Diam Diam Jatuh Cinta

Diam Diam Jatuh Cinta
BAB 127


__ADS_3

Markas Kepolisian


Bian yang teringat akan ulang tahun Kakak nya ingin kembali membuat kejutan, ia sudah membicarakan ini dengan kedua orangtuanya dan Dika jika ia ingin mengajak kakak nya untuk makan malam, bersama kedua keluarga, orangtuanya dan orangtua dari Dika juga.


Dika menyetujui, semua Dika serahkan kepada Bian, Bian yang akan mengatur semua, Bian seperti biasa sedang berada di ruangan kakak iparnya.


" Jadi nanti malam ya Mas " ucap Bian.


" Oke.. kamu yang atur saya ikut aja " balas Dika.


" Oya Mas gimana Mbak Neta setelah diberikan kejutan tadi malam ? " tanya Bian.


" Tadi malam ? hmm Mbak mu tidur " Jawab Dika.


" Hah.. kok tidur.. gak asik dong jadinya " balas Bian.


" Pokonya tahu-tahu pagi-pagi saya yang dibangunin sama dia .. ngerasa saya yang dapet kejutan jadinya " ucap Dika.


Bian hanya tertawa mendengar cerita dari kakak iparnya.


" Oke Mas gitu aja ya, saya mau kembali ke ruang pantau dulu, pokonya semua saya yang atur deh.. Ayah Ibu juga sudah dikabari, tinggal Ayah dan Ibu Mas Dika " ucap Bian.


" Oke gak apa-apa itu urusan saya "


" Siap Mas.. saya permisi " ucap Bian meninggalkan ruangan Dika.


Selepas kepergian Bian, Dika mulai menghubungi kedua orangtuanya menceritakan rencananya untuk merayakan ulang tahun istrinya. Kedua orangtuanya menyetujui untuk tempat dan waktunya Dika menunggu konfirmasi dari Bian untuk nantinya ia akan menghubungi orangtuanya kembali.


...****************...


Jam sudah menunjukkan waktu ashar, Dika belum menghubungi istrinya sejak ia berangkat kantor tadi pagi, Dika mengambil ponselnya mencari kontak istrinya, lalu memencet tombol hijau.


Terdengar nada sambungan telepon tidak lama suara indah dan nyaring terdengar di ujung telepon.


Neta : " Halo Mas "


Dika : " Halo sayang .. lagi apa ? "


Neta : " Aku lagi rebahan aja Mas.. sambil mandangin bunga yang kami kasih.. "


Dika : " Hmm.. lebay banget.. jangan mandangin bunganya dong.. mandangin itu orang yang ngasih bunganya "


Neta : " Hahahaha "


Dika : " Ganti ke video call ya.. biar kamu bisa mandang aku "


Sambungan telepon beralih ke sambungan videocall.


Neta : " Iya Mas "


Dika : " Tuh kan kalo gini, jadi aku juga bisa mandangin istri aku.. "


Neta : " Hmm "


Dika : " Oya sayang.. nanti malem selesai isya, aku jemput kamu ya "


Neta : " Jemput kemana Mas ? "

__ADS_1


Dika : " Kita makan malam diluar "


Neta : " Serius ? "


Dika : " Sungguh, pokonya selesai isya kamu udah harus siap, nanti aku jemput "


Neta : " Oke deh "


Setelah selesai, Neta dan Dika mengakhiri obrolan mereka, Dika akan melaksanakan shalat ashar terlebih dahulu sebelum kembali dengan pekerjaannya.


...****************...


Bian sudah memesan tempat untuk makan malam nanti, Bian langsung menginfokan kepada Dika.


"Oke.. terima kasih Ian.. ketemu di sana nanti " ucap Dika.


" Siap Mas, Oya Mas mau kemana ? " tanya Bian yang melihat Dika sudah bersiap untuk ke luar ruangannya.


" Dipanggil Pak Kasat dulu Ian " jawab Dika.


" Siap Mas "


Dika berlalu meninggalkan Bian yang masih di ruangannya, Dika menuju ruangan Kasat, Dika dan beberapa rekannya diminta untuk ke ruangan Kasat karena akan ada beberapa hal yang diutarakan oleh komandan nya mengenai beberapa perkara yang sedang mereka tangani.


Waktu sudah Maghrib Dika masih berdiskusi dengan komandan nya, rapat di jeda karena adzan Maghrib sudah berkumandang, Dika dan beberapa rekannya yang lain segera mengambil air wudhu terlebih dahulu untuk melaksanakan shalat masjid berjamaah.


Selesai shalat mereka kembali ke ruangan komandan nya karena diskusi akan kembali dilanjutkan, dalam hati Dika benar-benar gusar ia sudah berjanji kepada istrinya untuk menjemputnya selepas isya nanti namun sekarang saja ia masih di kantor karena pekerjaannya.


Dika lalu mengirim pesan kepada Bian untuk menjemput Neta, sehingga nanti Dika akan menyusul ke lokasi tempat makan malam mereka, karena jika ia harus kembali ke rumah menjemput Neta, waktu akan keburu malam.


Dilain tempat Neta sudah bersiap-siap ia menunggu Dika datang menjemputnya namun belum juga ada tanda-tanda Dika menghubunginya, tidak lama terdengar bel rumah berbunyi, Mbok Sum segera membukakan pintu rumah.


" Mas Bian, Mbak " ucap Mbok Sum.


" Oya.. " Neta menghampiri Bian dan Mbok Sum.


" Dek.. kamu kok kesini ? " tanya Neta.


" Iya Mbak, aku malah dihubungi Mas Dika untuk jemput Mbak Neta " ucap Bian.


" Oh gitu, Mas Dika nya ? " tanya Neta terpotong.


" Masih dikantor Mbak, nanti menyusul ke restoran aja " ucap Bian.


Neta tidak banyak bertanya karena ia sudah tahu, Dika pasti masih sibuk dengan pekerjaannya. Neta berpamit kepada Mbok Sum. Setelah berpesan Neta dan Bian keluar rumah.


" Ayah sama Ibu mana ? " tanya Neta.


" Menunggu di mobil " jawab Bian.


" Oh oke "


" Hati-hati Mbak jalannya " ucap Bian yang memapah Kakaknya.


Bian membukakan pintu mobil disana sudah ada Ibu di kursi belakang dan Ayah di kursi depan.


" Ayah Ibu " Net menyalami kedua orangtuanya.

__ADS_1


" Neta sayang sehat-sehat kamu Nak ? " tanya Ibu.


" Alhamdulillah Bu "


" Perut mu sudah sangat besar Nak " ucap Ibu


" Iya Bu, tinggal menunggu "


" Lancar ya sayang.. "


" Aamiin Yah .. Bu "


Mobil melaju, memasuki jalan perkotaan, malam hari yang mulai diterangi oleh lampu kelap-kelip, Neta merasa bahagia malam ini, ia sudah menebak karena hari ini adalah hari ulangtahunnya pasti makan malam ini juga untuk merayakan hari ulang tahunnya.


Sesampainya di restoran Bian mengajaknya ke salah satu ruangan privat yang sudah ia pesan sebelumnya dengan dekorasi khusus bagi yang sedang berulang tahun. Neta merasa takjub ini diluar ekspektasi nya, ia merasa ini makan malam yang akan biasa saja, namun dari melihat dekorasi ruangannya saja sudah dipastikan makan malam ini akan berbeda.


" Dek.. ini semua buat Mbak ? " tanya Neta


" Iya Mbak.. tadi pagi kan Mbak udah dapet surprise kan dari Mas Dika, nah sekarang ini dari aku "


" Ya ampun Dek.. makasih banget "


" Sama-sama Mbak.. "


" Oya sayang.. selamat ulang tahun yaa.. semoga panjang umur.. sehat selalu.. selamat karena sebentar lagi kamu akan menjadi seorang Ibu " ucap Ibu memeluk Neta disusul oleh Ayah dan Bian mereka pun mengucapkan selamat kepada Neta.


Disaat yang bersamaan Kedua orangtua Dika datang, Neta menyambutnya begitupun kedua orangtuanya dan Bian, mereka pun langsung mengucapkan selamat kepada Neta.


" Oya Dika kok belum kesini ? " tanya Ayah Neta.


" Hmm.. Iya Yah.. mungkin Mas Dika masih dalam perjalan "


" Coba kamu hubungi " Ayah Neta kepada Bian.


Bian menghubungi kakak iparnya namun tidak ada jawaban.


" Jadi Dika masih dikantor ? " tanya Ayah Dika.


" Tadi Sih Mas Dika masih dikantor Yah, karena ada yang harus di diskusikan dengan pimpinan " Jawab Bian.


" Oh begitu " Balas Pak Arman manggut-manggut.


Tidak lama seorang pelayan datang menghampiri.


" Selamat malam Pak Bu, apakah makanan akan dikeluarkan sekarang ? " tanya pelayan.


" Hmm gimana ? Mbak ? " tanya Bian.


" Hmm.. nggak apa-apa sekarang juga sambil jalan aja " jawab Neta.


" Gak nunggu Mas Dika dulu ? " ucap Bian lagi.


" Hmm.. sambil jalan aja, kasian Ayah dan Ibu kan siapa tahu udah mau makan " susul Neta.


" Oke kalau gitu, keluarkan sekarang aja " ucap Bian kepada pelayan.


" Baik.. mohon tunggu "

__ADS_1


Pelayan berjalan keluar ruangan, Neta dan Dika kembali menghubungi Dika, namun lagi-lagi tidak ada jawaban. Membuat Dika dan Neta menjadi heran ada apa sebenarnya, tadi Bian memang tahu jika kakak iparnya dipanggil ke ruang kasat untuk mendiskusikan perkara yang sedang dalam penanganan.


__ADS_2