
Halo.. pembaca semua.. mohon maaf aku baru bisa update lagi, beberapa hari yang lalu.. anak-anakku sedang sakit.. jadi aku baru bisa update lagi sekarang.. Terima kasih yang sudah menunggu kelanjutan ceritaku ini... 😘😘
Kita lanjut cerita Bian yang lagi kasmaran yuukkk... 😍😍 Selamat membaca... 🙏🏻😉
💐💐💐
Kediaman Keluarga Handoko
" Binar.. " tanya Bu Handoko memanggil anaknya.
" Iya Bu " jawab Binar menghampiri Ibunya.
" Sudah, oleh-oleh untuk Mbak Neta sebelah rumah kamu berikan ? " tanya Bu Handoko.
" Sudah Bu " jawab Binar.
" Oke, makasih sayang.. terus.. mhh.. ke siapa lagi yaa.. " Bu Handoko kembali menghitung paper bag berisi oleh-oleh yang bel di berikan.
Ting Tong
Disaat bersamaan terdengar bel rumah berbunyi, Binar dan Ibunya menoleh ke arah sumber suara.
" Sayang, sepertinya ada tamu, coba kamu lihat " ucap Ibu.
" Oh iya Bu, biar aku yang lihat " Binar berjalan menuju pintu utama rumah, ia langsung membuka pintu rumah, ia melihat seorang wanita muda yang sangat ia kenal berdiri membelakangi nya.
" Renata .. ! " ucap Binar antusias.
" Binar... ! " Renata membalikkan badannya langsung merentangkan kedua tangan memeluk Binar.
" Ya ampun kangen banget sumpah... kangennnnn.. kangenn pokonya " ucap Renata.
" Ayo.. ayo masuk " ucap Binar.
" Oke.. "
Mereka berdua masuk kedalam rumah, Binar dan Renata adalah kedua sahabat dari semenjak Sekolah Menengah Pertama mereka dipisahkan karena melanjutkan kuliah yang berbeda tempat dan jurusan, Binar melanjutkan studinya ke luar kota sedangkan Renata masih di kota tempat tinggalnya.
" Siapa sayang ? " tanya Ibu saat mendengar suara orang masuk.
" Bu.. ada Renata " ucap Binar.
" Hai.. Renata apa kabar ? " tanya Ibu Binar.
" Alhamdulillah kabar baik tante " jawab Renata.
" Bagaimana kuliah kamu ? " tanya Ibu Binar lagi.
" Alhamdulillah lancar tante " jawab Renata.
" Syukurlah .. sudah lama ya kalian gak ketemu, ayo masuk kalian ngobrol-ngobrol lah, oya Binar ini bawa sekalian oleh-oleh dari Malang biar dimakan sama Renata juga " ucap Ibu.
__ADS_1
" Iya Bu " Binar mengambil makanan dari tangan Ibu nya.
" Yok.. kita di taman belakang aja, biar adem " ucap Binar mengajak Renata.
Mereka berdua berjalan menuju taman belakang, disana ada gazebo yang mengarah ke kolam renang, sehingga udaranya sejuk.
" Eh gimana kabar disini ? ada gosip apa ? " tanya Binar memulai pembicaraan.
" Hmm... apa ya.. gak ada deh, kalo disini kaya gini aja " jawab Renata.
" Oh ya aku denger kemaren kamu sempet kena jambret ? " tanya Binar.
" Iya Bener banget, dompet sama handphone ku yang ke jambret " ucap Renata.
" Nah terus gimana ? ketemu ? " tanya Binar.
Renata menggeleng.
" Ponselku gak ketemu, yang ketemu cuma dompet, tapi isinya udah gak ada, yang bersisa cuma KTP, kartu mahasiswa, beberapa kartu lain, ya gitu-gitu aja " Jawab Renata.
" Nah terus sekarang kamu bisa hubungi aku pake apa ? " tanya Binar lagi.
" Nih.. aku pake ponselku yang dulu, yang kadang mati kadang hidup, terus aku benerin nomor ponselnya yang dulu, biar bisa aktif lagi " jawab Renata memperlihatkan ponselnya.
" Hmm... tapi masih berfungsi kan ? yang penting kan masih bisa dipake, oya yang sabar ya semoga nanti dapet penggantinya dapet handphone baru " ucap Binar.
" Hehe Aamiin.. aku pengen cari kerja sih sekarang, kuliah kan udah mau selesai kan ya, aku bisa aja cari kerja paruh waktu gitu, tapi belum tahu dimana " balas Renata.
" Hmm.. makasih banget ya Nar.. kamu dari dulu baik banget sama aku " ucap Renata.
" Santai.. itu kan gunanya sahabat " susul Binar.
" Oya, ada yang mau aku ceritain nih.. " ucap Renata.
" Eh apa apa.. cerita dong ayo, oya sekalian ini minum terus makan dong cemilan nya ini " balas Binar.
" Oh ya aku makan ya " Renata mengambil satu buah kue.
" Oya apa cerita dong " Binar tidak sabar.
" Hmm.. gini aku ceritain ya.. aku kan waktu yang kena jambret itu langsung laporan ke kantor polisi, eh tau gak.. yang nerima laporan aku, polisi nya udah gak terlalu muda sih tapi.. aduhh.. bikin aku kepikiran " ucap Renata.
" Hah... kepikiran gimana ? " tanya Binar semakin penasaran.
" Pokonya kalo kamu liat, pasti bikin kelepek-kelepek deh, terus kan waktu itu hujan deres banget gak berhenti-henti, akhirnya aku ditawarin buat dianterin pulang dong.. " jawab Renata antusias.
" Sama polisi itu ? dianterin nya ? " tanya Binar lagi.
" Bukan sama polisi yang nerima laporan aku sih, tapi sama polisi yang satunya lagi, polisi yang ini terlihat masih muda, gak jauh lah kayanya umurnya sama kita, tapi ya itu ganteng juga.. hmm.. aku gak nyangka ternyata polisi itu ganteng-ganteng " jawab Renata membayangkan.
" Hmm... seneng banget.. " ucap Binar.
__ADS_1
" Tapi aku kadang sadar.. dimana lagi aku ketemu sama itu polisi, masa iya aku harus tongkrongin kantor polisi tempat dia kerja tiap hari " ucap Renata.
" Ya gak apa-apa namanya juga usaha " balas Binar disusul tawa dari mereka berdua.
Mereka banyak ngobrol, karena semenjak kuliah mereka baru bisa bertemu lagi kali ini, karena kesibukan Binar juga yang kuliah di luar kota sehingga ia jarang pulang ke rumahnya.
Sekarang karena ia sedang libur kuliah selama 2 bulan, sehingga ia pulang ke rumah untuk liburan bersama kedua orangtuanya.
Binar sama sekali tidak tahu jika pria yang diceritakan oleh Renata adalah tetangganya sebelah rumah, Renata pun tidak tahu jika polisi yang ia ceritakan kepada sahabatnya adalah tetangga dari Binar.
Waktu menjelang siang, hampir 3 jam Renata dan Binar ngobrol, akhirnya Renata pamit untuk pulang, ia pun tidak enak berlama-lama di rumah Binar, khawatir Binar akan melakukan aktifitas yang tertunda karena kedatangan dirinya, walaupun sebetulnya memang Binar yang meminta Renata untuk berkunjung ke rumahnya, yang terpenting rindu mereka telah terobati.
" Aku balik ya Nar " ucap Renata.
" Ih kok cepet sih " balas Binar.
" Nanti aku kesini lagi, aku lagi mau nyiapin lamaran, sambil mau masuk-masukin lamaran " susul Renata.
" Hmm.. oke deh, nanti aku kabarin ya "
" Oke berkabar ya " ucap Renata.
Setelah pamit kepada kedua orang tua Binar, Renata yang diantar oleh Binar sampai pagar depan rumahnya. Renata menunggu taksi yang di pesannya secara online ditemani oleh Binar.
Renata sesekali melihat, ke kanan dan kekiri jalan belum terlihat taksi datang, ia sekilas melihat rumah tepat disamping rumah Binar.
" Nar.. rumah ini udah ada isinya ? " tanya Renata.
" Dari dulu juga ada isi ny kali, cuma emang orangnya jarang ada di rumah, baru hampir dua tahun ini diisi sama istrinya, yang punya rumah udah nikah, udah punya anak juga kembar katanya kalo kata Ibu " jawab Binar.
" Oh pantesan... " Renata manggut-manggut.
Saat menunggu taksi pesanan Renata, Bian keluar rumah sambil menggendong Nathan, ia mengajak Nathan bermain di taman depan rumahnya.
" Itu yang punya rumah ? " tanya Renata, karena hanya melihat punggung Bian sambil menggendong Nathan.
" Hmm... iyaa " Binar hanya mengangguk tanpa melihat ke arah Bian.
" Oh... " Renata pun mengangguk.
Tidak lama taksi online pesanan Renata tiba. Renata pamit kembali kepada Binar, lalu menaiki taksi itu, taksi melaju meninggalkan rumah Binar.
Taksi putar balik tepat di depan rumah Dika, Renata melihat Bian dengan jelas kali ini.
" Ya Tuhan.. polisi itu... Binaarrrrrrr .. hikssss " batin Renata menutup mulutnya saat melihat Bian sedang bermain bersama Nathan.
" Aku baru ceritain ke Binar, tapi... dia udah nikah duhh.. malu banget mana tetangga Binar lagi " gumam Renata.
Ia menyangka jika Bian adalah pemilik rumah itu dan Bian sudah menikah lalu memiliki anak kembar seperti apa yang di ceritakan oleh Binar. Renata menjadi tidak enak hati, ia pikir ia bisa mengusahakan untuk bisa dekat dengan polisi idolanya, tapi kenyataan berkata lain.
Ia pulang dari rumah sahabatnya dengan perasaan yang tidak enak dan pikiran yang tidak karuan.
__ADS_1