
Sayup sayup terdengar suara burung berkicauan, pagi ini Neta dan Dika sudah bersiap untuk menempi di Pulau Siaba. Salah satu pulau di Labuan Bajo yang biasa digunakan untuk snorkeling dan diving, hamparan air laut yang jernih sehingga saat air tenang akan terlihat terumbu karang dan hewan-hewan di bawah air.
Hewan yang menjadi ikon dari Pulau Siaba ini adalah kura-kura.
Neta dan Dika akan melakukan kegiatan snorkeling disini, karena Neta belum terbiasa untuk berenang di laut, jadi Dika memilihkan snorkeling yang bisa dilakukan di permukaan laut saja. Mereka mulai bersiap dengan di bantu oleh pemandu selam wisata. Sebelum nya mereka berdua diberikan dulu arahan, bagaimana cara menyelam yang baik dan tidak merusak terumbu karang.
" Mas.. yakin nih nggak apa-apa ? Nanti aku tenggelam, aku pengen tapi takut " tanya Neta ragu.
" Nggak lah sayang.. ada pemandu nya kok.. lagian aku juga gak akan lepasin kamu gitu aja " jawab Dika.
" Sudah siap ya Mbak, Mas ? " pemandu selam kepada Neta dan Dika.
" Siap " jawab Dika mantap.
" Mbak nya ? " tanya pemandu lagi.
" Si..siap juga deh " Neta melihat ke arah Dika, Dika hanya mengangguk.
Setelah masker dan alat bantu napas nya dipakai, mereka bersiap untuk masuk kedalam air.
Neta terlihat memegang tangan suaminya dengan erat, Dika tidak melepaskan sedikit pun tangan Neta dari genggamannya. Tubuh Neta mulai bisa seimbang, akhirnya ia bisa melihat terumbu karang secara langsung, kura-kura dan beberapa hewan laut lainnya.
Setelah dirasa cukup, Neta dan Dika kembali ke permukaan, melepas alat yang dipakai, lalu beristirahat terlebih dahulu.
" Gimana ? masih takut ? " tanya Dika.
__ADS_1
" Sedikit sih.. tapi seru.. "
" Nanti kamu aku ajarin deh berenang yang lebih dalem "
" Nggak mau, aku gak berani " balas Neta.
" Harus berani dong, kalo kamu udah bisa, diving ke laut bagian dalam itu menyenangkan, akan lebih banyak hewan-hewan bawah laut yang bakal kamu liat " Dika menjelaskan.
Neta hanya menangguk sambil meminum minuman yang sudah disediakan.
Neta dan Dika masih harus melanjutkan kembali perjalanan dengan kapal Pinisi nya ke pulau-pulau yang berada di Labuan Bajo. Masih ada satu malam untuk mereka berdua menikmati keindahan pulau dari atas kapal Pinisi, karena sesuai jadwal besok pagi kapal Pinisi sudah harus kembali mengantarkan Dika dan Neta kembali ke tempat semula.
...****************...
Dika dan Neta sudah kembali ke hotel, perjalanan 3 hari 2 malam nya sangat berkesan bagi Neta, ia tidak menyangka sebelumnya jika Dika akan membawanya ke Labuan Bajo, bermalam di kapal Pinisi diatas air, tempat yang ia idamkan.
Sesampainya dikamar hotel Neta langsung membersihkan tubuhnya, karena ia merasa cukup kegerahan. Sedangkan Dika sambil menunggu Neta selesai mandi ia merebahkan tubuhnya diatas kasur.
Tanpa terasa mata Dika terpejam, Dika terlelap tidur, tidak lama Neta selesai mandi, ia sudah menggunakan pakaian piyama andalannya, ia pun sudah mulai tidak merasa canggung jika berpakaian terbuka di depan suaminya.
" Mas.. mandi dulu.. " Neta ke Dika sambil mengeringkan rambut nya dengan handuk, namun tidak ada jawaban dari Dika.
" Mas.. " Neta kembali memanggil suaminya namun tidak ada jawaban.
Neta membalikkan tubuhnya, berjalan ke arah suaminya, ia melihat mata Dika terpejam.
__ADS_1
" Dika tidur ya ? " batin Neta.
Lalu ia semakin mendekat, ia berniat untuk membangunkan suaminya untuk segera membersihkan tubuhnya.
" Mas..bangun " Neta mencolek tubuh Dika, namun Dika tetap pada posisinya.
" Mas.. mandi dulu sih " Neta menggoyang-goyangkan tubuh suaminya.
" Kenapa ? " jawab Dika dengan suara yang sedikit serak.
" Mandi dulu.. " balas Neta.
Lalu....
" Mas... aaaaaaaa... "
Bruuuuukkkkkkkk..
Tangan Neta sedikit ditarik oleh Dika, Neta tidak seimbang, membuat Neta terjatuh ke tubuh Dika..
Skip..
Skip..
Skip..
__ADS_1