Diam Diam Jatuh Cinta

Diam Diam Jatuh Cinta
BAB 82


__ADS_3

Neta sedang berada di kamar nya, selesai makan malam ia kembali lagi ke kamarnya, ia baru selesai melaksanakan shalat isya, baru terasa pegal-pegal pada tubuhnya mungkin sisa jatuh tadi siang karena terserempet mobil.


Neta sedikit merasa trauma atas kejadian tadi siang, ada benarnya apa kata Dika, mulai sekarang ia tidak boleh kemana-mana sendiri.


Neta melihat ke jam dinding di kamar nya sudah menunjukan pukul 9 malam.


" Mas Dika belum pulang ya ? " batin Neta.


Ia duduk menyender ke senderan kasur, mengambil ponselnya lalu mencoba untuk menghubungi suaminya.


Tidak lama terdengar suara bariton dari ujung telepon sana.


Dika : " Halo sayang "


Neta : " Mas.. masih di kantor ? "


Dika : " Iya.. sebentar lagi aku pulang ya, tunggu aku di rumah "


Neta : " Aku tunggu di kamar ya Mas .. hahahaha "


Dika : " Hmm.. oke "


Neta : " Mas.. jangan kemana-mana ya pikiran nya, ini udah malem, kamu dateng pasti aku udah tidur, itu maksud ku aku tunggu dikamar "


Dika : " Iya.. iya... iya aja deh "


Neta : " Ya udah, hati-hati ya Mas pulangnya "


Dika : " Iya sayang "


Telepon ditutup.


Neta menyimpan ponselnya, ia mulai merebahkan tubuhnya diatas kasur, ia menarik selimut, tidak lama ia memejamkan mata lalu terlelap tidur.


...****************...


Dika sudah sampai di rumah mertuanya, ia melihat arloji di pergelangan tangannya menunjukkan pukul 22.30 malam.


" Duh udah malem lagi, gak enak bangunin orang rumah tidur, lupa gak titip pesen ke Mbok Sum, Neta juga pasti udah tidur kayanya " batin Dika.


Ia turun dari mobilnya, melihat apakah pagar rumah mertuanya sudah di kunci atau belum. Ternyata pintu pagar nya belum dikunci, Dika membuka pagar rumah mertuanya agar mobilnya bisa masuk ke halaman rumah.


Deru mesin mobil Dika terdengar oleh Ayah mertuanya yang sedari tadi sedang menunggunya pulang.


Ayah mertuanya langsung membukakan pintu rumah untuk Dika. Dika turun dari mobil dan sedikit kaget.


" Ayah.. belum tidur ? " tanya Dika.

__ADS_1


" Ayah menunggumu pulang, Ibu sudah tidur, Neta pun sama, sedangkan kamu belum pulang maka dari itu Ayah menunggumu "


" Maaf kan Dika Yah, jadi merepotkan dan mengganggu waktu tidur Ayah "


" Ahh tidak apa-apa, akhirnya-akhir ini juga Ayah selalu tidur larut, mungkin karena Ayah sudah tua "


Dika hanya tersenyum.


" Yah, kunci pagar mana ? biar Dika kunci sekalian "


" Oh ini, yang besar "


" Iya Yah " Dika mengambil kunci itu .


Dika lalu mengunci pagar rumah mertuanya, setelah itu ia masuk kedalam rumah tidak lupa mengunci pintu rumah juga.


Dika melihat Ayah sedang duduk di sofa menonton berita di televisi.


" Dik.. Dika " Ayah memanggilnya.


" Iya Yah "


" Itu bukannya kamu Ya.. Sindikat perdagangan manusia berhasil dilumpuhkan oleh jajaran kepolisian " ucap Ayah membaca teks dalam berita.


" Hmm.. iya betul Yah.. "


" Iya Yah.. padahal sebelumnya Dika dan Tim sudah bernegosiasi, tapi ya.. kita tidak pernah tahu keadaan dilapangan seperti apa " jawab Dika .


" Ya.. Ayah hanya bisa berpesan, hati-hati dalam bertugas " ucap Ayah.


" Terima kasih Yah "


Ayah hanya mengangguk tersenyum.


" Yah Dika pamit ke kamar dulu "


" Oh ya, istirahat lah ini sudah malam, kamu pasti lelah "


Dika tersenyum lalu berjalan menaiki tangga menuju kamar Neta.


Pintu kamar dibuka, Dika masuk kedalam kamar, lampu kamar sudah diganti dengan lampu tidur, benar saja Neta sudah tidur dengan nyenyaknya ia melihat istrinya sekilas, lalu ia berniat untuk membersihkan tubuhnya terlebih dahulu, berganti pakaian dengan pakaian tidur lalu ia menghampiri istrinya.


Dika membetulkan selimut yang Neta gunakan, ia mengecup kening istrinya.


" Aku tidak akan membiarkan orang-orang yang berniat jahat kepadamu " gumam Dika.


" Maafkan aku, aku sudah lalai menjagamu " Dika kembali mengecup kening istrinya.

__ADS_1


Neta yang merasa ada aroma Dika didekatnya ia terbangun langsung membuka matanya.


" Mas.. "


" Kok kamu bangun ? " tanya Dika.


" Gak tau nih ada yang bangunin aku barusan " ucap Neta.


Dika hanya tertawa kecil.


" Mas.. kamu udah pulang daritadi atau barusan ? " tanya Neta dengan sedikit menutup matanya.


" Aku nyampe rumah sekitar beberapa puluh menit yang lalu, baru selesai bersih-bersih "


" Hmm.. gitu... Ma..... " Neta tidak melanjutkan bicaranya, Dika melihat ke arah istrinya Neta kembali tertidur.


" Tidur lagi ? " Dika hanya menggelengkan kepalanya.


Ia berpindah ke kasur sebelah Neta yang kosong, ia mulai merebahkan tubuhnya, ia pun merasa sangat lelah akhir-akhir ini, setidaknya ia sudah dapat beberapa poin siapa dalang yang berniat mencelakai istrinya.


Dika berusaha memejamkan matanya, namun terasa sangat sulit, padahal ia amat sangat merasa lelah, ia menyampingkan tubuhnya, menatap wajah istrinya yang sudah kembali tertidur.


Ia tersenyum kecil, bagi Dika, Neta adalah wanita sempurna untuknya, walaupun terkadang istri nya manja dan cengeng tapi itu menjadi daya tarik tersendiri baginya.


Dika masih menatap wajah Neta, ia mulai memainkan hidung, sedikit mencubit-cubit pipi nya, Dika terus menggoda Neta membuat Neta kembali terbangun.


" Mas.. apa sih, gangguin terus ya.. " Neta bangun lalu duduk menyender kesenderan kasur.


" Aku gak bisa tidur Yang.. " Dika pun ikut duduk menyender kesenderan kasur.


" Ya terus aku harus minum kopi, biar temenin kamu begadang gitu ? " ucap Neta.


" Mau ? aku yang bikinin kopi ya ? " Dika bersemangat.


" Aku gak suka kopi Mas.. nanti lambungku sakit "


" Hmm... " Dika kembali menyenderkan tubuhnya.


Neta terdiam, ia beberapa kali menguap karena jujur saja ia merasa sangat ngantuk.


" Kamu beneran ngantuk ya ? " tanya Dika.


" Hmm.. " Neta mengangguk.


" Yang..... " Dika mengelus-elus perut istrinya.


" bdjkbxgg"_#&$&;"!)()#?$;&$!!#; "

__ADS_1


__ADS_2