
Neta sedang merapikan beberapa pakaian kerja nya ia masukkan kedalam tas. Malam ini ia akan menginap di rumah orangtunya atas permintaan Dika. Sedangkan Dika sudah berganti pakaian.
" gak perlu bawa baju banyak-banyak " ucap Dika.
" Iya " jawab Neta.
Setelah siap Neta duduk di kursi meja rias nya membawa beberapa keperluan nya lalu ia simpan kedalam pouch kecil. Dika masih mempersiapkan keperluannya juga, ponsel Dika yang disimpan diatas meja rias, sesekali berbunyi menandakan adanya pesan masuk namun Dika masih membiarkannya, sesekali Neta melihat ke layar ponsel suaminya yang menyala jika ada notifikasi masuk.
Sekilas ia membaca ada beberapa panggilan tak terjawab terlihat di layar ponsel suaminya.
" Mas ini ponsel kamu nyala terus loh daritadi " ucap Neta.
" Nggak apa-apa paling pesan grup " jawab Dika.
Neta masih penasaran, ia kembali melihat ke layar ponsel suaminya.
" Panggilan tak terjawab, My Sweet Cat " batin Neta.
" Siapa dia ? " Neta mengambil ponsel suaminya lalu dibawanya ke Dika.
Dika yang sedang mengambil senjatanya di lemari.
" Mas ini maksud ny My Sweet Cat siapa ? " tanya Neta menyodorkan ponsel suaminya.
Dika yang membalikkan badan nya sambil memegang senjata membuat Neta menjadi ngeri sendiri, Neta melemahkan suaranya.
" Ma..Mas.. Itu senjatanya simpen dulu aku ngeri liat nya " ucap Neta pelan.
" Hmm .. mau aku simpan di tas " Dika memasukkan senjatanya kedalam tas.
Neta masih terdiam, ia masih penasaran namun tidak berani mengulang pertanyaan nya.
" Oya tadi kenapa ? apa yang kamu tanyain ? mana sini ponselku " ucap Dika.
" O..oh.. gak jadi, gak jadi Mas " balas Neta.
" Apa ? kamu nanya apa sih ? " Dika mengambil ponsel nya, lalu terlihat dilayar ponselnya beberapa pesan masuk, beberapa panggilan tak terjawab dan notifikasi lainnya.
Dika tersenyum, mungkin yang dimaksud istrinya adalah panggilan tak terjawab dari My Sweet Cat, Dika jarang sekali membuka notifikasi di ponselnya ia hanya membuka beberapa pesan di aplikasi percakapan yang urusannya dengan kantor dan keluarga. Sehingga banyak notifikasi menumpuk yang tertinggal.
Neta sendiri tidak pernah tahu isi ponsel suaminya bahkan ia tidak pernah membukanya, ia tidak tahu jika Dika menamai nomor ponsel dirinya dengan nama My Sweet Cat.
Neta masih terdiam, Dika menghampiri Neta.
" Ini maksud kamu ? " tanya Dika memperlihatkan layar ponselnya.
__ADS_1
Neta terdiam, ia hanya melihat sekilas.
" Mana ponsel kamu ? aku ambil ya " Dika yang melihat ponsel Neta tersimpan diatas nakas lalu mengambilnya.
" Nih coba kamu telepon ke aku " ucap Dika.
Neta menuruti apa yang diperintahkan suaminya, ia menghubungi ponsel suaminya lalu terlihat nama My Sweet Cat di layar ponsel suaminya.
Dika menyodorkan ponselnya kepada Neta, sambil tersenyum.
" Kamu ... nyamain aku sama kucing " ucap Neta.
" Mmh... maaf bukan maksud ku gitu, ya kamu tahu sendiri lah, aku gak pernah mengganti nama kontak kamu di ponsel ku " balas Dika.
" Ya berarti emang kamu nyamain aku sama kucing kan " Neta keukeuh.
" Iya.. karena kamu kucing manisku yang sukaa.... wraawww " Dika mengangkat kedua tangannya dengan gaya mencakar.
" Ihhh... Mas Dikaaa.... " Neta sudah mengambil bantal untuk di pukulkan ke suaminya Dika berlari menjauhi Neta.
" Udah-udah iya aku minta maaf, aku ganti nama kontak nya ya.. ya... " ucap Dika menenangkan istrinya.
" Ahh kamu mah nyebelin kan " ucap Neta.
" Nggak apa-apa nyebelin tapi aku kan sayang kamu " Dika terus menggoda istrinya.
" Bukan gombal, aku serius.. aku gak pernah kaya gini selain ke kamu " ucap Dika.
" Bohong banget !! " balas Neta lalu duduk di sofa.
" Ya udah kalo kamu gak percaya, aku mau cari yang percaya aja deh kalo aku itu orang yang gak gampang buat jatuh cinta, gak gampang buat sembarangan sayang.. " Dika duduk di pinggiran kasur.
" Jangan... jangan.. jangan... enak aja mau nyari-nyari yang lain !! " susul Neta.
" Lagian juga, istri aku sendiri aja gak percaya "
" Hmm... " Neta menghampiri suaminya.
" Mas.. "
" Iya.. apa ? Nih aku udah ganti kontak kamu di ponsel aku " Dika mengganti nama istrinya ia tidak mau hanya perkara nama kontak ia menjadi berselisih dengan Neta.
" Mas aku takut.. "
" Takut apa ? kenapa ? kan malam ini kamu nginep di rumah Ayah dan Ibu, kamu gak sendirian disini, aku juga khawatir kalo kamu disini sendiri " ucap Dika.
__ADS_1
" Bukan itu "
" Terus apa ? " Dika heran.
" Aku.. mmh... aku takut.. semakin aku sayang kamu, aku semakin takut kehilangan kamu Mas.. " ucap Neta.
Dika terperanjat atas ucapan Neta, ia menatap wajah istrinya terlihat cairan bening sudah menggenang di pelupuk matanya. Dika dengan sigap langsung memeluknya.
" Mas gak akan kemana-mana " ucap Dika pelan.
" Aku tahu kamu sayang sama aku Mas.. aku bisa rasain itu tanpa kamu ucap pun, justru dengan seperti itu aku semakin takut kehilangan kamu " Neta mengeratkan pelukannya.
" Sayang .. cintai dan sayangi aku sewajarnya aja, kita tidak akan pernah tahu kedepannya seperti apa kan, apakah aku duluan yang akan meninggalkan kamu di dunia ini, kita tidak pernah tahu, namun disaat kita menyayangi dan mencintai dengan sewajarnya, maka kita pun akan cepat ikhlas jika harus ditinggalkan orang itu, segala sesuatu yang berlebihan itu kan tidak baik " ucap Dika.
" Mas.. jangan ngomong gitu.. emang nya kamu mau ninggalin aku kemana ? " Neta sedikit terisak.
" Hmmm... " Dika menghela nafas dalam.
" Ya kita gak tau kedepannya gimana kan ? kamu tahu kerjaan aku yang penuh dengan resiko, aku kasih tau kamu, disaat atau suatu saat aku sedang berdinas dan ada berita tentangku yang mengabarimu, kamu harus sudah siap menerima kabar itu "
" Mas .. maksud kamu apa sih ngomong kaya gini, kamu malam ini mau operasi penangkapan, terus sekarang kamu ngomong kaya gini, bikin aku sedih tahu.. katanya kamu sayang aku.. terus kamu jangan bilang mau ninggalin-ninggalin aku gitu dong ! " Neta sedikit emosi.
" Iya sayang.. aku kan cuma cerita, untuk sekarang aku mau ada penangkapan itu aja " Dika tersenyum menenangkan istrinya.
" Kamu jangan pergi deh malem ini, aku gak usah jadi ke ibu, aku bisa gak bilang ke kantor kalo kamu berhalangan jadi gak bisa ikut buat operasi penangkapan " ucap Neta tidak melepaskan pelukannya.
Dika tertawa..
" Jangan gitu dong sayang, ini kan kerjaan aku, aku minta kamu selalu doain aku, dimanapun aku berada kamu doain aku, doain aku setiap kali aku lagi tugas.. biar tugas cepat selesai dan aku bisa peluk lagi kamu kaya gini, kita berdoa yang baik-baik aja ya.. berdoa semoga aku dilindungi dalam bertugas, berdoa buat kebaikan rumahtangga kita juga, kita masih punya PR loh " Dika menggoda istrinya.
Neta mencerna ucapan suaminya.
" PR apa ? "
" Ngasih cucu buat Ayah dan Ibu " Dika kembali tertawa.
" Hmmm.. "
" Kamu harus kuat ya .. doain aku terus oke ! " Dika tersenyum.
" Mas aku cengeng ya.. "
" Nggak.. nggak kok kamu gak cengeng " ucap Dika tersenyum.
" Nanti dibilang cengeng.. marah lagi " gumam Dika.
__ADS_1
" Apa kamu bilang !! " Neta mendongkakan kepalanya.
" $&_#&_#&svhd "