Diam Diam Jatuh Cinta

Diam Diam Jatuh Cinta
BAB 193


__ADS_3

Neta kembali ke kamarnya, ia masuk kedalam kamar melihat Dika sedang duduk di sofa sambil memainkan ponselnya.


" Mas belum tidur ? " tanya Neta.


" Aku masih nunggu kamu " jawab Dika membetulkan posisi duduknya.


" Hmm.. " Neta menghampiri Dika lalu duduk tepat disampingnya.


" Kok lama, emang si kembar rewel ? " tanya Dika.


" Bukan Mas, si kembar aman kok dia udah tidur " jawab Neta.


" Terus ? " tanya Dika lagi.


" Hmm.. " Neta menghela nafas dalam.


" Mas.. ternyata kecurigaan ku benar " ucap Neta kepada Dika.


" Kecurigaan gimana ? " tanya Dika tidak mengerti.


" Sasa Mas.. " Neta menjelaskan kepada Dika obrolannya tadi dengan Sasa.


" Jadi, Perusahaan GGC itu perusahaan Ayah nya Sasa ? " tanya Dika lagi.


" Ya Mas.. " jawab Neta.


Neta dan Dika terdiam, Neta menghempaskan punggung nya ke senderan sofa, Dika mengelus-elus punggung istirnya.


" Mas.. kenapa ya tiap pengasuh di kita pasti ada aja godaannya, pertama Kiki dia baik, telaten, anak-anak udah nempel banget sama dia, eh ternyata harus kembali ke keluarganya, sekarang Sasa dia pun sama hampir seperti Kiki hanya berbeda kasus " ucap Neta.


" Sabar Yang.. mungkin hikmahnya kayanya kamu memang harus tinggal di rumah aja, ngurus si kembar, ngurus aku bayi besar kamu kan " balas Dika tersenyum.


" Ck.. tapi Sasa agak beda Mas, pantesan dia tiap diajak ngobrol nyambung dan dia tahu apa aja yang aku tanyain " ucap Neta lagi.


" Ya.. menurut kamu gimana Yang kelanjutan Sasa ? " tanya Dika.


" Sasa mohon-mohon untuk tinggal disini dulu, dia gak mau kalo kembali pulang, dia masih takut kalo dia nanti dijodohin sama orangtuanya " jawab Neta.


" Hmm.. " Dika hanya manggut-manggut.


" Untuk kelanjutan GGC gimana Mas ? " tanya Neta.


" Gak apa-apa, kita profesional aja ini dunia bisnis dunia pekerjaan jangan dicampur adukkan dengan hal lain, untuk masalah Sasa kita cari solusinya bersama-sama, solusi yang terbaik, siapa tahu dengan GGC bekerja sama dengan perusahaan kita itu sebagai jalan untuk Sasa dan Ayahnya hubungannya bisa kembali baik, iya kan ? " jawab Dika.


" Hmm.. Aamiin Mas.. "


" Ya udah tidur yuk.. besok aku ada apel pagi, bangunin aku ya, kalo aku belum bangun jangan ditinggalin solat duluan " ucap Dika.


" Siap komandan ! " Neta dengan gaya hormatnya, beranjak dari sofa disusul oleh Dika menuju kasur, untuk tidur.


...****************...

__ADS_1


Perusahaan MGM Grup


" Pak Tio.. saya sudah mempelajari profil perusahaan Golden Global Company, saya juga sudah minta Mas Dika buat mempelajari nya, kesimpulan kami atur jadwal untuk undang perusahaan GGC kesini ya.. agar kita juga enak ngobrolnya nanti, saya tunggu informasi nya ya " ucap Neta menghampiri meja kerja Tio.


" Oh ya Siap Mbak Neta.. saya akan langsung hubungi perusahaan GGC memang dari kemarin GGC menunggu feedback dari kita " balas Tio.


" Oke Pak Tio, terima kasih ya.. saya kembali ke ruangan dulu " ucap Neta berlalu meninggalkan meja kerja Tio.


Saat Neta akan membuka handle pintu ruangan, Lisa memanggil nya.


" Bu.. Bu Neta maaf " ucap Lisa.


" Gimana Lis ? " balas Neta membalikkan badan.


" Maaf Bu ini ada beberapa laporan yang harus ibu tandatangani, tadi dari beberapa divisi menitipkan ke saya " Lisa menyerahkan beberapa Map ke Neta.


" Oke, makasih ya.. " Neta mengambil Map itu.


" Oya Bu nanti sekitar jam 1 siang ibu ada jadwal untuk bertemu klien dari anak perusahaan di Restoran Joglosemar " ucap Lisa.


" Oya hampir saya lupa, oke nanti persiapkan saja, setelah saya mengecek laporan ini kita langsung pergi restoran ya " balas Neta.


" Siap Bu "


Neta kembali masuk kedalam ruangan nya untuk mengecek beberapa laporan perusahaan lalu ia akan tandatangani.


Selesai dengan laporan-laporan perusahaan Neta mulai bersiap untuk bertemu dengan klien dari anak perusahaan. Sebelumnya ia sudah memberitahu kepada Dika suaminya jika ia hari ini akan bertemu klien anak perusahaan di Restoran Joglo. Dika meminta Neta setelah selesai urusan di Restoran untuk memberitahu nya, nanti Dika akan menjemput Neta untuk pulang bersama.


Setelah shalat duhur di dalam ruangannya Neta langsung keluar ruangan, Lisa yang melihat Bos nya sudah keluar ruangan langsung merapikan perlengkapan yang akan dibawa lalu mengekori Neta berjalan menaiki lift untuk sampai di lobby perusahaan.


...****************...


" Terima kasih banyak Pak atas laporan nya, semoga kedepannya bisa lebih baik lagi dan saya harap pertahankan apa yang sudah di capai oleh anak perusahaan saat ini " ucap Neta.


" Sama-sama Bu, kami semua akan berusaha semaksimal mungkin demi kemajuan MGM Grup " ucap wakil direktur anak perusahaan MGM Grup.


" Ya.. terima kasih banyak "


Setelah selesai mereka berpamit hanya tinggal Neta dan Lisa yang masih berada di Restoran.


" Lis, kamu kembali ke kantor kan ? " tanya Neta.


" Iya Bu, karena tas saya masih di kantor " jawab Lisa.


" Oke, kamu kembali saja dengan Pak Bono ke perusahaan, saya langsung pulang nanti dijemput suami saya " ucap Neta, karena sebelumnya ia sudah menghubungi Dika jika ia sudah selesai.


" Baik Bu, tapi saya tunggu ibu dulu sampai di jemput oleh Bapak " ucap Lisa.


" Gak perlu Lis, gak apa-apa nanti kamu pulang terlalu sore, saya tunggu disini atau mungkin di halte depan " balas Neta.


" Benar tidak apa-apa Bu ? " tanya Lisa lagi.

__ADS_1


" Iya gak apa-apa, ayo sudah pulang, kasian Pak Bono juga nanti dia harus mengantarkan pulang karyawan sampai ujung jalan kantor kan ? " jawab Neta.


" Baik Bu kalau begitu, saya permisi duluan ya Bu " ucap Lisa.


" Oke hati-hati ya "


" Ibu juga hati-hati ya Bu " ucap Lisa.


Lisa dan Neta memang terkadang seperti sahabat karena usia mereka yang tidak terlalu jauh dan lagi sikap Neta yang tidak ingin terlalu bossy, sehingga nyaman kepada karyawan-karyawan nya.


" Pak Bono, pulang bareng Lisa saja ya saya dijemput Mas Dika " ucap Neta kepada Pak Bono, sesaat sebelum melajukan mobilnya.


" Baik Bu, kami permisi " Pak Bono berlalu melakukan mobilnya meninggalkan Neta.


Tidak lama terdengar dering telepon dari ponsel Neta, terlihat id pemanggil Dika suaminya.


Neta menggeser tombol hijau pada layar ponselnya.


Neta : " Halo Mas "


Dika : " Kamu disebelah mana ? aku sebentar lagi sampe "


Neta : " Aku jalan ke arah halte depan Resto ya Mas, biar kamu gak usah putar balik "


Dika : " Oke Sayang "


Klik telepon ditutup.


Neta berjalan menuju halte depan Resto, ia menunggu dengan beberapa orang yang ada disana.


Sesekali ia melihat mobil yang warnanya hampir mirip dengan mobil suaminya, sampai akhirnya ada satu mobil hitam berhenti tepat di depan halte, lalu membuka kaca pintu penumpang.


" Hai.. cantik ikut abang yuk.. " ucap Dika kepada Neta.


Namun belum juga Neta menjawab, ada seorang laki-laki yang tepat berada di sebelah Neta, membentak suaminya.


" Eh kamu jangan kurang ajar ya sama perempuan ! " ucap laki-laki itu.


Neta menjadi heran dan sedikit ingin tertawa.


" Maaf, dia istri saya Pak, tanya aja kalo gak percaya ! " ucap Dika.


Neta hanya ingin tertawa, namun masih ia tahan.


" Benar ini suaminya ? " tanya laki-laki itu.


" Iya betul Pak dia suami saya, Maaf ya Pak permisi dia suka bercanda " ucap Neta.


" Oh ya kalau begitu.. kirain " ucap laki-laki itu.


Neta masuk kedalam mobil, ia langsung mencubit Dika sambil tertawa.

__ADS_1


" Aw..aw... sakit " ucap Dika melaju kan mobilnya.


" Lagian sih iseng " Neta masih terus tertawa melihat kelakuan suaminya.


__ADS_2