Diam Diam Jatuh Cinta

Diam Diam Jatuh Cinta
BAB 148


__ADS_3

Markas Kepolisian


Hary sedang menjalani proses hukum, Kevin dan Alfarezy yang menangani perkara Hary karena Dika sudah menyerahkan kepada Kevin sedangkan Dika yang dibantu oleh Bian dan Aldo akan menuju perusahaan MGM Grup untuk menciduk Wulan.


Hary sedang dimintai keterangan oleh Kevin dan Alfarezy, ia ditanya mengapa bisa melakukan hal-hal itu di perusahaan MGM Grup. Cctv dan uang transfer juga surat perintah yang memalsukan tandatangan Dika semua sudah diserahkan oleh Dika sebagai barang bukti.


Dika meminta Kevin untuk menanyakan kepada Hary, siapa lagi pelaku selain dirinya, awalnya Hary tidak ingin menjawab namun setelah di desak ia menyebutkan satu nama yaitu Wulan, persis seperti dugaan Dika.


" Berarti memang tidak ada pelaku lain murni hanya mereka berdua " ucap Dika kepada Kevin.


" Ya.. " Kevin mengangguk.


" Kalau begitu saya akan menuju perusahaan, Bian, Aldo.. temani saya " ucap Dika.


" Siap Bang "


" Siap Mas "


Dika meluncur menuju perusahaan MGM Grup bersama Bian dan Aldo. Sesampainya di perusahaan seperti biasa Dika sudah disambut oleh satpam perumahan namun ada yang lain yang membuat satpam dan beberapa karyawan heran dan sedikit takut, karena Dika datang bersama rekannya dengan membawa senjata.


" Ada apa ya ? " tanya Nisa resepsionis MGM Grup.


" Gak tau saya " jawab satpam.


" Duh.. gak biasanya loh Pak Dika bawa temen-temen nya gitu " ucap Nisa lagi.

__ADS_1


Dika menaiki lift menuju lantai dimana Divisi pengadaan barang berada, saat akan menaiki lift Dika berpapasan dengan karyawan lain dan juga Bu Angel.


" Siang Pak Dika " ucap Bu Angel, ia pun merasa heran dan sedikit gugup melihat Dika bersama kedua rekannya dan yang tahu salah satu dari rekan Dika adalah iparnya.


Dika hanya tersenyum menganggukan kepalanya.


Begitupun dengan karyawan lain, mereka menganggukkan kepala pertanda hormat. Namun masih dengan berbagai pertanyaan, apakah yang terjadi di perusahaan sehingga Dika datang ke perusahaan bersama dengan rekan-rekan nya dengan membawa senjata lengkap.


Sesampainya dilantai tempat dimana Divisi pengadaan barang berada, Dika, Bian dan Aldo berjalan menuju lorong-lorong ruangan, semua karyawan yang berada di ruangan merasa kaget, ia merasa disidak oleh Dika.


" Si.. siang Pak Dika, ada yang bisa kami bantu ? " ucap Lita salah satu karyawan Divisi pengadaan barang.


Dika hanya mengangkat tangannya sambil terus berjalan menuju ruangan Hary.


Wulan yang melihat Dika akan masuk kedalam ruangan Hary segera menghampiri Dika, ia pun merasa gugup, khawatir Dika menanyakan Hary berada dimana karena diruangannya Hary tidak ada, Wulan tidak tahu jika Hary sudah berada di kantor polisi sekarang.


" Kemana ? " tanya Dika pura-pura.


" Euh.. itu Pak sedang mengecek.. euu.. i..ituuu... " Wulan salah tingkah, ia pun tidak mungkin mengatakan yang sebenarnya, ia berniat untuk melindungi Hary, karena janji manis Hary yang mengiming-imingi akan menikahinya.


" Tidak perlu gugup seperti itu, santai saja, bukankah kamu sudah terbiasa kan ? terbiasa berbohong, terbiasa memalsukan tandatangan pimpinan " ucap Dika membuat Wulan membelalakan matanya terhenyak kaget.


Semua karyawan melihat ke arah Dika dan Wulan, masih tidak mengerti apa yang terjadi.


" Ada apa sih Lit ? " tanya Roni.

__ADS_1


" Gak tau, itu si Lita cari perkara lagi kali " ucap Lita.


" Itu katanya malsuin tanda tangan apa sih maksud nya ? "


Lita hanya menggelengkan kepalanya, kembali memalingkan pandangannya ke Dika dan Wulan.


" Pa.. Pak... Maksud nya apa Pak ? sa..s..saya tidak mengerti apa yang Bapak ucapkan " ucap Wulan.


" Kalau kamu tidak mengerti sekarang ikut saya " ucap Dika langsung memberikan kode kepada Bian dan Aldo.


" T..tapi.. Pak.. apa ini saya akan di bawa kemana ? " tanya Wulan.


" Ke kantor polisi ! " ucap Dika santai.


" Nggak Pak.. lepaskan ! "


" Mbak tolong kooperatif ya, kami tidak akan berbuat kasar asalkan Mbak kooperatif, kalau pun tidak salah tidak perlu takut, kami hanya ingin meminta keterangan saja " ucap Aldo langsung membawa Wulan keluar ruangan.


Namun tetap Wulan menjadi histeris membuat semua karyawan heran, mereka pun tidak dapat membantu Wulan karena mereka sudah menduga sepertinya Wulan tersangkut masalah lagi di perusahaan.


" Yang lain silakan kembali bekerja, mungkin nanti saya minta bantuannya, ada beberapa karyawan yang akan saya mintai keterangan juga, mungkin kalian semua masih bingung dan bertanya-tanya, secepatnya nanti saya dan beberapa petinggi perusahaan akan menjelaskan semuanya kepada seluruh karyawan MGM Grup, mohon maaf mengganggu pekerjaan nya hari ini, silakan kembali ketempat masing-masing ya.. saya permisi " Dika berlalu meninggalkan ruangan menyusul Aldo dan Bian yang sudah lebih dulu membawa Wulan.


Riuh ruangan setelah kepergian Dika, mereka penasaran dan bertanya-tanya, mereka saling berspekulasi masing-masing atas kejadian barusan, mereka memastikan Wulan pasti sedang tersandung masalah di perusahaan.


" Eh apa Si Wulan korupsi lagi ? " tanya Roni.

__ADS_1


" Bisa jadi sih ? kayanya akhir-akhir ini juga dia nempel banget sama Pak Hary " ucap Lita.


" Ckk... gilaa... " Roni menggeleng-gelengkan kepalanya lalu kembali ke meja kerjanya.


__ADS_2