Diam Diam Jatuh Cinta

Diam Diam Jatuh Cinta
BAB 93


__ADS_3

Hari demi hari berlalu, Neta dan Dika menjalani aktifitas nya sehari-hari semenjak kejadian nanas muda, Dika semakin overprotektif kepada Neta,apapun yang Neta makan Dika harus tahu, Dika pun menghubungi Tio apapun yang dilakukan oleh Neta di Perusahaan, Tio harus melaporkan kepadanya.


Mual dan Muntah yang dialami Neta sudah berangsur-angsur berkurang, ia sudah bisa menikmati kembali makanannya, perut Neta pun sudah terlihat membesar, lebih besar dari usia kehamilannya, wajar karena Neta sedang mengandung 2 janin sekaligus atau janin kembar.


Dika sedang sibuk dengan pekerjaan nya akhir-akhir ini, ia selalu pulang malam. Dika sedang menyelesaikan beberapa kasus hukum yang menimpa beberapa pelapor, Dika mulai berpikir sepertinya harus ada yang menemani Neta di rumah, Ibu Neta menawarkan jika Mbok Sum saja yang menemani Neta di rumahnya, karena di rumah Ibu ada Bi Lilis yang bisa menemani. Dika dan Neta menyetujui itu.


Hari ini dijadwalkan Mbok Sum akan menemani Neta di rumahnya. Ibu menghubungi Neta untuk menanyakan kapan Mbok Sum harus ke rumah.


Telepon tesambung.


Neta : " Assalamu'alaikum Bu "


Ibu : " Wa'alaikumusalam, Neta.. kamu dimana ? "


Neta : " Aku masih dikantor Bu "


Ibu : " Oh ya.. kamu ada di rumah kapan, Ibu dan Ayah nanti ke rumah mengantarkan Mbok Sum sekalian "


Neta : " Iya Bu, Neta sore di rumah, sepulang dari kantor "


Ibu : " Oke kalau gitu, Ibu sore ke rumah kamu ya "


Neta : " Terima kasih Ibu "


Ibu : " Sama-sama sayang "


Sambungan telepon ditutup.


Neta kembali dengan laptopnya ia sedang melihat pergerakan saham minggu ini, ia sedikit merasa kencang di perutnya, lalu ia sedikit menyenderkan tubuhnya ke senderan kursi.


" Sayang.. kamu cape ya.. Mama istirahat deh kalo gitu " Neta mengusap-usap perutnya sambil bicara sendiri.


Ia beranjak dari duduknya berjalan menuju sofa agar ia bisa duduk lebih rileks, di meja sudah tersedia beberapa cemilan, buah-buahan bahkan makan siang untuknya. Dika sudah menghubungi bagian pantry perusahaan untuk menyiapkan semua itu lalu disimpan di meja ruangan Neta.


Neta mengambil satu buah apel ia lalu mencuci nya di wastafel , ia kembali duduk di sofa menyenderkan tubuhnya sambil memakan buah apel, terlihat ada yang bergerak di perut Neta, ia merasa geli, karena respon dari anak nya sesaat setelah Neta memakan buah apel.


" Sayang .. kami suka yaa.. sehat-sehat anak-anak Mama " Neta kembali berbicara ke arah perutnya.


Disaat yang bersamaan Dika menghubungi Neta melalui sambungan videocall.


Neta : " Iya Mas.. "


Dika : " Sedang apa ? "


Neta : " Aku makan apel ini, mau gak ? "


Dika " Hmmm.. seger nya "


Neta : " Mas nanti sore ibu dan ayah ke rumah, sekalian sama Mbok Sum juga "


Dika : " Oh ya, aku usahain pulang cepet ya.. kalo udah ada Mbok Sum aku gak terlalu khawatir sewaktu-waktu aku pulang malem "


Neta : " Iya Mas, kamu jangan lupa makan ya "

__ADS_1


Dika : " Iya sayang "


Sambungan telepon ditutup.


Neta kembali menikmati buah apel nya, ia mulai merasa selalu lapar dan haus, mungkin karena usia kehamilannya yang sudah bertambah besar, janin pun membutuhkan nutrisi yang lebih. Ia lalu mengambil biskuit gandum yang ada di meja, sambil memainkan ponselnya Neta kembali menikmati cemilannya.


" Gak apa-apa ya Nak.. Mama banyak ngemil kan buat kamu juga " gumam Neta.


...****************...


Sore hari Neta sudah berada di rumah nya, ia menghubungi suaminya jika ia sudah sampai di rumah, lalu ia pun menghubungi Ibu nya jika ia sudah sampai di rumah, Ibu pun ternyata sudah dijalan menuju komplek perumahan yang Neta tinggali bersama suaminya.


Sekitar 15 menit kemudian terdengar bel pintu berbunyi. Neta bergegas turun dari kamar nya yang berada di lantai 2, Neta sangat hati-hati menuruni tangga, karena beban yang bawa setiap hari nya bertambah.


Pintu rumah dibuka, sudah ada Ayah, Ibu dan Mbok Sum.


" Assalamu'alaikum Neta " ucap Ibu memeluk anaknya.


" Wa'alaikumusalam Ayah, Ibu, Mbok Sum " Neta menyalami kedua orangtuanya.


" Ayo masuk "


" Cucuku.. sudah besar di perut mama ya " ucap Ibu mengelus-elus perut Neta.


" Alhamdulillah Bu "


" Bagaimana kondisinya kata dokter ? " tanya Ayah.


" Alhamdulillah, semua sehat, semua normal Yah "


Neta mempersilakan kedua orangtuanya duduk, lalu Mbok Sum langsung menuju dapur.


" Mbok mau kemana ? " tanya Neta.


" Mbok ke belakang aja Mbak "


" Mbok.. kamar Mbok diujung itu ya, barang-barang Mbok simpan aja sekalian " ucap Neta menunjukkan kamar nya.


" Terima kasih Mbak Neta " ucap Mbok Sum.


Neta kembali menghampiri kedua orangtuanya yang sedang duduk di sofa ruang tengah.


" Net.. suamimu belum pulang ? " tanya Ayah.


" Iya Yah, Mas Dika agak sibuk akhir-akhir ini, pulangnya kadang sore, kadang malam, pernah sampai tengah malam dia baru pulang " ucap Neta menjelaskan.


" Ya.. kamu yang sabar ya.. resiko tugas suami mu " ucap Ayah.


" Iya Yah " jawab Neta.


Neta sudah mulai mengerti dan memahami pekerjaan suaminya, biasanya ia akan selalu menghubungi suaminya jika tidak ada kabar, namun sekarang karena Neta sudah paham dan mengerti, ia akan menunggu suaminya pulang.


" Oya.. Ayah dan Ibu mau minum apa ? " tanya Neta.

__ADS_1


" Tidak usah lah Net.. gampang nanti Ayah dan Ibu ambil sendiri, kamu istirahat lah kasian ibu lihatnya kamu sepertinya sudah mulai tidak nyaman ya " ucap Ibu.


" Iya Bu, kadang pinggangku sudah mulai sakit, mungkin karena aku hamil kembar ya Bu, perutku pun terasa lebih besar dari usia kehamilannya "


" Iya sayang.. itu hal yang normal, kamu sabar ya.. disinilah pahalanya seorang Ibu, menahan ketidaknyamanan saat hamil namun harus dengan ikhlas " ucap Ibu.


" Iya Bu.. insyaallah "


Neta dan kedua orangtuanya berbincang-bincang, sampai akhirnya Ayah dan Ibu pamit untuk pulang.


" Yah, Bu.. gak nunggu Mas Dika dulu ? " tanya Neta.


" Hmm.. sudah malam, nanti deh Ibu dan Ayah kesini lagi ya, Ibu dan Ayah sudah merasa senang melihat kamu sehat, kandungan kamu sehat, salam untuk suami mu ya " jawab Ibu.


" Iya Bu, nanti Neta sampaikan "


Neta dan Mbok Sum mengantarkan Ayah dan Ibunya sampai halaman rumah.


" Mbok Sum titip Neta ya, disaat suaminya sedang bekerja " ucap Ibu.


" Baik Bu "


Disaat yang bersamaan, mobil Dika masuk ke halaman rumah. Mobil berhenti lalu Dika turun dari dalam mobilnya. Dika sedikit berlari menghampiri kedua mertuanya.


" Ayah, Ibu " Dika menyalami kedua mertuanya.


" Dika, baru pulang ? " tanya Ayah.


" Iya Yah kebetulan sedang ada pekerjaan yang harus Dika selesaikan, Ayah dan Ibu mau kemana ? " tanya Dika.


" Ayah dan Ibu pulang dulu ya "


" Loh kok pulang, kenapa tidak menginap saja disini " ucap Dika.


" Hmm.. nanti ya, Ibu dan Ayah tidak membawa persiapan, sudah malam Ayah dan Ibu pamit ya "


" Baiklah Bu, hati-hati "


" Dik, jaga kesehatan mu ya" Ayah kepada Dika.


" Terima kasih Yah, Ayah dan Ibu juga sehat-sehat ya "


Ayah dan Ibu mengangguk tersenyum, mereka masuk kedalam mobilnya yang sudah ditunggu oleh supir. Sepeninggal Ayah dan Ibu Neta, Dika dan Mbok Sum masuk kedalam rumah.


Dika merangkul istrinya masuk kedalam rumah.


" Mas... " Neta menutup hidungnya.


" Kenapa ? " tanya Dika.


" Mandi dulu "


Dika mengendus-endus kemeja yang ia pakai.

__ADS_1


" Bau naga ya.. " ucap Dika disusul oleh tawa dari keduanya.


__ADS_2