
Dika sudah kembali dengan aktifitas pekerjaan, Neta sudah mulai terbiasa dengan pola kehidupannya sekarang, mengurus dua bayi sekaligus diwaktu yang bersamaan.
Setelah 3 hari Ibu Neta menginap di rumah mereka, Ibu kembali pulang ke rumah, karena Ibu pun khawatir dengan Ayah, walaupun ada Bian yang menemani namun Ibu tetap tidak tenang jika berlama-lama tinggal di rumah anaknya.
Neta berniat untuk menambah asisten rumah tangga nya, ia merasa sedikit kewalahan jika tidak dibantu, karena Mbok Sum sudah sibuk dengan pekerjaan rumah tangga yang lain. Namun Dika masih harus memilah dan memilih yang sesuai dengan kriteria nya.
Neta sudah beberapa kali menawarkan beberapa pengasuh namun lagi-lagi Dika tolak.
" Sayang.. cup..cup..cup.. sebentar yaa Mama angetin dulu Asi nya " Neta mulai memerah Asi nya agar disaat anak-anak nya ingin menyusu secara bersamaan bisa dimasukkan kedalam dot.
Neta sudah menyimpan beberapa kantong Asi di freezer khusus yang disimpan di kamar agar sewaktu-waktu jika malam anak-anaknya ingin menyusu bisa langsung dihangatkan.
Neta membawa dua botol Asi nya lalu ia berikan kepada kedua anak nya, Neta memperhatikan kedua anak nya menyusu sampai akhirnya mereka melepaskan dot dan terlelap tidur. Neta mengambil botol susu yang sudah kosong, lalu menyimpannya ke dapur untuk di cuci.
Neta kembali ke kamar melihat kedua anaknya masih tertidur. Setiap ada waktu luang Neta selalu melakukan kegiatan di rumah yang ia bisa lakukan.
Seperti sekarang Neta akan memompa Asi nya untuk persedian namun ternyata Asi yang ia perah tidak sebanyak hari kemarin.
" Kok cuma setengah botol sih ? aku harus banyak makan dan minum, agar produksi asi aku lancar " gumam Neta, menyimpan Asi ke plastik khusus lalu disimpan di freezer.
...****************...
Markas Kepolisian
Dika kembali disibukkan dengan pekerjaan, apalagi ia sempat tidak masuk kantor selama 2 hari karena menemani istrinya melahirkan.
Beberapa laporan kasus yang sedang ditangani oleh Dika dan Tim kembali Dika garap, itu membuat waktu Dika kembali tersita, ia akan pulang ke rumah jika sudah malam bahkan sudah larut.
Disela-sela kesibukan nya Dika tetap selalu menghubungi Neta, terlebih sekarang sudah memiliki dua orang anak yang lucu-lucu yang membuat Dika ingin cepat pulang, namun apa daya, pekerjaan Dika menuntut untuk segera diselesaikan.
Dika menghubungi istrinya melalui sambungan video call, tidak lama sambungan videocall tersambung.
Neta : " Iya Mas.. "
Dika : " Iya sayang.. kamu lagi apa ? anak-anak lagi apa ? "
Neta : " Mereka tidur Mas, tadi masing-masing habis satu botol Asi langsung tidur " Neta mengarahkan ponsel ke kasur dimana anak-anaknya sedang tertidur lelap.
Dika : " Syukurlah, kamu sudah makan ? "
Neta : " Sudah Mas.. " Neta terlihat lesu.
__ADS_1
Dika : " Kamu kenapa ? "
Neta : " Mas aku barusan memerah Asi tapi ternyata hanya sedikit, aku khawatir asi ku tidak mencukupi untuk kedua anak kita Mas "
Dika : " Masa ? mungkin belum penuh, biasanya kalo sudah penuh kamu perah banyak kan ? "
Neta : " Tapi Mas.. "
Dika : " Sayang.. percaya ya.. "
Dika menyemangati istrinya membuat Neta sedikit tenang, hingga akhirnya mereka mengakhiri sambungan videocall karena Dika akan kembali menuntaskan pekerjaan nya.
...****************...
Jam sudah menunjukkan pukul 11 malam, Neta sedang menggendong bayi laki-lakinya, sedangkan bayi perempuannya Neta simpan di kursi goyang, sedikit membantu meringankan Neta.
" Ya Allah.. Mas Dika belum pulang juga, anak-anak masih ngajak main jam segini, Nak.. anak-anak Mama yang baik bobo yuk.. Mimi yuk sayang " Neta berbicara kepada kedua anaknya.
Mungkin ditambah karena pola tidur bayi baru lahir yang belum beraturan, mereka akan lebih banyak bangun dimalam hari dan tidur disiang hari, terlebih jika mereka lapar atau haus.
Neta masih mencoba berusaha untuk menidurkan anak-anak nya Mbok Sum yang melihat kamar tidur majikannya masih terlihat menyala mencoba untuk masuk. Mbok Sum mengetuk pintu kamar Neta.
" Iya.. " ucap Neta karena Neta tahu pasti bukan Dika, karena Dika tidak akan mengetuk pintu melainkan membukanya langsung.
" Mbok.. belum.. mereka masih ngajak main " Neta terlihat sudah sangat mengantuk.
" Sini Mbak, Mbok yang gendong " Neta menyerahkan bayi laki-lakinya yang diberi nama Nathan.
Lalu ia menggendong bayi perempuan nya yang diberi nama Nala, karena Neta sudah melihat Nala tidak nyaman di kursi goyangnya.
" Sayang tidur ya.. ini sudah malam.. Mama juga ngantuk pengen istirahat " ucap Neta berbicara kepada anak perempuannya.
Nala masih terlihat segar ia menatap wajah Neta dengan manik indahnya, mata Nala yang bersih bersinar membuat Neta menjadi tidak tega.
" Ya udah kalo masih mau main " Neta kembali menggoyangkan tubuhnya sambil menggendong Nala.
Mbok Sum pun sama ia menggendong Nathan, namun Nathan seperti nya akan tidur, sekitar 15 menit di gendong oleh Mbok Sum Nathan akhirnya terlelap tidur.
" Mbok.. kalau udah tidur, tidurkan saja di kasur tapi pelan-pelan ya Mbok, nanti bangun " ucap Neta.
" Iya Mbak.. " Mbok Sum pelan-pelan menidurkan Nathan ke kasur, ternyata Nathan tidak bergeming bayi itu tetap tertidur membuat Neta sedikit tenang, Neta meminta Mbok Sum untuk beristirahat.
__ADS_1
Mbok Sum keluar kamar Neta, ia berjalan menuruni anak tangga, terlihat sayup-sayup terdengar suara orang berjalan kaki, Mbok Sum menyalakan lampu ternyata Dika, baru saja pulang dari kantor.
" Mas Dika baru pulang ? " tanya Mbok Sum.
" Iya Mbok, Mbok darimana ? " tanya Dika balik.
" Mbok dari kamar Mas Dika "
" Loh emang nya Neta kenapa ? " Dika melihat jam sudah menunjukkan pukul 11.30 malam.
" Itu Mas, si kembar tidak mau tidur, Mbok kasian ke Mbak Neta, jadi Mbok membantu Mbak Neta menidurkan salah satunya " ucap Mbok Sum.
" Oh begitu, terima kasih ya Mbok " Dika bergegas menaiki anak tangga menuju kamar nya.
Dika membuka pintu kamar terlihat Nathan sedang bermain sendiri, ia kembali bangun sedangkan Neta duduk di pinggiran kasur menyender ke senderan kasur yang ditumpuk oleh bantal, sambil menggendong Nala, Neta tidak sadar jika ia ketiduran sambil menggendong Nala.
" Ya Allah sayang... " Dika melihat pemandangan yang cukup mengiris hati nya.
Dika ingin langsung menggendong anaknya, namun ia ingat ia masih dengan baju yang seharian kemungkinan kotor, Dika segera ke kamar mandi membersihkan tubuhnya lalu berganti pakaian dengan pakaian rumahan.
Dika mengambil Nala dari pangkuan Neta, Neta merasa ada yang mengambil Nala, ia pun terbangun.
" Mas.. " Neta membetulkan posisi duduknya.
" Sayang kamu tidur aja, gak apa-apa si kembar biar aku yang temenin " ucap Dika.
" Kamu baru pulang Mas ? " tanya Neta.
" Hm.. " Dika hanya mengangguk.
" Kamu pulang malem lagi loh Mas " ucap Neta.
" Maafin aku ya.. aku lagi banyak kerjaan banget di kantor " balas Dika.
" Kamu kan udah janji mau bantuin aku ngurus si kembar " susul Neta.
" Iya sayang.. " Dika tidak ingin berdebat, ia menghela nafas panjang sambil menggendong Nala, walaupun sebenarnya ia pun merasa sangat lelah ingin beristirahat.
" Kalo kamu ngantuk, kamu tidur aja gak apa-apa Nathan dan Nala aku yang jaga " susul Dika.
Neta terdiam, entah mengapa ada perasaan kesal dalam hati Neta, suaminya berangkat pagi pulang malam, walaupun sebetulnya ia mengerti pekerjaan suaminya, tapi entah karena ia merasa lelah, entah karena ia baru menjadi seorang ibu, hal-hal yang masih baru yang sedang ia hadapi membuat terkadang emosinya tidak stabil.
__ADS_1
Yang ada dipikiran Neta sekarang mengapa ia merasa cape dan lelah sendiri, padahal waktu itu Dika pernah berbicara jika ia akan membantu Neta mengurus si kembar.