
Ceklek..
Pintu rumah terbuka, Neta masuk kedalam rumah, melihat sekeliling rumah terasa sepi.
" Pada kemana ya ? Kok sepi.. biasanya Nala dan Nathan udah nunggu aku pulang " batin Neta.
Ia berjalan masuk, kembali menutup pintu rumah, menyimpan sepatu di rak dekat pintu masuk.
Neta sambil melihat ke sekeliling rumah, di meja makan ia melihat makanan sudah siap.
" Pada kemana ya, apa Nala dan Nathan tidur ? " Neta masih bergumam sambil berjalan menaiki anak tangga.
Ia langsung menuju kamar si kembar, saat ia membuka pintu benar saja, Ibu nya sedang mengusap-usap punggung Nathan, karena sudah menjadi kebiasaan jika tidur Nathan harus di usap-usap punggungnya samai terlelap.
" Assalamualaikum bu .. " ucap Neta menghampiri Ibu nya.
" Suuttt.. mereka baru tidur " ucap Ibu.
" Kok tumben Bu tidur nya sore, sudah mau Maghrib juga " balas Neta.
" Iya, tadi anak-anak sampai siang Ibu ajak main ke taman depan, terus pulang, Ibu ajak makan, mandi sore, sekarang mereka tidur mungkin mereka lelah " ucap Ibu.
" Ke taman depan ? Sama siapa Bu ? Mbok Sum ? " tanya Neta.
" Tidak, sama ibu aja " jawab Ibu.
" Ibu gak repot, kan mereka sedang lincah-lincah nya Bu " ucap Neta.
" Enggak kok soalnya tadi ibu dibantu sama siapa ya itu.. mmhh.. tetangga samping rumah kamu " balas Ibu.
" Siapa Bu ? " tanya Neta.
" Itu loh yang sering kamu omongin sama Bian " jawab Ibu.
" Hmm.. Binar maksud nya " Neta langsung menebak.
" Nah iya itu " susul Ibu.
" Kok bisa ketemu Ibu, gimana ceritanya ? " tanya Neta penasaran.
Ibu hanya tersenyum.
" Sini Net, jangan bicara disini kasian si kembar baru tidur nanti berisik " Ibu mengajak Neta keluar kamar si kembar.
__ADS_1
Neta merasa heran dengan sikap ibunya. Ia menuruti perintah Ibu lalu menyusulnya keluar kamar si kembar.
Ibu mengajak duduk Neta di sofa yang tidak jauh dari kamarnya dan kamar si kembar.
" Bu, kok ibu aneh sih ? kaya seneng gitu, ada sih Bu ? " Neta penasaran.
" Nggak ah, biasa aja, itu loh tadi Ibu juga gak tau awalnya, hanya saja Nala teriak memanggil nama Tante.. gitu ya Ibu noleh dong, terus Binar nyamperin, Nala juga ngajak main Binar, dia sih oke aja malah jadinya Nala diasuh sama dia sedangkan Nathan sama Ibu " ucap Ibu.
" Hmm.. gitu " Neta tersenyum kecil.
Neta mulai akan beranjak dari duduknya, namun di cegah oleh Ibu.
" Mau kemana ? " tanya Ibu.
" Mau ganti baju Bu, mau bersih-bersih dulu " jawab Neta.
" Ih sebentar dulu jangan kemana-mana, Ibu mau bicara sebentar aja " ucap Ibu.
Neta kembali duduk tidak biasanya Ibu seperti ini, Neta sedikit heran.
" Ada apa sih Bu, kok tumben ya ? " Neta heran.
" Euhh.. gini.. gak apa-apa sih cuma ibu mau nanya aja, Binar itu yang sering kamu omongin kan sama Bian ? soalnya gini loh Net, Bian kan jarang cerita ya ke Ibu gitu kan, apalagi kaya sekarang gitu dia deket sama siapa, atau udah ada calon belum, ibu kan belum begitu tahu ya, Binar yang ini kan yang dimaksud kamu sama Bian ? " tanya Ibu menyelidik.
" Iya Bu, Binar itu.. aku liat juga Bian kayanya emang naksir sih sama Binar, yang aku liat Binar emang baik ya sopan juga, cuma untuk kesini nya aku gak tau apa mereka lanjut hubungannya atau gimana juga belum tahu Bu, lagian kan Ibu tahu sendiri akhir-akhir ini Bian sibuk banget kan di kantor, dia jarang juga kesini " jawab Neta.
" Hmm.. gitu ya .. ahh udah gak apa-apalah, tapi ya.. kalo emang Bian nya naksir sama Binar, Ibu gak apa-apa seneng aja.. lagian juga anak nya baik " ucap Ibu.
Neta hanya tertawa kecil.
" Duh enak nya Binar, belum jadi aja udah di restuin sama Ibu.. " Neta tertawa.
" Maksud kamu ? " Ibu heran.
" Nggak Bu " Neta kembali tertawa.
Ibu mencerna ucapan Neta, lalu ia mengingat.
" Hmm.. Net.. dulu juga sebenernya Ibu langsung restuin kamu kok sama Dika, cuma ya Ayah kamu itu.. " ucap Ibu.
" Iya.. Bu... " Neta tertawa.
" Ya udah ini obrolan kita aja ya.. hmm " ucap Ibu.
__ADS_1
" Oke Bu, aku ganti baju dulu ya.. " balas Neta.
" Oke sayang.. "
Saat Neta beranjak dari duduknya, terlihat Dika menaiki anak tangga, ia melihat suaminya pun sudah pulang.
" Oh pada sini rupanya, pantesan di bawah sepi " ucap Dika menghampiri istri dan Ibu mertuanya.
" Assalamualaikum Bu " Dika mencium tangan ibu mertuanya.
" Wa'alaikumusalam Nak Dika, tumben sudah pulang ? " tanya Ibu.
" Alhamdulillah Bu, agak longgar hari ini di kantor, saya juga sama Bian kok dia saya ajak kesini " ucap Dika.
" Oya mana ? " tanya Ibu.
Neta langsung melihat ke lantai bawah rumahnya, ternyata Bian sedang duduk di kursi makan sambil minum air putih yang tersedia disana.
" Bian... " Panggil Neta.
Bian sedikit kaget, ia pun tersedak.
" Iya Kakak.. eh Mbak.. " ucap Bian tertawa.
" Kamu itu dateng temuin Ibu dulu, udah tahu beberapa hari ini gak pulang ke rumah " balas Neta.
" Siap... " Bian langsung beranjak dari duduknya sedikit berlari menaiki anak tangga.
Bian menyalami Ibu dan kakaknya.
" Panjang umur.. panjang umur.. " ucap Neta berlalu meninggalkan Bian menuju kamarnya.
" Maksud nya apa ? " Bian heran.
Ibu hanya tertawa, Dika pun tidak mengerti, ia menyusul istrinya ke kamar.
" Bu saya ke kamar dulu " ucap Dika.
" Iya Nak Dika silakan " balas Ibu.
Hanya Bian yang masih mencerna dan tidak mengerti dengan ucapan kakaknya.
" Udah ayo.. kebawah.. " ajak Ibu.
__ADS_1
Bian menuruti, ia berjalan menuruni anak tangga menuju ruang keluarga mengekori Ibunya.