Diam Diam Jatuh Cinta

Diam Diam Jatuh Cinta
BAB 44


__ADS_3

Beberapa hari kemudian. Dika menepati janjinya untuk datang ke rumah Neta bersama kedua orangtuanya. Ia sudah mengkondisikan jadwal kerjanya agar tidak terjadi hal seperti kemarin.


Dika meminta waktu pertemuan kedua keluarga sekitar pukul 1 siang, Neta dan keluarga menyanggupi itu.


Tepat pukul 1 siang, Dika dan keluarga nya sudah sampai di kediaman orang tua Neta. Kedatang Dika dan kedua orangtuanya disambut oleh keluarga Neta, mereka di persilakan masuk lalu dijamu oleh keluarga Neta.


Setelah Dika yang diwakilkan oleh kedua orangtuanya menyampaikan maksud dan tujuan nya datang berkunjung ke rumah keluarga Neta, keluarga Neta pun menerima dan menyambut baik niat Dika kepada Neta.


Berdasarkan keputusan kedua belah pihak keluarga, Neta dan Dika akan melangsungkan pernikahan setelah urusan di kantor Dika selesai. Jadi Dika dan Neta harus menjalani berbagai proses perijinan di kantor Dika sebelum mereka menikah secara agama dan akad nikah berlangsung.


" Alhamdulillah.. pertemuan kedua keluarga, telah dilaksanakan, untuk selanjutnya Neta dan Dika sudah harus mulai mempersiapkan apa saja yang dibutuhkan untuk pengajuan menikah ke kantor Dika nanti, untuk tanggal pernikahan dan sebagai nya akan ditentukan selanjutnya setelah urusan di kantor selesai " ucap pembawa acara.


Dika dan Neta hanya menganggukan kepalanya.


Setelah acara inti selesai, dilanjutkan dengan acara ramah tamah, kedua keluarga bercengkrama dengan hangat. Walaupun bagi kedua orang tua Neta dan Dika ini adalah pertemuan untuk pertama kalinya namun mereka sudah sangat terlihat akrab.


" Dika setelah ini segera urus permohonan menikahmu ke kantor, agar pernikahan kalian dapat segera dilaksanakan, tidak perlu menunggu lama lagi, bukan begitu Pak Bu ? " tanya Pak Arman kepada kedua orangtua Neta.


" Betul Pak, kami mengikuti saja, bagaimana baiknya " jawab Ayah Neta.


" Baik Yah, mulai besok Dika dan Neta akan mempersiapkan semuanya " Dika melirik ke arah Neta yang dibalas oleh senyum Neta.


Tidak terasa waktu menjelang, Dika dan keluarga nya pamit untuk pulang ke rumah. Acara lamaran Dika dan Neta berjalan lancar sesuai yang diharapkan, tinggal menetapkan tanggal pernikahan setelah selesai urusan Dika dan Neta dikantor Dika.


...****************...


Hari demi hari dilalui oleh Dika dan Neta untuk mempersiapkan pernikahan nya, semua urusan di kantor Dika sudah selesai, waktu pernikahan sudah ditentukan, hanya menyisakan 21 hari lagi menuju hari H pernikahan.


Dika menghubungi Neta, ia teringat jika hari ini ada jadwal bertemu dengan Wedding organizer untuk acara pernikahan nanti.


Dika : " Halo Net, hari ini ada janji dengan Wedding organizer, apa kamu lupa ? "


Neta : " Oh ya.. aku hampir lupa Ka, jam berapa ya kemarin janjinya ? "


Dika : " Untung aku kabari, jam 2 siang sih "


Neta : " Bisa pindah ke sore gak ? belum jam pulang kerja kan ? "


Dika : " Gak perlu sore, sesuai janji aja, aku jemput kamu ke kantor "


Neta : " Oke "


Sambungan telepon ditutup.


Neta menyenderkan punggung nya kesenderan kursi.


" Ciee calon pengantin nih.. " Indri menggoda Neta.


" Kak Indri... " Neta hanya tersenyum sekilas.


" Aku seneng deh, akhirnya kalian nikah juga " susul Sofia.

__ADS_1


" Makasih ya Mbak Sofia.. oh ya aku hampir lupa " Neta mengambil 3 box dari bawah meja kerjanya.


" Apaan tuh ? " Ramon ke Neta.


" Hmm.. jangan diliat isinya ya.. nanti hari H aku nikah kalian pake ini yaa.. " Neta menyerahkan satu persatu box Bridesmaid ke Indri, Ramon dan Sofia.


" Wah.. makasih banget ya Neta.. pasti dong kita pasti dateng nanti, kamu kalau membutuhkan apapun itu hubungi kita aja, selama kita bisa, kita pasti bantu kok " susul Indri.


" Iya bener, hubungi kita aja " balas Ramon.


" Makasih banyak ya semua... " Neta memeluk ketiga sahabatnya.


Jam menunjukkan waktu istirahat makan siang, mereka berempat berniat untuk makan siang di cafe langganan mereka yang berada di depan perusahaan. Saat Neta dan ketiga temannya beranjak dari duduk nya disaat yang bersamaan Dika keluar dari lift menghampiri meja kerja Neta.


" Siang Pak Dika "


" Siang Pak Dika "


Indri, Sofia dan Ramon menyapa dan menganggukan kepala pertanda hormat kepada Dika.


" Loh kok, bukannya nanti jam 2 ya ? " Neta heran.


" Sekarang aja " jawab Dika.


" Mhh.. aku udah mau makan siang dulu sama mereka " Neta melihat ke arah ketiga sahabatnya.


Dika pun menjadi melihat ke arah ketiga sahabat Neta.


" Oh.. enggak apa-apa kok.. silakan aja Net " Indri ke Neta.


" Oke terima kasih, saya pinjam temannya dulu ya " Dika kepada ketiga karyawan nya.


" Silakan Pak Dika.. gak dipulangin juga nggak apa kok " susul Ramon.


Indri dan Sofia menyenggol tangan ramon, Dika setelah mendengar ucapan Ramon hanya tersenyum sekilas.


" Ayo " Dika mengajak Neta.


" Aku duluan ya.. " Neta kepada ketiga sahabatnya.


" Oke " ketiga temannya berbarengan sambil mengangkat tangan membentuk huruf O.


Neta dan Dika berjalan ke arah lift menuju lobby perusahaan. Sesampainya di parkiran. Dika membukakan pintu untuk Neta. Semenjak Neta dilamar oleh Dika, Dika sudah tidak memperbolehkan Neta untuk mengendarai mobil nya sendiri ke kantor. Dika akan menjemput atau jika Dika berhalangan ia akan meminta Tio untuk menjemput Neta.


Neta merasa tidak enak sebetulnya, namun ia tidak dapat berbuat banyak, ia menuruti saja apa yang diperintahkan oleh Dika untuknya.


" Makan siang dulu ya " Dika memulai pembicaraan di dalam mobil.


" Hmm.. oke "


" Mau dimana ? " tanya Dika.

__ADS_1


" Terserah "


" Dapur Steak ? " tanya Dika.


" Enggak ah aku lagi gak mau makan daging " jawab Neta.


" Resto Tahiland ? "


" Lagi gak mau makan berat "


" Ya terus mau kemana ? mau makan apa ? " Dika sudah mulai sedikit kesal.


" Terserah kamu aja Kak "


" Ya Allah.. " Dika mengusap wajah nya dengan kasar.


" Kenapa ? " tanya Neta lagi.


" Enggak, enggak apa-apa kok " Dika tersenyum dipaksakan.


" Untung sayang.. kalo enggak hmm " gumam Dika.


" Kamu ngomong apa ? "


" Hah.. enggak ini kok tumben jalanan gak macet " Dika kembali tersenyum ke arah Neta.


Sekitar 20 menit dalam perjalanan, Dika membelokkan mobilnya ke salah satu Cafe favorit Dika. Cafe dengan menu andalan berbagai coklat.


" Makan disini Ka ? " tanya Neta.


" Hmm.. " Dika mengangguk.


" Ini kan Cafe bukan restoran "


" Terus kamu mau makan dimana, Netaaaa ? " Dika sudah kesal.


" Ya makan kan, kalo cafe kan ngemil aja "


" Ya Allah... tadi katanya kamu gak mau makan berat, aku ajak ke cafe buat ngemil aja, salah juga "


" Kenapa kamu kok ngomongnya gitu sih ? kamu kesel sama aku ? " tanya Neta.


Dika langsung tersenyum " Nggak kok.. siapa bilang aku kesel "


" Sabar Dika.. sabar... " batin Dika.


" Yaudah gak apa-apa deh, disini aja .. Ayo... "


Dika masih terdiam di tempatnya, Neta sudah membuka pintu mobil.


" Kok masih belum keluar ? Ayo Mas Dika " Neta menarik tangan Dika.

__ADS_1


Jaaggg...


Dika bengong.. karena Neta memanggil Mas, untuk yang pertama kali kepadanya.


__ADS_2