Diam Diam Jatuh Cinta

Diam Diam Jatuh Cinta
BAB 222


__ADS_3

Bandara Ngurah Rai, Bali


" Alhamdulillah akhirnya sampe juga " ucap Neta.


" Alhamdulillah Yang.. "


Neta dan Dika sedang duduk di kursi tunggu menunggu mobil jemputan untuk mengantarkannya ke hotel. Tidak lama seorang laki-laki menghampiri Neta dan Dika.


" Permisi selamat sore, betul dengan Bapak Dika dan Bu Neta ? " tanya laki-laki itu.


" Iya betul " jawab Dika.


" Pak perkenalkan saya yang akan mengantarkan Bapak dan Ibu menuju hotel " ucap laki-laki itu.


" Oh ya.. oke " Dika dan Neta beranjak dari duduk nya, berjalan mengikuti pria itu menuju mobil yang terparkir tidak jauh dari mereka menunggu.


" Silakan Pak Bu " ucap laki-laki itu.


Neta dan Dika masuk kedalam mobil, sekitar 15 menit perjalanan mereka sampai di hotel untuk mereka berdua istirahat malam ini.


" Pak, Bu sudah sampai, mungkin saya mengantarkan hanya sampai sini dan ini kunci mobil nya, mobil ini dapat Bapak gunakan selama Bapak menikmati liburan di pulau dewata ini, saya permisi Pak, Bu, selamat berlibur " ucap laki-laki itu pamit sembari memberikan kunci mobil kepada Dika.


" Oke, terima kasih banyak " balas Dika meraih kunci mobil itu lalu menggantinya dengan uang tips yang ia berikan kepada pria itu.


" Wah.. terima kasih banyak Pak, jika ada apa-apa Bapak bisa menghubungi saya, nomor telepon saya tertera di kartu nama yang tersimpan dimobil " ucap Pria itu berlalu.


" Sama-sama, baik " balas Dika.


Dika sengaja ia menyewa satu mobil untuk ia gunakan sendiri, kepada travel dan tour pada saat ia membeli tiket liburan tempo hari. Agar ia bisa leluasa pergi ke tempat-tempat wisata bersama Neta selama di Bali.


Neta dan Dika mengeluarkan koper dari dalam mobil, mereka berdua berjalan menuju lobby hotel lalu ke meja resepsionis untuk check-in hotel. Neta duduk menunggu sedangkan Dika sedang menyelesaikan administrasi, selang 15 menit Dika kembali menghampiri istrinya, lalu mengajaknya ke kamar hotel untuk beristirahat.


" Udah Mas ? " tanya Neta.


" Ayo "


Mereka berdua menaiki lift menuju kamar yang sudah disiapkan hotel bagi mereka berdua. Saat masuk ke kamar hotel, terlihat mewah namun tidak ada yang spesial disini, karena di hotel ini mereka hanya akan tidur satu malam, sekedar melepas lelah, karena keesokan paginya mereka berdua akan bertolak menyusuri beberapa destinasi wisata di Bali.

__ADS_1


...****************...


Keesokan hari nya Neta dan Dika sudah siap, karena Dika menginginkan pagi-pagi mereka sudah check out hotel dan pergi menuju tempat tujuan wisata pertama mereka yaitu pantai, beberapa pantai akan Neta dan Dika singgahi selama berada di pulau dewata ini.


" Yang sarapan dulu, setelah sarapan kita langsung check out " ucap Dika kepada istrinya.


" Iya Mas, aku beresin dulu barang-barang " Neta masih memasukkan beberapa perlengkapan yang mereka pakai kedalam koper.


" Oke " Dika berjalan menuju sofa, ia melihat beberapa pesan masuk kedalam ponselnya.


Neta sudah selesai merapikan barang-barang ke dalam koper.


" Mas udah " ucap Neta.


" Hmm.. ayok sarapan dulu " balas Dika.


Mereka berdua keluar kamar menuju restoran hotel untuk sarapan terlebih dahulu sebelum mereka melanjutkan perjalanan mereka.


...****************...


Dalam perjalanan Neta begitu menikmati pemandangan pantai di sekitaran dekat hotel, ia pun teringat saat ia bulan madu bersama suaminya, mereka pun memilih destinasi wisata di Indonesia saja, karena di negara tercinta ini masih banyak destinasi wisata yang belum mereka jamah.


Dika yang melihat sekilas ke arah istrinya tersenyum kecil. Neta belum sadar jika besok adalah hari kelahiran nya, Dika sudah mempersiapkan kejutan untuk istrinya nanti malam, ia berharap Neta menyukai kejutan yang ia berikan nanti.


" Seneng ? " tanya Dika sambil fokus mengemudi.


" Seneng banget Mas, tapi... aku sedih kesini gak sama anak-anak " jawab Neta.


" Nanti sama anak-anak ada waktunya " balas Dika tersenyum kecil.


Neta hanya mengangguk kembali menikmati perjalanan nya.


Ia meminta Dika untuk menikmati pantai dan laut yang ia susuri.


" Mas disini dulu aja pasir nya putih gak kotor, indah banget " ucap Neta.


" Oke aku cari parkir dulu "

__ADS_1


Dika memarkirkan mobil, Neta sudah tidak sabar untuk turin dari mobil, ia langsung berlari hingga bibir pantai.


" Yang.. mau kemana ? jangan jauh-jauh " teriak Dika.


" Aku sampe sini aja Mas " Neta menikmati deburan ombak seakan mengajak Neta untuk semakin lama menikmati keindahan pantai ini.


Dika duduk di kursi-kursi pantai yang disediakan sambil memesan air kelapa, pelepas dahaga mereka karena cuaca sudah mulai terik.


Dika mengeluarkan kamera nya, ia membidik istrinya dari kejauhan dengan kamera yang ia bawa. Neta tidak menyadari itu anteng bermain pasir dan menikmati deburan ombak. Ia lalu menoleh ke arah Dika yang sedang fokus pada kamera nya.


Neta langsung menghampiri suaminya.


" Mas foto aku ya ? " tanya Neta.


Dika hanya tersenyum.


Neta mengambil kamera dari tangan suaminya lalu melihat beberapa foto dirinya hasil bidikan suami nya.


" Mas... kok aku gemuk ya ? " tanya Neta.


" Nggak kok siapa bilang ? " jawab Dika.


" Ihh iya,coba deh kamu liat foto kita waktu di Labuan Bajo gak segemuk ini " Neta keukeuh.


Dika hanya tertawa, karena memang benar sekarang Neta lebih berisi dibandingkan sebelum memiliki si kembar.


" Yang penting aku suka " ucap Dika.


" Hmmm... " Neta memukul tangan suaminya.


Tidak lama pesanan kelapa Dika datang.


" Silakan Pak Bu " ucap penjual kelapa.


" Terima kasih "


Mereka menghabiskan waktu beberapa jam sebelum akhirnya memutuskan untuk kembali melanjutkan perjalanan.

__ADS_1


🌹🌹🌹


__ADS_2