Diam Diam Jatuh Cinta

Diam Diam Jatuh Cinta
BAB 96


__ADS_3

Kantor MGM Grup


Neta sedang berada di ruangan nya, ia sedang fokus pada laptopnya, sesekali ia merelaksasikan otot-otot tubuhnya lalu kembali lagi dengan pekerjaan nya.


Hari ini ia telah bertemu dengan beberapa klien dan petinggi anak perusahaan, setelah beberapa waktu lalu Sandyakala Corp menepati janjinya untuk membantu perusahaan MGM Grup, petinggi anak perusahaan MGM Grup memberikan laporan jika anak perusahaan kembali seperti sediakala. Dan beberapa kegiatan kembali normal.


Neta pun langsung menghubungi Sandyakala Corp untuk berterima kasih atas bantuannya, anak perusahaan MGM Grup tidak jadi koleps.


Neta : " Selamat siang Pak Gerry, bisa saya berbicara dengan Pak Aksa ? "


Gerry : " Selamat siang, Bu Neta.. silakan Bu, saya sambungkan ya "


Neta : " Terima kasih "


Telepon disambungkan ke Presdir Sandyakala Corp.


Aksa : " Selamat siang "


Neta : " Selamat siang Pak Aksa, saya Neta dari MGM Grup"


Aksa : " Bu Neta, bagaimana ? ada yang bisa saya bantu ? "


Neta : " Sebelum nya saya ingin meminta maaf, karena saya sudah mengganggu waktunya "


Aksa : " Tidak masalah "


Neta : " Saya ingin mengucapkan terima kasih, atas bantuan Sandyakala Corp untuk MGM Grup, beberapa laporan dari anak perusahaan membuat saya merasa harus banyak berterima kasih kepada Sandyakala Corp dan juga Pak Aksa selaku pemilik perusahaan nya "


Aksa : " Hahaha jangan berlebihan Bu Neta, itu sudah tugas saya, kita harus saling membantu bukan ? untuk MGM Grup, pesan Papa saya jangan sampai perusahaan besar ini terganggu kredibilitas nya, jadi semampu Sandyakala Corp pasti akan membantu "


Neta : " Terima kasih Pak Aksa.. terima kasih banyak, baik kalau begitu saya tutup teleponnya ya, titip salam untuk Bu Nika ya Pak "


Aksa : " Sama-sama.. tidak perlu berlebihan, insyaallah nanti saya sampaikan "


Neta : " selamat siang "


Aksa : " Siang "


Klik telepon ditutup.


Sesaat setelah menutup teleponnya terdengar suara pintu diketuk.


Toktoktok


" Masuk " ucap Neta.


Pintu terbuka seorang pria tinggi tegap masuk kedalam ruangan Neta.


" Selamat siang Bu Presdir "

__ADS_1


Neta menoleh kearah pria itu. Mata Neta membelalak sedikit kaget.


" Biaannn " Neta berdiri dari duduk nya.


Bian menghampiri kakaknya. Ia meraih tangan Neta lalu mencium tangannya.


" Ayo duduk, sehat kamu ? " tanya Neta.


" Mbak.. keponakan aku nih ya " Bian mengusap perut kakaknya.


" Iya dong Om Bian " ucap Neta.


" Tumben kamu kesini ? kamu dapet libur ? " tanya Neta.


" Hmm.. " Bian mengangguk.


" Kapan kamu kembali ke tempat kerja ? " tanya Neta.


" Mbak.. aku gak akan kembali ke tempat penugasan ku yang awal " jawab Bian


" Lalu ? "


" Aku dipindahtugaskan Mbak "


" Pindah tugas kemana ? jangan bilang pindah tugas ke luar pulau ya " Neta dengan tatapan intimidasi.


" Ya.. kita sih sebagai perangkat negara harus siap Kak, dimana pun ditugaskan "


" Aku bakal satu kantor sama Mas Dika " Bian dengan santai sambil mengambil air mineral yang tersedia di meja ruangan Neta.


" Beneran ? Mas Dika udah tahu ? " tanya Neta antusias.


" Tau atau belum, aku juga belum tahu Mbak, cuma surat resminya baru turun sore atau besok pagi, jadi aku dalam rangka menunggu surat ini, jadi udah beres-beres terus pulang, disaat surat resmi turun aku bakal langsung penghadapan ke tempat kerjaku yang baru " ucap Bian.


" Syukurlah Mbak seneng loh.. jadi kita bisa kumpul disini, kasian loh Ayah sama Ibu, kangen banget kayanya sama kamu "


" Iya Mbak, mungkin do'a ibu juga agar aku penugasan gak jauh-jauh " ucap Bian.


" Hmm.. " Neta mengangguk.


Neta berjalan menuju meja kerjanya ia akan mengambil air minumnya.


" Mbak mau kemana? " tanya Bian yang melihat Mbak nya untuk bangun dari duduk saja sudah membutuhkan perjuangan.


" Aku mau ambil minum " ucap Neta.


" Kenapa gak minta tolong aku aja sih ? " Bian menghampiri kakaknya lalu mengambilkan minumnya.


" Makasih ya.. kamu banyak berubah loh sekarang " ucap Neta lagi.

__ADS_1


" Berubah gimana Mbak ? Berubah jadi satria baja hitam gitu ? "


Neta tertawa.


" Aku ditempa selama 4 tahun pendidikan Mbak, banyak hal-hal yang aku belum tahu menjadi tahu, terutama hal dalam mengayomi, Mbak kan salah satu warga yang harus aku ayomi juga " ucap Bian.


" Bisa ya kamu " Neta kembali duduk di sofa.


" Mbak.. yang sabar ya.. " ucap Bian tiba-tiba.


" Sabar untuk ? " Neta heran dengan perkataan adiknya.


" Ya Mbak harus banyak sabar dan Mbak harus menjadi seorang istri yang kuat, aku tahu Mbak aku tahu banget kakak ku, Mbak itu manja dan cengeng "


" Hahahahaha " Neta tertawa renyah.


" Iya kan Mbak, aku kan emang suka bener kalo ngomong "


Neta kembali tertawa.


" Aku tahu dan aku alami sekarang, bagaimana menjadi seorang abdi negara, dimana kita ingin bersantai bersama keluarga, ingin berkumpul bersama keluarga, namun di hadapkan kepada tugas negara, ya pasti negara dulu yang kita pilih.. "


Neta mencerna ucapan adiknya.


" Hmm.. jujur Mbak juga awal-awal merasa, kok seperti ini tapi setelah dijalani dan memahami pekerjaan Mas Dika, Mbak jadi tahu dan sudah mulai mengerti " Neta tersenyum.


" Mbak salah satu wanita hebat.. setelah ibu.. versi aku " Bian mengacungkan 2 jempol.


" Hmm kamu " Neta mengelus-elus perutnya.


" Mbak pulang kapan ? " tanya Bian.


" Mbak pulang sore kaya nya sih ini "


" Kenapa gak pulang sekarang aja, aku kesini juga pake mobil Mbak loh.. sorry ya Mbak aku gak minta ijin dulu "


" Ya gak apa-apa pake aja.. orang sama Mbak juga gak dipake kan " ucap Neta.


" Makasih Mbak.. okedeh aku pulang dulu ya.. masih harus persiapan buat penghadapan nanti, titip salam buat Mas Dika ya.. " ucap Bian pamit.


" Oke deh hati-hati ya.. makasih loh udah nengokin Mbak.. "


" Santai Mbak.. aku sekarang dinas disini gak jauh juga, Mbak kalo perlu bantuan apa-apa hubungi aku, aku siap bantu Mbak selama aku bisa "


" Oke makasih yaa adikku "


Bian menyalami kakak nya lalu pamit untung pulang.


Neta kembali duduk di kursi kebesarannya, melihat arloji dipergelangan tangannya jam sudah menunjukkan pukul 1 siang.

__ADS_1


" Gak kerasa ngobrol sama Bian, sampe udah kelewat waktu dzuhur.. pantesan ini adik bayi udah nagih aja buat makan siang " gumam Neta.


Neta mengambil air wudhu lalu shalat dzuhur di ruangannya, setelah shalat Neta makan siang yang sudah disediakan setiap hari oleh perusahaan untuknya atas permintaan Dika.


__ADS_2