Diam Diam Jatuh Cinta

Diam Diam Jatuh Cinta
BAB 89


__ADS_3

Setelah makan siang bersama ketiga sahabatnya Neta kembali ke ruangannya. Ia duduk di sofa sedikit menyenderkan punggungnya, namun entah mengapa ia merasa ada dorongan yang kuat dari dalam lambungnya.


" Aduh.. kok aku mual banget, kenapa ya ? Perasaan abis makan tadi biasa aja " Neta segera bergegas ke toilet yang berada di ruangannya, ia mengeluarkan semua isi perut nya.


" Ya Allah.. mual banget " Neta kembali berjalan keluar toilet mengambil tisu lalau me lap bibirnya, mengambil air minum mineral lalu ia meminumnya.


" Apaan sih minum air putih aja mual banget " Neta langsung duduk kembali di sofa menyenderkan tubuhnya ke sofa.


" Apa ini yang dinamakan mual muntah saat hamil muda ? " gumam Neta.


Ia langsung mengambil ponselnya lalu mencari artikel tentang mual muntah pada kehamilan trimester satu. Tidak lama terdengar suara ketukan dari luar. Tio masuk ke ruangan Neta membawa Map untuk di tandatangani oleh Neta.


Tio yang melihat Neta sedang duduk menyender di sofa menjadi heran.


" Mbak Neta kenapa ? " tanya Tio.


" Saya sedikit mual Pak Tio " ucap Neta.


" Kalau begitu saya antar pulang ya "


" Nggak apa-apa Pak paling sebentar lagi juga hilang " ucap Neta lagi.


" Aduh Mbak.. saya takut terjadi apa-apa, nanti Mas Dika kalau tau gimana, bisa dimarah-marahin saya " balas Tio.


" Udah tenang aja, nggak apa-apa kok, saya udah baca beberapa artikel ini biasa untuk usia kehamilan muda " susul Neta.


" Hmm " Tio hanya mengangguk.


" Oya ada apa Pak Tio ? " tanya Neta.


" Ini Mbak, ada yang harus ditandatangani " jawab Tio.


" Oya, mana "


Tio menyodorkan Map yang harus ditandatangani oleh Neta.


" Oke sudah " ucap Neta.


" Terima kasih Mbak, saya permisi "


" Oke, oya Pak Tio jangan bilang ke Mas Dika, nanti dia khawatir, aku nggak apa-apa kok " ucap Neta lagi.


" Baik Mbak " Tio keluar ruangan Neta kembali ke meja kerjanya.

__ADS_1


Neta masih di sofa memijat-mijat sedikit pelipisnya. Ia kembali membaca artikel tentang kehamilan, lalu ia melihat selintas gambar rujak mangga muda yang membuat Neta langsung menelan ludahnya, ia ingin sekali memakan rujak itu.


Ia langsung menghubungi OB bagian pantry untuk membelikan rujak mangga muda.


Sambil menunggu mangga muda datang, ia sudah membayangkan serasa sudah berada di dalam mulutnya.


" Begini ya rasanya ngidam, padahal biasa nya aku anti banget makan yang asem-asem kenapa sekarang malah menggiurkan dan aku gak bisa tahan pengen makan " guman Neta mengusap-usap perutnya.


Disaat yang bersamaan pintu ruangan Neta kembali diketuk. OB masuk dengan satu kantong mangga muda bersama dengan sambal gula merah yang ditaburi kacang.


" Permisi Bu, ini pesanan nya " ucap Ob itu.


" Terima kasih ya Mbak.. Hmmm udah gak sabar nih " Neta meraih kantong plastik yang diserahkan oleh OB.


Neta langsung membuka nya, lalu memakan satu potong mangga muda, sampai terdengar suara membuat OB yang melihat nya ngilu sendiri.


" Mbak.. mau ? " tanya Neta.


" Ng..ngak Bu.. kalau begitu saya permisi "


" E..eh tunggu .. " Neta memanggil OB itu yanga bernama Kiki.


" Iya Bu "


" Ini untuk kamu " Neta menyerahkan satu lembar uang berwarna merah kepada Kiki.


" Gak apa-apa ini buat kamu jajan, ambilah " ucap Neta.


" Terima kasih banyak Bu " Kiki mengambil uang dari Neta berlalu keluar ruangan bos nya.


Kiki yang baru saja keluar dari ruangan Neta terlihat oleh Tio.


" Ada apa Ki ? Bu Neta minta apa ? " tanya Tio karena tadi pada saat Kiki masuk Tio sedang tidak berada di tempatnya.


" Pak Tio, tadi Bu Neta minta saya belikan mangga muda, Bu Neta sedang hamil ? " tanya Kiki menduga.


" Hmm " Tio hanya mengangguk.


" Oh pantesan " ucap Kiki.


" Pantesan gimana ? "


" Iya, Bu Neta sepertinya sedang ngidam mangga muda "

__ADS_1


Tio kembali tersenyum.


" Ya sudah saya kembali ke pantry dulu Pak, permisi " ucap Kiki.


" Ya " Tio mengangguk.


...****************...


Diruangannya Neta sedang asyik menikmati mangga muda dengan sambal gula merah yang ditaburi kacang tanah, tidak lama terdengar dering ponsel Neta menandakan telepon masuk, ia melihat di layar ponsel Dika yang menghubungi melalui sambungan video.


Neta langsung menggeser tombol hijau di ponselnya.


Neta : " Haii.. Mas.. "


Dika : " Sayang.. gimana kamu ? udah makan siang nya ? "


Neta : " Udah, tapi tadi aku sedikit mual "


Dika : " Terus gimana ? "


Neta : " Gak apa-apa sih, udah aman "


Dika : " Kamu lagi makan apa sih ? "


Neta : " Nih.. mangga muda sama sambelnya, enak loh mau gak nanti aku sisa in ya "


Dika : " Hmm.. enggak aku liat nya aja ngilu, jangan banyak-banyak ingat lambung kamu, kamu kan gak biasa makan asem "


Neta : " Ini kepengen anak kamu Mas "


Dika : " Iya tapi jangan banyak-banyak "


Neta : " Hmmm "


Dika : " Ya udah, dilanjut yaa.. Mas mau lanjut kerja lagi, kamu jangan cape-cape "


Neta : " Siap komandan! "


Sambungan video di tutup.


Neta kembali melanjutkan memakan mangganya, tapi setelahnya ia kembali merasa mual, Neta kembali masuk ke toilet, untuk mengeluarkan isi didalam perutnya.


" Aduh sayang .. kalo yang udah Mama makan jangan dikeluarin lagi dong .. " gumam Neta mengusap perutnya.

__ADS_1


Neta melihat sekilas ke mangga muda yang masih tersisa, namun ia merasa tidak bernapsu seperti sebelumnya, Neta mengambil air mineral lalu meminumnya, menyenderkan kembali tubuhnya ke senderan sofa.


" Kamu harus kuat Neta.. demi anak-anak kamu " batin Neta.


__ADS_2