
Komplek Perumahan Nirwana
Wajah Dika sedang dikompres oleh Neta, sembab sudah mulai berkurang hanya tersisa memar nya saja. Dika sesekali meringis menahan sakit. Neta yang melihat ekspresi wajah suaminya menjadi tertawa sendiri.
" Katanya gak sakit ? " tanya Neta menggoda.
" Gak sakit kok, cuma linu aja " jawab Dika ngeles.
" Hmm " Neta memutar bola matanya.
Dika yang memperhatikan pipi istrinya semakin berisi menjadi lucu sendiri. Dika langsung mencubit kedua pipi istrinya.
" Mas " Neta langsung menepok tangan Dika dengan spontan.
Dika melepaskan cubitannya.
" Kebiasaan ! " Neta memajukan sedikit bibirnya.
Dika tertawa dengan renyah " Kamu.. gemes banget " ucap Dika.
" Hmmm.. " Neta sedikit menekan handuk yang ia gunakan untuk mengompres wajah suaminya.
" Aww.. awww.. sakit Yang.. " Dika mengusap-usap pipinya.
" Sakit kan, sama aku juga sakit " ucap Neta.
" Balas dendam ceritanya "
Neta hanya tersenyum penuh kemenangan.
__ADS_1
" Mas.. aku khawatir banget loh sama kamu, bukan cuma aku, semua khawatir sama kamu, Ayah Ibu mu, Ayah dan Ibu ku juga.. semua khawatir sama kamu dan Bian, tapi kamu nya kaya santai aja.. padahal dikhawatirin banget " ucap Neta.
Dika tersenyum menatap istrinya.
" Terima kasih.. ya.. tapi kan kamu tahu.. ini semua.. " belum juga Dika selesai berbicara Neta sudah memotong nya.
" Aku tahu ini resiko tugas, kamu pasti bilang kan klo ini resiko tugas " susul Neta.
Dika hanya sedikit tersenyum.
" Mas.. apa setiap kali kamu bekerja seperti ini ? aku gak sanggup kalo kaya gini terus Mas.. " Neta menatap nanar suaminya.
" Ya nggak lah sayang, cuma kebetulan aja posisinya ya seperti ini, kita kan gak tahu keadaan dilapang seperti apa " Dika kepada Neta.
" Hmm.. tekanan darahku kemarin sempat naik lagi " ucap Neta.
" Ya.. nggak apa-apa sih, aku cuma syok aja, kaget denger berita di televisi " ucap Neta.
" Jadi berita aku masuk televisi Yang ? " tanya Dika antusias.
" Hmm.. waktu itu Pak Kasat deh kalo gak salah yang ngomong "
" Wah.. keren dong kamu punya suami jadi viral " Dika tertawa.
" Mas ihh.. bukan viral yang kaya gini yang aku mau, ini mah bikin aku tegang, stress, syok, gak bisa aku bayangin lagi pokonya " Neta membayangkan itu membuat Dika langsung memeluk istrinya.
" Udah kamu jangan mikir yang aneh-aneh, aku selalu bilang sama kamu selalu doain aku " ucap Dika.
Neta hanya mengangguk, membalas pelukan suaminya.
__ADS_1
...****************...
Markas Komando Kepolisian
Bian sudah kembali bekerja, hanya Dika, Kevin dan Surya yang belum kembali bekerja, mereka diberikan keringanan sampai kondisinya benar-benar pulih lalu kembali bekerja.
" Siang Bang " Dika kepada senior nya yang sedang berada di salah satu ruangan.
" Siang, Bian kemari " ucap Al.
" Bagaimana kabar abang mu ? " tanya Al.
" Sudah berangsur pulih, sudah kembali ke rumah juga Bang " ucap Bian.
" Syukurlah.. "
Mereka menceritakan kejadian kemarin, Bian, Aldo dan Gino sebagai saksi kunci penyekapan Kevin, Dika dan Surya.
" Kita gak tahu Bang, tahu-tahu Bang Kevin dan Bang Dika gak ada " ucap Bian kepada Aldo dan Gino.
" Iya Bang " balas Aldo
Gino hanya manggut-manggut.
" Ya ini jadi pelajaran untuk kita, agar lebih berhati-hati, karena kita tidak pernah tahu apa yang terjadi di lapangan " ucap Alfarezy.
" Iya Bang "
Mereka berbincang-bincang di ruangan yang berada di Mako, mereka merencanakan untuk menengok Dika dan Kevin bagaimana pun dukungan moril harus tetap dilakukan untuk menjaga psikologis kedua rekannya, karena tidak dapat dipungkiri kemungkinan rasa trauma akan ada untuk Dika dan Kevin.
__ADS_1