
Setelah makan Neta dan Dika kembali ke ruang tunggu di depan ruang perawatan Ayah dan mertuanya. Mereka berdua kembali duduk tepat di depan pintu masuk ruangan, tidak lama seorang perawat keluar dari dalam ruangan.
" Keluarga Pak Arman ? " tanya perawat.
" Iya betul " Dika dan Neta sontak berdiri menghampiri perawat itu.
" Begini Pak Bu, Pak Arman sudah diperbolehkan untuk pindah ke ruang perawatan biasa, kondisinya sudah berangsur stabil, maka dari itu sekarang Pak Arman akan segera dipindahkan " ucap perawat.
" Alhamdulillah.. terima kasih sus "
" Sama-sama Pak, kami akan mempersiapkan nya terlebih dahulu " ucap perawat lagi kembali masuk kedalam ruangan.
Neta dan Dika kembali duduk menunggu Ayah nya dipindahkan. Selang 15 menit pintu ruangan kembali terbuka, namun kali ini terbuka lebar terlihat beberapa petugas mendorong blankar dan 2 orang perawat yang mengikutinya.
" Ayah.. " ucap Dika.
" Pak Bu, mari kita ke ruangan perawatan Pak Arman " ucap salah satu perawat mengajak Dika dan Neta.
" Baik sus " Neta dan Dika mengikuti perawat itu.
" Pak Bu, sesuai data sebelumnya Pak Arman akan dipindahkan ke ruangan perawatan Paviliun Anggrek yang berada di samping kanan rumah sakit "
" Iya betul sus "
" Baik "
Paviliun Anggrek adalah ruang perawatan yang fasilitas nya seperti berada di hotel bintang 5, lebih aman dan nyaman dengan harapan semua pasien dapat lebih cepat sembuh dari sakitnya jika di rawat di ruang perawatan Paviliun Anggrek.
...****************...
Pak Arman tengah berbaring di ruang perawatannya, ia sudah mulai bisa berbicara dengan baik walaupun kondisinya masih lemah.
Dika dan Neta setia menunggu Ayah dan mertuanya di dalam kamar, tidak lama terdengar ketukan pintu, Neta membuka pintu ruangan ternyata kedua orangtuanya datang untuk menjenguk Pak Arman dan terlihat Ibu dari Dika pun datang bersamaan dengan kedua orangtua Neta.
" Ayah.. Ibu " ucap Neta memberikan salam yang disusul oleh Dika.
" Loh kok Ibu ? " tanya Dika ke ibunya.
" Iya tadi setelah kamu beritahu ibu jika Ayah sudah dipindah kan Ibu kembali kesini, di parkiran tadi ibu bertemu dengan kedua orangtua Neta " ucap Ibu Dika.
" Iya betul Nak Dika, tadi Ibu dan Ayah bertemu di parkiran " susul Ibu Neta.
" Oh begitu " balas Dika.
" Silakan Yah Bu " Dika kepada kedua mertuanya.
" Bagaimana Ayah Dik ? " tanya Ibu Dika.
" Alhamdulillah Bu, sudah bisa ngobrol, tapi dokter bilang jangan dulu banyak aktifitas dan dibebankan dengan hal-hal yang menguras pikiran " ucap Dika.
" Ya.. " Ibu mengangguk.
Kedua orangtua Dika dan kedua mertuanya berada di tempat yang sama, Pak Arman berterima kasih kepada kedua besannya karena sudah menjenguknya.
" Terima kasih, sudah menyempatkan menjenguk saya " ucap Pak Arman perlahan.
" Sama-sama Pak, saya dan istri di beritahu Neta, jika bapak masuk rumah sakit, semoga lekas membaik pulih seperti sediakala " ucap Ayah Neta.
" Aamiin terima kasih banyak "
Mereka mengobrol bersama, Pak Arman hanya sesekali berucap dan hanya dengan anggukan kepala menyimak obrolan, anak mantu, istri dan kedua besannya.
" Oya Dik, kamu bagaimana dikantor ? " tanya Ibu.
__ADS_1
" Tidak apa-apa, Dika ijin Bu, yang terpenting sekarang kesehatan Ayah dulu " jawab Dika.
" Hmm ya.. " balas Ibu.
Mereka kembali berbincang, Pak Arman terlihat sedang memikirkan sesuatu, Dika yang menyadari akan itu. Dika menghampiri Ayah nya duduk tepat di kursi samping bed nya.
" Apa yang sedang Ayah pikirkan ? " ucap Dika.
" Hmm.. tidak Dik " Ayah tersenyum membuat semua yang ada di ruangan melihat ke arah Ayah dan Dika.
" Dik.. mumpung sedang kumpul semua disini, Ayah ingin berbicara "
" Bicaralah Yah.. ada apa ? " tanya Dika.
" Sepertinya dengan keadaan Ayah yang sekarang, Ayah belum bisa kembali bekerja ke perusahaan, tetapi Ayah juga tidak ingin perusahaan yang sedang maju-maju nya tidak ada yang bertanggungjawab disana, Tio mungkin bisa diandalkan tapi untuk posisi CEO Ayah tidak bisa memberikan tanggungjawab itu kepada orang lain "
Dika menghela nafas panjang, ia pun tidak bisa berbuat banyak karena ia sudah memiliki pekerjaan yang lain, profesi yang ia idam-idamkan semenjak sekolah dasar dulu.
" Maafkan Dika Yah.. "
" Kamu tidak perlu meminta maaf, ini bukan kesalahan kamu, Ayah tahu profesimu Dik, fokus ah pada pekerjaan mu kamu masih bisa membantu dan memantau perkembangan perusahaan diluar kesibukan mu kan ? hanya saja Ayah meminta ijin kepadamu, Ayah meminta Neta untuk menggantikan Ayah di perusahaan " ucap Ayah Dika membuat Neta terhenyak.
" Ibu setuju " ucap Ibu.
Kedua orangtua Neta pun, merasa heran, masih tidak menyangka apa yang diucapkan oleh besannya.
Neta melirik ke arah suaminya, memberikan kode.
" Duh.. gimana ini.. aku bisa apa ? aku gak ngerti kerjaan CEO apa " batin Neta.
" Dika juga setuju Yah " ucap Dika yang disusul cubitan dari Neta.
" Mass.... jangan aku " bisik Neta.
" Tapi Mas... "
" Udah tenang aja " Dika tersenyum.
" Ayah tenang kalau kamu sudah menyetujui Dik, Neta.. bantu Ayah ya.. mulai hari ini kamu sebagai CEO dari MGM Grup sampai waktu yang tidak ditentukan " ucap Pak Arman.
Neta hanya mengangguk lalu tersenyum.
" Mas.. bantu aku " Neta kepada Dika hanya dengan menggerakkan bibirnya tanpa bersuara.
Dika hanya mengacungkan jempolnya.
" Nah begitu, Pak, Bu, karena kondisi kesehatan saya yang sepertinya menurun ini, dokter pun sudah menyarankan saya untuk banyak istirahat sedangkan perusahaan tidak mungkin untuk istirahat kan ? maka dari itu, saya meminta Neta untuk menggantikan saya " ucap Pak Arman kepada kedua besannya.
" Hmm.. Ya Pak.. kami mendukung saja apapun itu keputusan nya " ucap Ayah Neta.
Waktu besuk hampir selesai kedua orangtua Neta pamit untuk kembali pulang, sedangkan Neta, Dika dan Ibu nya masih berada di rumah sakit untuk menunggui Pak Arman.
" Nak.. kalian berdua lebih baik pulang dulu, biarkan ibu yang menunggu Ayah disini, kalian istirahat lah dulu di rumah, Dik ajak Neta pulang " ucap Ibu Dika.
" Hmm.. baiklah Bu, nanti kabari Dika atau Neta ya.. " balas Dika.
" Pasti.. nanti Ibu kabari perkembangan Ayahmu " ucap Ibu lagi.
" Yah Dika pamit mengantarkan pulang dulu Ibu Presdir " ucap Dika seraya mencium tangan Ayah nya.
Neta dengan spontan mencubit kembali suaminya.
" Masss... " ucap Neta pelan.
__ADS_1
" Aww... sakit ih.. " balas Dika.
Ayah dan Ibu hanya tersenyum melihat tingkah anak dan menantunya.
" Neta pamit dulu Yah " Neta mencium tangan Ayah mertuanya.
" Iya Nak.. titip perusahaan ya.. Ayah percayakan kepada mu " ucap Ayah.
" Insyaallah Yah "
Selanjutnya Neta dan Dika menyalami Ibu, lalu mereka keluar ruangan perawatan, diantarkan oleh Ibu sampai depan pintu.
" Ibu sampai sini saja, kasian Ayah kalau ditinggal " ucap Dika.
" Iyaa.. hati-hati ya .. "
" Iya Bu "
Neta dan Dika berjalan menuju parkiran melewati koridor-koridor rumah sakit.
Ia melewati beberapa ruangan di rumah sakit.
" Kamar bersalin " ucap Neta.
Dika menoleh ke arah Neta, Neta melihat ada beberapa ibu hamil yang terlihat sedang berjalan-jalan menunggu waktu melahirkan, yang didampingi oleh suami dan keluarga nya.
" Kenapa ? " tanya Dika.
" Hmm.. nggak " jawab Neta.
" Oya Mas.. kalo nanti aku hamil, Mas bakal kaya gitu gak ? " ucap Neta.
" Gitu gimana ? " tanya Dika.
" Iya gitu.. nemenin aku nungguin aku mau lahiran " ucap Neta.
" Ya pastilah.. aku pasti akan ada buat kamu.. apalagi kamu lagi hamil kan ? "ucap Dika.
Neta tersenyum.
" Jadi.. kapan ? " tanya Dika.
" Kapan apa ? " jawab Neta.
" Aku bikin kamu jadi hamil " ucap Dika lagi.
" Ihhhh... Mas Dika..... ! " Neta kembali mencubit suaminya.
...****************...
💐💐💐
Haloo.. pembaca semua untuk memeriahkan HuT Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke 77 Tahun 2022, Maka saya selaku author akan memberikan satu kenang-kenangan kepada para pembaca yang beruntung.. syaratnya follow akun ini dan akun sosmed author, lalu author akan melihat keaktifan dukungan, like dan komen dari pembaca semua khusus di karya ini, masa penilaian dari hari ini sampai hari jumat tanggal 19 Agustus 2022..
Bagi yang beruntung, author akan menghubungi via pesan ke akun pembaca masing-masing... 🥰🥰
Semoga beruntung yaa...
Salam sayang,
Author 😘
Ig : author.ayuni
__ADS_1
Tiktok : author.ayuni