Diam Diam Jatuh Cinta

Diam Diam Jatuh Cinta
BAB 188


__ADS_3

Keesokan harinya seperti biasa Neta dan Dika akan kembali dengan aktifitas pagi mereka, sebelum berangkat bekerja mereka berdua sarapan terlebih dahulu.


" Mas.. kata Pak Tio ada salah satu perusahaan yang tertarik dengan proyek kita " Neta memulai pembicaraan sambil menyuapkan nasi ke mulutnya.


" Hmm proyek yang mana ? " tanya Dika sambil mengunyah makanannya.


" Itu loh Mas kita kan baru memulai membangun apartemen yang harganya bisa terjangkau kan, nah proyek ini yang membuat salah satu perusahaan tertarik Mas " jawab Neta.


" Apa nama perusahaan nya ? " tanya Dika lagi.


" Aku kurang begitu familiar Mas, kayanya memang perusahaan itu berdiri di luar kota, nanti aku coba tanya Pak Tio Mas, rencana nya hari ini juga dia mau menyerahkan profil perusahaan nya biar aku pelajari dulu, kalo seandainya benar perusahaan nya ingin bekerja sama dengan perusahaan kita aku bakal undang perusahaan itu untuk datang ke perusahaan kita " Neta menjelaskan.


" Hmm.. ya.. kamu pelajari dulu aja, jangan cepat-cepat mengambil keputusan, kita harus tahu dulu profil perusahaan yang ingin bekerja sama dengan perusahaan kita seperti apa " ucap Dika.


" Iya Mas.. aku mau minta kamu nanti yang menemui pimpinan perusahaan itu kalo memang seandainya, perusahaan itu nanti memenuhi undangan kita " balas Neta.


" Iya nanti kamu atur aja ya Yang.. " Dika tersenyum.


Neta hanya mengangguk membalas senyuman Dika.


Setelah sarapan, Neta merapikan kembali piring-piring bekas makan mereka, sudah menjadi kebiasaan Neta walaupun ada Mbok Sum ia selalu merapikan kembali bekas makannya, setidaknya ia meringankan pekerjaan Mbok Sum dan Mbok Sum pun sebetulnya meringankan pekerjaan Neta di rumah.


Neta dan Dika pamit kepada orang yang berada di rumah, setelah pamit, Dika dan Neta pergi ke kantor masing-masing seperti biasa Dika akan mengantarkan dulu Neta ke perusahaan, setelah itu baru ia akan menuju ke kantornya.


...****************...


Tok..tok..tok..


" Masuk "


Tio membuka pintu ruangan atasannya, ia membawa Map yang berisi profil dari perusahaan yang ingin bekerja sama dengan MGM Grup.

__ADS_1


" Mbak Neta maaf ini profil yang sempat Mbak Neta minta " ucap Tio menyerahkan Map berisi profil perusahaan.


" Oke Pak Tio, terima kasih ya.. oya.. sebelumnya apa Pak Tio pernah tahu perusahaan ini ? atau apa sebelumnya pernah bekerja sama dengan MGM Grup ? " tanya Neta.


" Kalau untuk bekerja sama belum Mbak, hanya beberapa kali saya pernah bertemu dengan pimpinan dan utusan perusahaan nya di beberapa acara, setau saya baik sih oke dan menurut perusahaan lain yang sudah bekerja sama pun, mereka sangat profesional " ucap Tio.


" Hmm.. oke.. kalau gitu kan bisa jadi pertimbangan ya " balas Neta.


" Iya Mbak.. silakan di pelajari dulu " ucap Tio lagi.


" Baik Pak Tio, terima kasih ya " balas Neta.


" Sama-sama Mbak Neta, saya permisi " susul Tio.


Neta hanya mengangguk, lali Tio berlalu meninggalkan Neta kembali ke meja kerjanya.


Neta mulai membuka dan membaca profil perusahaan yang ingin bekerja sama dengan MGM Grup.


" Oke sih kalo liat profilnya, tapi mau aku kasih tahu dulu deh ke Mas Dika, biar di baca juga, keputusan biar ada di Mas Dika aja " batin Neta.


Setelah membaca, Neta menyimpan kembali Map berisi profil perusahaan GGC, ia berniat untuk membawanya pulang nanti untuk diserahkan kepada Dika suaminya.


Ia memulai dengan pekerjaannya memeriksa laporan perusahan dan kegiatan yang akan ia laksanakan beberapa waktu kedepan, saat Neta sedang fokus pada pekerjaan nya, disaat yang bersamaan terdengar telepon kantor berdering.


Neta langsung mengangkat teleponnya.


Neta : " Halo "


Lisa : " Bu, maaf pukul 10 siang ini Ibu ada jadwal untuk memantau proyek pembangunan Mall bersama Sandyakala Corp "


Neta : " Ya ampun hampir lupa, ya sudah Lis tolong kamu siapkan yang harus dibawa, lalu hubungi supir perusahaan untuk mengantarkan kita ke lokasi "

__ADS_1


Lisa : " Siap Bu "


Neta : " Oke .. makasih "


Telepon di tutup.


Neta sedikit menghempaskan tubuhnya ke senderan kursi.


" Ya ampun hampir lupa, untung diingetin Lisa " batin Neta.


Ia langsung mematikan laptopnya, memasukkan ponsel ke dalam tasnya berjalan keluar ruangan menuju meja Lisa.


" Lis, sudah jam 9.15 lebih baik kita berangkat sekarang khawatir macet, gak enak juga kalo kita telat " ucap Neta.


" Baik Bu " Lisa menuruti perintah Neta.


" Pak Tio, saya keluar dulu sama Lisa ya, nanti kalo ada apa-apa tolong hubungi saja " ucap Neta kepada Tio.


" Siap Mbak "


Neta dan Lisa berjalan menuju lift untuk sampai di lobby karena supir perusahaan sudah menunggu untuk mengantarkan mereka berdua menuju proyek mall yang sedang di bangun.


Ting..


Pintu lift terbuka Neta dan Lisa sudah sampai di Lobby, mereka berdua keluar lift lalu berjalan menuju lobby bagian luar, dari kejauhan Indri datang menghampiri Neta.


" Bu Neta, siang Bu " ucap Indri.


" Kak Indri .. " Neta langsung menarik tangan Indri.


Lisa yang bingung melihat Indri dan bos nya begitu akrab.

__ADS_1


Neta dan Indri berbicara sebentar, lalu Neta kembali berjalan mengajak Lisa menuju mobil perusahaan yang sudah siap mengantarkan mereka berdua.


__ADS_2