
Perusahaan MGM Grup
" Ndri.. denger berita gak, katanya Neta kecelakaan,.dia ditabrak mobil pas mau nyebrang ke Supermarket Casablanca " tanya Sofia.
" Yang bener Mbak ? " Indri terhenyak kaget.
" Iya.. kemarin aku papasan sama Pak Tio, Pak Tio buru gitu kan, aku tanya lah, dia bilang mau ke Supermarket Casablanca, ambil mobil Mbak Neta soalnya dia ada yang nabrak pas mau nyebrang, gitu "
" Terus gimana sekarang keadaanya, duh semoga gak apa-apa ya.. aku gak enak hati jadinya " Indri kepada Sofia.
Disaat yang bersamaan Ramon datang, keluar dari ruangan Bu Angel selesai menyerahkan file laporan.
" Ada apa sih kalian kok tegang banget ? " tanya Ramon.
" Mon, Neta kecelakaan "
" Hah .. serius ? " tanya Ramon
Indri hanya mengangguk begitupun Sofia.
" Duh.. jadi gak enak hati gini, tau darimana kalo Neta kecelakaan ? seudah pindah ruangan kita jadi jarang ketemu Neta ya, dia juga sekarang pasti jauh lebih sibuk daripada kita " ucap Ramon.
" Yuukk.. ijin aja yukk sehari, gak apa-apa deh dipotong gaji juga keluar di jam kantor, yang penting aku mau mastiin dia baik-baik aja " balas Indri.
" Hmm.. kita tanya Pak Tio dulu, gimana ? " tanya Sofia.
" Gak apa-apa nih kita tanya Pak Tio ? " Indri balik bertanya.
" Gak apa-apa kali kita coba aja, niat kita kan baik " balas Sofia.
" Kenapa gak hubungin Neta nya aja sih " Ramon kepada Indri dan Sofia.
" Iya sih, tapi kira-kira sopan gak ? "balas Indri.
Indri, Sofia dan Ramon masih memikirkan apa yang akan selanjutnya mereka lakukan, apakah menghubungi Neta langsung atau menghubungi Tio terlebih dahulu.
...****************...
Cluster Cendana
" Sayang.. kamu udah siap mau kemana ? " tanya Dika mengancingkan baju kerjanya.
" Aku mau ke perusahaan " jawab Neta.
" Kamu bisa bekerja dari rumah, semua sudah terkoneksi ke ponsel dan laptop kamu kan, untuk hari ini jangan dulu ke perusahaan ya, kamu kerja dari rumah aja, aku masih belum tenang kalo kamu keluar rumah " ucap Dika.
" Hmm.. ya udah kalo gitu " Neta menuruti apa kata suaminya lagi pula ada benarnya, ia masih bisa bekerja dari rumah.
" Gak ada yang mendesak kan hari ini ? atau ketemu klien mungkin ? " tanya Dika.
" Nggak kok Mas.. jadwalku satu minggu ini full di perusahaan gak ada meeting juga " jawab Neta.
" Nah kan apalagi kalo hanya full di perusahaan " Dika menghampiri istrinya.
" Aku ke kantor dulu ya, mungkin beberapa hari ini juga kita masih menginap disini, karena disaat aku kerja kamu ada Ibu yang menemani, tunggu semua perkara ini selesai dan semua pelaku yang berniat mencelakakan kamu, aku masukkan ke penjara " ucap Dika.
" Mas.. apa Mas sudah tahu siapa yang berniat mencelakakan ku ? " tanya Neta.
" Hmm.. " Dika mengangguk.
" Siapa Mas ? " Neta penasaran.
Dika menghela nafas dalam.
" Robby.. Ayah dari Prisilla "
" Ya Allah.. " Neta menutup mulutnya.
" Ya.. kamu tenang saja, kemarin Kevin sudah mengirim surat panggilan untuk orangtua Prisilla, hari ini aku akan menunggunya untuk dimintai keterangan, aku gak akan tinggal diam untuk hal ini " Dika menerawang jauh.
__ADS_1
Neta terdiam ia pun masih tidak menyangka ternyata Ayah Prisilla menyimpan dendam kepadanya.
" Mas.. "
" Hmm.. "
" Aku takut .. "
" Tenang, kan ada aku, doakan semoga perkara ini cepat selesai ya "
Neta menganggukan kepalanya.
" Aku berangkat ya.. kalo kamu kangen kamu video call aku aja " Dika menyodorkan tangannya.
" Hmm.. " Neta sedikit memajukan bibirnya meraih tangan suaminya, Neta mencium tangan suaminya.
Dika mengecup kening Neta sekilas.
" Dadah sayang " Dika mengambil ponsel dan kunci mobilnya.
" Mas.. " ucap Neta menghentikan langkah suaminya.
" Ada apa ? " tanya Dika.
Neta menghampiri suaminya.
" Peluk dulu " Neta melebarkan kedua tangannya.
Dika mengehela nafas dalam. Ia langsung memeluk istrinya.
" Manja banget sih " Dika mencubit pipi Neta.
" Awww.... sakittt... " Neta memukul tangan suaminya, lalu ia melepaskan pelukannya.
" Ihhh .. nyebelin !! " Neta sambil memegang pipinya Dika hanya tertawa.
" Sini..sini.. iyaa maaf " Dika terus tertawa lalu memeluk kembali istrinya, mengecup pucuk kepala istrinya sekilas.
" Sayang kamu juga istriku... lepasin gak nih ? "
" Nggak "
" Lepasin dong, kapan aku kerjanya kalo kaya gini " ucap Dika.
" Nggak ! " Neta tetap memeluk suaminya.
" Lepasin "
" Nggak "
" Lepasin "
" Nggak "
Mereka tertawa bersama.
( Dan sampai sekarang Neta dan Dika masih seperti itu 🤣🤣🤣🤣.. )
...****************...
Perusahaan MGM Grup
" Gimana ? " tanya Ramon.
" Kita hubungin Neta dulu aja ya " ucap Indri.
" Oke.. " susul Sofia.
" Bismillah.. " Indri memencet ponselnya menghubungi Neta.
__ADS_1
Terdengar suara sambungan telepon lama tidak diangkat, akhirnya sambungan telepon terputus.
" Gak diangkat " ucap Indri.
" Hmm.. kok aku semakin khawatir ya, takutnya parah gitu.. " susul Sofia.
Tidak lama ponsel Indri berdering, terlihat Neta memanggilnya melalui sambungan telepon.
" Neta.. "
" Angkat ayo angkat "
Indri mengangkat teleponnya, Ramon dan Sofia semakin mendekat, Indri mengeras kan suara sambungan teleponnya.
Indri : " Halo.. adikku "
Neta : " Kak Indri.. kanget banget "
Indri : " Say.. kamu kecelakaan ? "
Neta : " Hmm.. Iya Kak.. aku keserempet mobil kemarin "
Indri, Sofia , Ramon : " Ya Allah "
Indri : " Trus sekarang gimana keadaan kamu ? "
Neta : " Alhamdulillah aku udah baik-baik aja kok "
Indri, Sofia, Ramon : " Alhamdulillah"
Indri : " Kita khawatir banget loh pas denger kamu kena musibah gitu "
Neta : " Ya.. terima kasih ya.. aku terharu banget jadinya, tapi Alhamdulillah aku udah baik-baik aja, cuma Mas Dika belum bolehin aku kerja ke perusahaan, jadi aku masih di rumah aja sekarang "
Indri : " Iya.. kamu istirahat dulu aja di rumah, lagi pula suami kamu pasti khawatir banget "
Neta : " Iya Kak.. tapi semua udah Mas Dika urusin sih "
Ramon : " Nanti kita nengok kamu ya.. kita masih belum tenang aja kalo gak liat kamu langsung "
Neta : " Iyaa sini aja.. aku juga bete sebenernya diem di rumah, kesini ya kalian aku di rumah Ibu "
Indri, Sofia, Ramon " Siaappp "
Sofia : " Mau dibawain apa nih ? "
Neta : " Gak usah deh Mbak, makasih banyak "
Sofia : " Oke deh kalau gitu "
Indri : " Oh ya tapi Net, di rumah ada suami kamu gak ? kita gak enak kalo ada Pak Dika di rumah "
Neta : " Hahahaha nggak kok, dia kerja "
Indri : " Oh oke deh.. Hah.. Pak Dika kerja aduh cctv mana cctv.. "
Neta : " Hahahha "
Indri : " Oke aku tutup ya.. bye "
Neta : " Bye "
Klik telepon di tutup.
" Ayoo kembali ke meja masing-masing" ucap Indri.
" Emang ada apa sih ? " tanya Ramon.
" Guyss inget gak.. cctv " Indri melihat ke arah cctv ruangannya.
__ADS_1
" Pak Dika ? aaa..... tidakkkk ini masih jam kerja kantor " Sofia segera duduk di kursi kerjanya.
Indri ingin tertawa melihat tingkah Sofia dan Ramon begitupun dengan tingkahnya sendiri.