi sore, ia berniat untuk memandikan keduanya mumpung belum malam.


__ADS_2