Diam Diam Jatuh Cinta

Diam Diam Jatuh Cinta
BAB 135


__ADS_3

" Baik Bu, mohon maaf saya sudah di rumah, bagaimana jika dibicarakan di kantor saja besok, lagipula ini sudah larut, tugas kami sudah sampai disini, semua berita acara sudah dilimpahkan ke kejaksaan, nanti tinggal menunggu surat panggilan dari kejaksaan, begitu Bu " Dika sedang berbicara di telepon.


Ternyata ia dihubungi oleh korban penipuan yang kasus nya ditangani oleh Dika. Dika juga merasa heran mengapa ia menghubunginya malam hari begini, biasanya Dika tidak akan mengangkat telepon jika hanya nomor id pemanggil nya saja. Dika melihat wajah istrinya sudah dengan tatapan intimidasi. Dika pastikan ia akan dicecar pertanyaan oleh Neta.


Setelah menutup teleponnya Dika kembali menghampiri istrinya.


" Sayang " Dika meraih tangan istrinya namun di tepis oleh Neta.


" Kamu kenapa ? " tanya Dika.


" Mas... ! Aku tau ya sekarang ini penyebab kamu selalu pulang larut " jawab Neta.


" Maksud kamu apa ? penyebab apa ? "


" Itu tadi siapa yang hubungi kamu ?! " tanya Neta.


" Sayang.. tenang dulu kita bicara baik-baik ya, itu tadi korban penipuan "

__ADS_1


" Hah.. korban penipuan ? kamu bener-bener ya mau bohongin aku ! Mas liat ini jam berapa ? kalo emang dia korban ngapain dia nelepon kamu tengah malem kaya gini, kenapa dia gak langsung aja dateng ke kantor ! ngada-ngada kamu Mas ! Aku di rumah setiap hari nunggu kamu, aku ngurus anak-anak sendiri, aku capek sendiri, aku lelah sendiri, disaat aku pengen cerita kamu pulang tengah malem, bahkan setiap hari, waktu libur kamu aja kamu pake buat kerja, aku jadi curiga sebenernya kamu kerja atau apa ? " Neta terlihat berapi-api.


" Apa sih maksud kamu, aku udah jujur ya sama kamu ! Aku juga gak tau kenapa korban bisa hubungi aku malam-malam begini. Kamu jangan ngerasa cuma kamu aja yang capek ! Aku juga sama, aku capek juga, aku kerja, kamu tahu kan kerjaan aku, aku lakuin semua ini buat siapa ? Buat kamu ! Buat anak-anak kita ! Kenapa sih kamu, kamu nuduh aku macem-macem ?! " Dika terpancing emosi.


" Aku gak nuduh, tapi buktinya depan mata aku ! kamu nerima telepon dari perempuan tengah malem gini depan aku ! " ucap Neta.


" Terserah apa kata kamu, aku udah bicara jujur ya, terserah mau percaya apa enggak, aku capek ! pulang kerja kamu malah kaya gini ! terserah ! " Dika keluar kamar.


Neta masih terdiam di tempatnya bulir bening tak terasa sudah deras membasahi pipinya, terdengar suara tangisan si kembar membuat ia terperanjat.


Neta benar-benar merasa hancur hatinya, baru kali ini Dika seperti itu kepada Neta, semarah-marahnya Dika biasanya ia tidak akan meninggalkan Neta begitu saja.


Sambil menggendong kedua anaknya, Neta masih terus menangis.


" Sayang.. maafin Mama Nak.. Mama gak tau apa yang Mama rasain sekarang, Mama pengen nyerah, disaat kaya gini aja Papa kamu gak sedikitpun bantu Mama " gumam Neta.


...****************...

__ADS_1


Dilain tempat Dika yang sedang duduk di kursi kerjanya. Memikirkan apa yang sudah ia perbuat dan ucapkan tadi kepada Neta, ia pun merasa bersalah. Dika sedikit memijat-mijat pelipisnya.


Namun ia merasa aneh dengan sikap istrinya akhir-akhir ini.


" Ada apa dengan istriku ? kenapa juga korban harus menghubungiku malam-malam begini, diangkat lagi sama Neta, biasanya aku tidak pernah mengangkat telepon apalagi yang nomor nya tidak aku simpan.. ada-ada aja " gumam Dika.


Dika masih diam di ruangan kerjanya, namun ia merasa gusar, ia khawatir terjadi sesuatu kepada Neta. Dika langsung menyalakan laptop di ruang kerjanya, ia mencari artikel mengenai mood ibu yang baru melahirkan.


" Apa itu baby blues " gumam Dika membaca artikel yang ia buka melalui laptop nya.


Dika terus membaca artikel itu.


" Ya Allah.. Neta.. maafkan aku " Dika langsung beranjak dari duduknya tanpa mematikan laptop ia setengah berlari keluar ruang kerja menuju kamarnya.


Dika membuka pintu kamar nya, ia membelalakan matanya saat melihat pandangan di depannya.


" Astagfirullah.. sayang.... " Dika berlari menghampiri istrinya.

__ADS_1


__ADS_2