Diam Diam Jatuh Cinta

Diam Diam Jatuh Cinta
BAB 87


__ADS_3

" Gimana Dok ? " tanya Dika.


" Ada apa dengan istri saya ? " tanya Dika lagi.


Dokter Ramzie merubah mimik wajahnya lalu tersenyum.


" Pak, Bu Neta tidak sakit, tapi Bu Neta sedang mengandung " ucap Dokter Ramzie.


" Mengandung Dok ? " tanya Dika.


" Mengandung ? " ucap Neta.


" Iya Pak, Bu selamat ya.. "


" Alhamdulillah.. " ucap Dika.


" Alhamdulillah " ucap Neta berkaca-kaca.


Dika langsung menggenggam tangan istrinya.


" Bapak dan Ibu bisa dilihat disini, terlihat ada dua kantung bulat ya, di dalam nya ada titik kecil nah ini yang disebut bakal janin, karena kantung nya terlihat ada dua, maka sudah dipastikan Ibu Neta hamil dengan janin kembar " ucap Dokter.


" Alhamdulillah Ya Allah .. "


" Alhamdulillah "


" Sayang kita punya anak kembar " ucap Dika tidak bisa menahan kebahagiaan nya.


Dokter Ramzie terus memeriksa, setelah selesai perut Neta dibersihkan, lalu Neta dibantu untuk bangun dan kembali duduk di kursi roda dan kembali menuju meja dokter.


" Sekali lagi selamat ya Pak Bu, atas kehamilannya "


" Terima kasih dok "


" Saya akan meresepkan asam folat dan beberapa vitamin, jangan lupa untuk tetap makan makanan bergizi dengan teknik sedikit tapi sering ya, saya juga akan meresepkan obat mual, jika mual ada silakan diminum, jika tidak ada mual tidak diminum pun tidak apa-apa, jangan lupa juga untuk teratur minum susu ibu hamil "

__ADS_1


" Baik Dok "


" Ada yang ingin ditanyakan ? " tanya Dokter.


" Begini Dok, euhh aktifitas apa saja yang boleh dilakukan oleh istri saya selama kehamilan ini ? " tanya Dika.


" Istri Bapak masih boleh melakukan aktifitas sehari-hari, apabila istri bapak bekerja, masih boleh bekerja hanya mungkin jangan terlalu capek dan hanya melakukan pekerjaan yang ringan-ringan saja " jawab Dokter.


" Oh Ya "


" Karena kehamilan kembar ini sedikit berbeda dengan kehamilan tunggal lainnya, jadi kepada Ibu untuk tetap menjaga kesehatan ya Bu "


" Baik Dok "


" Oke kalau begitu, sehat selalu ya Bu, nanti kontrol sekitar 1 bulan lagi " ucap Dokter.


" Baik dok, terima kasih "


" Sama-sama "


" Permisi "


Dika dan Neta keluar ruangan Dokter Ramzie, ia diantar oleh perawat menuju Depo pengambilan obat.


Dika sudah tidak tahan ingin segera menyampaikan berita bahagia ini kepada kedua orangtuanya dan kedua mertuanya. Sekitar 20 menit menunggu obat, Dika dan Neta menuju parkiran untuk kembali pulang ke rumah, Dika memapah istrinya untuk masuk kedalam mobil, ia pun segera berpindah duduk ke kursi kemudi.


Setelah masuk kedalam mobil Dika langsung memeluk istrinya, ia ingin segera memeluk Neta saat ia tahu bahwa istrinya tengah hamil, namun karena masih ada dokter dan perawat disana, Dika menahannya.


" Sayanggg... terima kasih .. Ya Allah terima kasih " ucap Dika kepada Neta.


" Mas .. mas.. jangan terlalu kenceng aku eungap " Neta memukul-mukul tangan suaminya.


" Maaf.. aku seneng banget " Dika melepaskan pelukannya.


Neta hanya tersenyum.

__ADS_1


" Sekarang kamu mau kemana ? apa kamu masih pusing ? " tanya Dika.


" Masih sedikit " ucap Neta.


" Pulang aja ? " tanya Dika.


Neta hanya mengangguk.


Dika menyalakan mesin, melajukan mobilnya menuju rumah, dalam perjalan Dika menghubungi kedua orangtuanya dan kedua mertuanya. Mereka sangat bersuka cita mendengar berita bahagia jika Neta hamil. Karena sebentar lagi Neta akan memberikan mereka cucu.


...****************...


Sesampainya di rumah, Neta dipapah Dika untuk masuk kedalam rumah, Dika mengantarkan Neta menuju kamar, Neta langsung merebahkan tubuhnya diatas kasur, sungguh ia merasa lemas, ia hanya ingin tiduran saat ini.


Dika berganti pakaian dengan pakaian rumahan, ia menghampiri istrinya yang sedang terbaring di kasur.


" Sayang kamu makan ya "


" Nanti aja Mas "


" Kamu mau makan apa ? " tanya Dika.


" Aku gak mau makan "


" Sayang kata dokter kamu harus makan yang bergizi, oh ya aku belum beli susu ibu hamil buat kamu " ucap Dika.


" Nanti aja Mas, aku cuma pengen kamu jangan kemana-mana " ucap Neta.


" Aku gak akan kemana-mana, aku disini " balas Dika.


Ia melihat ke arah istrinya lagi Neta kembali memejamkan matanya, Dika pun menjadi tidak tega, ia berniat untuk mengambilkan air hangat dan air teh untuk istrinya, lalu ia menghubungi Tio jika nanti pulang kantor ia meminta tolong untuk belikan susu ibu hamil untuk istrinya.


Lalu Dika kembali duduk di sofa, seperti biasa ia memeriksa beberapa chat di grup kantor, lalu ia melihat beberapa laporan perusahaan yang belum Neta koreksi, yang terkoneksi ke ponselnya juga.


Ia sesekali melihat Neta, Neta masih terlelap tidur, Dika kembali fokus dengan ponselnya, ia mulai membaca-baca artikel tentang kehamilan, ia banyak membaca apa saja makanan yang aman dan sehat untuk ibu hamil.

__ADS_1


Tidak terasa cacing-cacing diperut Dika memanggil, ia pun mulai merasa lapar. Dika langsung membuka aplikasi pesan antar makanan, ia memilih paket makanan yang akan ia makan sedangkan Dika memilihkan sop ayam untuk Neta makan nanti.


Setelah memesan ia menunggu pesanan nya tiba, tetap duduk di sofa sambil menunggu Neta yang masih terlelap tidur.


__ADS_2