
Neta masih berada di kamarnya ia merebahkan tubuhnya di atas kasur, sejak kepergian Dika dari rumahnya tadi, Neta merasa hatinya tidak karuan, sejujurnya ia sangat khawatir dengan keadaan suaminya namun ia berusaha untuk selalu tenang terutama dihadapan Dika. Ia pun tidak ingin Dika kepikiran karena ia tahu tugas Dika malam ini bukan tugas yang biasa.
Neta memandang langit-langit di kamarnya, ia sesekali melihat ponselnya, siapa tahu ada pesan masuk dari suaminya. Neta kembali menyimpan ponselnya diatas nakas, karena tidak ada apa-apa disana.
Tidak lama terdengar notifikasi dari ponsel Neta ia buru-buru ia mengambil ponsel lalu membukanya.
Bian mengirimkan foto dirinya dengan kakak iparnya.
'Mbak.. aku sedang bersama Mas Dika.. Mbak sehat-sehat ya'
Neta tersenyum membaca pesan dari adiknya, lalu ia membalas pesan itu.
' Iya Dek, sehat-sehat juga ya disana '
Setelah mengirim pesan balasan Neta merasa sedikit lega, ia kembali menyimpan ponselnya diatas nakas, ia merapikan tempat tidur lalu merebahkan tubuhnya ke atas kasur tidak lama ia pun terlelap tidur.
...****************...
Dilain tempat Dika dan Tim sedang melakukan pengejaran kepada beberapa pelaku pengedar narkoba, Aldo mengarahkan peta jalan.
" Gimana Do ? " tanya Dika.
" Siap Bang sesuai peta dan nanti setelah sekitar 3 kilometer kita putar arah kembali masuk ke pelosok " jawab Aldo.
" Oke.. " ucap Dika.
" Oya.. Do, Gin, saya titip Bian ya.. " ucap Dika.
" Siap Bang " ucap Aldo dan Gino.
" Mohon Petunjuk Bang " ucap Bian kepada Aldo dan Gino.
" Senior nih kita sekarang " ucap Aldo ke Gino disusul tawa dari semuanya.
" Hahahaha seneng banget Do udah punya junior " ucap Kevin.
" Bahagia banget Bang " balas Aldo.
Kevin, Dika dan yang lainnya kembali tertawa. Didalam perjalan mereka ngobrol kesana kemari, sekaligus banyak memberitahu Bian tentang pekerjaan yang sekarang sedang mereka jalani.
__ADS_1
Aldo kembali fokus pada peta, sesekali ia melaporkan kepada Dika. Sampai akhirnya mereka kembali memasuki daerah perkampungan dan lebih pelosok lagi dari pencarian sebelumnya.
" Dan terjadi lagi.... " ucap Gino sambil menyanyi.
" Kisah lama terulang kembali " balas Dika kembali dengan nada bernyanyi.
Semua orang melihat ke arah Dika. Mereka merasa heran karena tidak pernah melihat Dika bernyanyi. Bian hanya sedikit tertawa melihat kakak iparnya.
" Kenapa ? ada yang aneh ? " tanya Dika dengan tatapan intimidasi.
" Siap salah Bang "
" Siap salah Bang "
" Siap salah Bang "
Aldo, Gino dan Bian hanya menahan tawa. Aldo kembali fokus pada peta di ponsel yang ia pegang. Hanya Kevin yang berani tertawa terbahak.
" Kalian.. kenapa mengganggu kenikmatan orang bernyanyi " ucap Kevin.
" Siap salah Bang "
Kevin kembali tertawa disusul oleh Dika dan yang lainnya.
Bug..
Anggota me rem mendadak mobil yang sedang ia kemudikan.
" Astagfirullah.. apa itu ? " tanya Dika.
" Apaan ya ? " tanya Kevin.
" Minggir dulu deh minggir-minggir " ucap Dika.
Anggota yang mengemudikan mobil mengikuti perintah dari komandan nya.
Semua anggota sudah siap dengan senjatanya masing-masing. Anggota lain lebih dulu turun untuk melihat keadaan sekitar. Terlihat ada batu besar di dekat mobil.
Satu anggota kembali menghampiri mobil, lalu mengetuk kaca pintu mobil, Dika membuka kaca pintu mobilnya.
__ADS_1
" Gimana ? " tanya Dika.
" Sepertinya ada yang iseng melempar batu ke arah mobil " jawab Anggota.
" Batu gimana ? " tanya Gio.
" Turun Gi " ucap Dika.
" Saya ikut Bang " susul Bian yang saat itu ia sangat ingin tahu.
Bian dan Gio turun dengan senjata lengkap, menyusuri jalan dan ternyata benar ada batu besar, lalu mereka kembali berjalan ke arah mobil, menyenter ke seluruh bagian mobil, terlihat bekas lemparan batu di samping mobil dekat ban belakang.
" Bang sepertinya memang di lempar sengaja atau ada yang jahil, tapi .. " Bian melihat kesekeliling.
" Tapi apa ? " tanya Gino.
" Ini hutan kan ? " tanya Bian balik bertanya.
Bian dan Gino bersitatap, mereka segera membuka pintu mobil masuk kedalam mobil lalu menutupnya.
" Ada apa ? " tanya Dika.
" Mmh.. itu Mas.. sepertinya memang ada yang iseng atau sengaja " ucap Bian.
" Hmm.. ya sudah.. ayo jalan lagi kita hati-hati dan waspada ya, senjata sudah siap ditangan masing-masing" ucap Dika.
" Siap Bang "
" Siap Bang "
Mobil kembali melaju, menyusuri jalan menuju tempat persembunyian para pengedar narkoba. Dika dan kawan-kawan semakin waspada, ia berkesimpulan sepertinya keberadaan dirinya dan tim sudah diketahui oleh para pengedar narkoba itu.
Sehingga mereka mencoba mengganggu agar Dika dan Tim tidak melanjutkan perjalanan nya.
💐💐💐
Dear pembaca semua... mohon maaf ya author baru bisa update lagi .. karena kesibukan author di dunia nyata.. mungkin beberapa hari kedepan akan telat2 update, ttp diusahakan setiap hari update yaa.. tetap tunggu kelanjutannya yaa.. mau dibikin tegang atau santai nih ceritanya.. 🤭🤭
Terima kasih buat pembaca semua yang sudah menunggu...
__ADS_1
Salam sayang...
author 😘