
Markas Kepolisian
Dika kembali dengan pekerjaannya. Kevin yang melihat Dika berjalan menuju ruangannya lalu menyusulnya.
" Kemana aja bro ? " tanya Kevin menepuk pundak Dika.
Dika menoleh ke arah Kevin.
" Sehari gak ketemu aja udah kaya setahun " jawab Dika tertawa kecil.
" Hmm.. gak tau aja kemaren kaya apa disini ? " ucap Kevin.
" Emang ada apa ? " tanya Dika.
" Pake nanya lagi ada apa.. ck " jawab Kevin duduk di sofa ruangan Dika.
" Komandan nelepon sih kemaren " ucap Dika.
" Nah itu masalahnya " balas Kevin.
" Tapi kan kasus penipuan itu sudah selesai, apa yang harus dipermasalahkan lagi ? " susul Dika.
" Hmm... " Kevin mengangkat kedua bahunya.
Disaat yang bersamaan pintu ruangan Dika di ketuk.
" Masuk " ucap Dika.
" Ijin Bang, ada tamu yang akan melapor " ucap Aldo.
" Terimalah laporannya Do " balas Dika.
Aldo hanya tersenyum.
" Ya sudah saya kesana, suruh tunggu di ruangan pemeriksaan " ucap Dika.
" Ayo " Dika memberikan kode kepada Kevin.
Kevin dengan malas beranjak dari duduknya.
Dika berjalan keluar ruang kerjanya, ia melihat seorang wanita sedang menangis duduk di ruang tunggu, lalu Aldo terlihat mengajaknya ke ruang pemeriksaan. Dika menyusul menuju ruangan pemeriksaan.
" Siang Bu, ada yang bisa saya bantu " ucap Dika seraya duduk tepat di depan wanita muda itu.
Wanita itu langsung mendongkakan wajahnya, seketika ia mengusap air mata yang jatuh membasahi pipinya.
" Saya kena jambret Pak " ucap wanita itu sambil terisak.
" Dimana ? dan apa saja yang hilang ? " tanya Dika.
Wanita itu menjelaskan kepada Dika kronologi kejadian yang menimpanya.
" Oke, laporannya sudah kami terima, beri kami waktu untuk segera melacak keberadaan pelaku jambret, sesuai ciri-ciri yang disebutkan tadi, kami dan tim akan membuat sketsa wajah terlebih dahulu, 3x24 jam Mbak silakan kembali kesini, atau ada nomor yang bisa dihubungi ? " ucap Dika.
" Ponsel saya kan di tas yang dijambret tadi Pak " balas wanita muda itu.
" Oke, nanti untuk perkembangan kasus nya bisa kembali ke sini ya, dan ini surat kehilangan bisa di pergunakan untuk mengurus keperluan barang-barang yang hilang " susul Dika.
__ADS_1
Dika kembali fokus pada komputer di hadapannya.
" Busetttt.. cakep bener nih Pak Polisi.. gak apa-apa lah gue kehilangan handphone sama duit, asal jangan kehilangan jejak Pak Pol nya aja " batin wanita itu.
" Ini silakan.. surat keterangan kehilangannya " Dika menyodorkan 2 lembar kertas yang sudah dibubuhi tandatangannya.
" O..oh ya terima kasih banyak Pak " ucap wanita yang bernama Renata, membuyarkan lamunannya.
" Ada hal yang lain yang bisa saya bantu ? " tanya Dika lagi.
Ada Pak.. bantu hati saya agar tidak jedak jeduk jika dekat dengan Bapak.
" Hmm.. tidak Pak.. saya rasa cukup dulu, tolong bantu ya Pak, semoga ponsel dan dompet saya bisa ketemu " ucap Renata.
" Baik, kami akan mengerahkan tim dan berusaha semaksimal mungkin " balas Dika.
" Terima kasih banyak Pak, siang "
" Siang.. silakan "
Renata keluar ruangan pemeriksaan, entah mengapa hatinya yang tadinya sedang bersedih karena kehilangan ponsel dan dompetnya, berubah menjadi sedikit berbunga.
" Hmm.. kira-kira Pak Pol tadi masih single gak ya ? " batin Renata sambil berjalan keluar kantor polisi, tepat di depan pintu keluar, terlihat awan sangat gelap tidak lama hujan turun begitu derasnya, disertai petir yang menyambar.
" Aaaaaaaa " Renata sedikit kaget menutup kedua telinganya sambil berjongkok
" Mbak..mbak.. " Bian yang sedang lewat menghampiri Renata.
" O..oh iya Pak "
" Mbak.. tunggu di dalam saja, hujan nya deras " ucap Bian.
Ia kembali duduk di ruang tunggu, Bian membawakan air mineral kemasan.
" Mbak silakan, sambil menunggu hujan reda " ucap Bian.
" Terima kasih Pak "
" Saya tinggal kedalam dulu " ucap Bian lagi.
Bian kembali masuk kedalam kantor. Renata masih duduk di kursi tunggu ia memperhatikan punggung Bian hingga tak terlihat dari pandangan nya.
" Baru kali ini laporan ke kantor polisi, baru tahu kalo polisi sekarang ganteng-ganteng " batin Renata sambil meneguk air mineral yang diberikan oleh Bian sebelumnya.
Ia sesekali melihat ke arah kaca jendela tembus pandang, hujan masih sangat deras. Disaat yang bersamaan Dika keluar ruang pemeriksaan menuju ke ruang kerjanya. Dika keluar ruangan sambil menelepon.
Renata yang melihat Dika keluar ruangan bersama Aldo dan Bian menjadi salah tingkah. Karena ruangan Dika melewati tempat Renata sedang duduk menunggu hujan reda.
" Tuhaann... apakah salah satu dari mereka adalah jodohku " batin Renata menghayal.
Renata kembali memperhatikan ketiganya hingga mereka tidak terlihat lagi dari pandangan Renata.
...****************...
Perusahaan MGM Grup
Neta sedang berada di kursi kebesaran nya, ia kembali dengan aktifitas nya di kantor, ia sesekali menghubungi Kiki untuk mengetahui keberadaan anak kembar nya.
__ADS_1
Neta sedang menandatangani beberapa berkas kontrak pegawai, disaat yang bersamaan Bu Angel datang menghampiri nya.
" Bu Angel, masuk Bu silakan " ucap Neta.
" Terima kasih Bu Neta "
" Gimana Bu ? " tanya Neta.
" Begini Bu, kita kan sedang membutuhkan beberapa karyawan lagi, nah kemarin yang dibantu oleh beberapa kepala divisi kami berdiskusi, lalu membuka lowongan di situs resmi MGM Grup, ada beberapa yang menurut kami cocok bekerja menjadi karyawan disini, ini profil nya, silakan Ibu pelajari dulu " ucap Bu Angel.
" Hmm.. oke baik Bu Angel, nanti saya hubungi kembali Bu Angel mana saja kriteria yang saya inginkan untuk bergabung di MGM Grup " balas Neta.
" Baik Bu Neta, kalau begitu saya permisi "
" Ya.. silakan Bu Angel "
Bu Angel keluar ruangan Neta, Neta kembali dengan beberapa berkas di hadapannya, saat Neta sedang fokus dengan berkas terdengar suara petir menggelar, ia segera melihat ke arah kaca jendela yang tembus pandang.
" Sepertinya akan hujan " batin Neta.
Tidak lama ponsel Neta berdering, ia langsung meraih ponselnya terlihat id pemanggil adalah suaminya.
Neta : " Halo Mas "
Dika : " Iya sayang, kamu lagi sibuk ? "
Neta : " Nggak sih, ini biasa meriksa beberapa laporan "
Dika : " Hmm oke "
Neta : " Kamu lagi apa Mas ? lagi dikantor ? "
Dika : " Iya aku dikantor, baru selesai nerima laporan, ada yang kena jambret tadi "
Neta : " Oh gitu, iya Mas, Oya rencana nya agak siangan nanti aku mau ketemu klien Mas "
Dika : " Dimana ? "
Neta : " Di Restoran Grand Nusantara "
Dika : " Oke, kamu hati-hati ya sama Lisa kan ? "
Neta : " Iya sayang, jangan lupa kamu makan ya "
Dika : " Siap Bu Komandan "
Neta : " Okedeh "
Dika : " Sayang, aku tutup dulu ya teleponnya, nanti aku kabari lagi .. "
Neta : " Iya Mas.. "
Klik telepon ditutup.
Neta menyimpan kembali ponselnya. Benar siang ini ia akan bertemu dengan klien dari perusahaan Nusadua Corporindo yang ingin bekerja sama dengan MGM Grup.
" Hmm.. gimana ya hujan deres gini, tapi gak enak juga kalo harus dibatalin, tunggu reda dulu aja deh " batin Neta.
__ADS_1
Ia langsung menghubungi Tio dan Lisa untuk mempersiapkan keperluannya yang akan dibawa untuk bertemu klien nanti, ia pun sudah meminta Tio menghubungi supir perusahaan untuk mengantarnya bertemu klien bersama Lisa nanti jika hujan sudah sedikit reda.