
Neta sedang duduk di sofa ruang tv, ia fokus pada acara televisi yang ia tonton, Dika baru saja pulang dari kantor, ia langsung mandi membersihkan tubuhnya, berganti pakaian lalu kembali menghampiri Neta ke ruang tv.
" Sayang... " Dika langsung memeluk istrinya.
" Hmm.. Mas ihh.. " Neta langsung menutup hidungnya menggunakan daster yang ia pakai.
" Kenapa ? " tanya Dika.
" Mas pake apa sih kok bau nya gini, bikin aku mual.. Mas nya mandi dulu ah.. " jawab Neta.
" Aku udah mandi Yang.. " ucap Dika.
" Tapi Mas pake parfum apa ? Kok bau nya aneh " tanya Neta.
" Hah.. aku pake parfum biasa kok yang aku pake, tadi pagi aja kamu kan tau aku pake parfum yang sama " Dika sambil mengendus-endus baju nya.
Penciuman Neta mulai sensitif terlebih jika mencium aroma-aroma yang menyengat.
" Ya udah aku ganti baju " ucap Dika seraya berjalan kembali menuju kamar untuk mengganti kaosnya, setelah berganti pakaian Dika kembali menghampiri istrinya.
Neta masih dengan siaran televisi yang ia tonton, Dika duduk tepat disampingnya.
" Sekarang gimana ? " tanya Dika.
Neta mengendus-endus baju suaminya, lalu menggeleng.
" Udah nggak " ucap Neta.
Dika hanya tersenyum lalu ia pun ikut menonton acara televisi yang Neta tonton.
" Mas.. mau makan lagi gak ? " tanya Neta.
" Hmm.. kayanya enggak, kamu mau makan ? " tanya Dika balik.
" Nggak Mas .. aku gak mau makan, tiap makan sekarang aku mual baru aja mencium aroma nya aku udah gak selera Mas " jawab Neta.
" Jangan gitu dong kalo kamu gak makan gimana, kasian anak-anak kita kan butuh nutrisi " ucap Dika.
Neta hanya terdiam.
" Kamu tadi pulang kerja diantar Tio ? " tanya Dika.
__ADS_1
" Iya Mas, kan tadi kamu yang udah pesen ke Pak Tio buat anter aku pulang kan ? "
" Iya .. aku cuma mastiin, obat mual dan vitamin dari dokter udah kamu minum ? " tanya Dika lagi.
" Udah Mas " jawab Neta.
Dika lalu beranjak dari duduknya, ia berjalan menuju dapur, ia berniat membuatkan susu ibu hamil untuk Neta, Neta memperhatikan suaminya, Dika dengan cekatan membuat susu untuk istrinya, tidak lama Dika kembali dengan segelas susu ditangannya.
" Sayang ini .. " Dika menyerahkan segelas susu ke Neta.
" Makasih " Neta mengambil gelas berisi susu itu langsung meminumnya sampai habis.
" Udah Mas " ucap Neta menyimpan kembali gelas di meja.
Dika mengambil tisu lalu me lap ujung bibir Neta dengan tisu itu, membuat Neta menjadi terharu dengan sikap Dika kepadanya.
" Mas.. " Neta meraih tangan suaminya.
" Hmm " Dika menoleh ke arah istrinya.
" Makasih ya.. kamu udah baik banget sama aku, maafin aku ya.. aku belum bisa jadi istri yang baik buat kamu " ucap Neta berkaca-kaca.
" Sayang.. " Dika mendekatkan tubuhnya ke arah Neta.
" Anak kita Mas.. " balas Neta.
" Iya Anak kita " ucap Dika.
Dika langsung menyeka bulir bening yang sudah membasahi pipi istrinya, Dika tidak merasa heran ia memaklumi istrinya, karena dari artikel kehamilan yang ia baca, biasanya ibu hamil mengalami mood yang berubah-ubah, mungkin ini salah satu penyebab jika istrinya lebih sering moody dan terkesan melankolis. Bagi Dika yang terpenting disaat seperti ini ia bisa berada disisi istrinya.
...****************...
Keesokan harinya Neta bangun lebih dulu daripada Dika, ia merasa ada dorongan untuk mengeluarkan isi perutnya, Neta buru-buru berjalan menuju kamar mandi. Ia sudah berdiri di depan wastafel.
" Aduhh dek.. masih pagi banget loh ini " ucap Neta seraya mengelus-elus perutnya.
Terdengar suara ' uwek uwek ' yang membuat Dika terbangun dari tidur nya karena suara itu.
Dika melihat ke arah samping sudah tidak ada Neta disana, ia melihat pintu kamar mandi terbuka, ia beranjak dari tidurnya berjalan menuju kamar mandi menghampiri istrinya.
" Sayang.. kenapa ? " tanya Dika ia langsung memijat-mijat tengkuk istrinya.
__ADS_1
" Aku mual banget pengen muntah Mas " ucap Neta.
Dirasa cukup ia langsung mencuci mulutnya dengan air mengalir sedangkan Dika mengambil tisu lalu melap bibir istrinya. Neta dipapah oleh Dika untuk duduk di sofa.
Dengan sigap Dika mengambil air putih yang biasa ia sediakan di atas nakas.
" Sayang minum dulu " ucap Dika.
" Air putih tambah mual aku Mas.. " ucap Neta menyenderkan kepalanya ke senderan kursi.
Dika menyimpan kembali gelas berisi air putih diatas meja lalu ia beranjak berjalan keluar kamar menuruni tangga menuju dapur. Dika membuatkan teh manis hangat untuk istrinya, ia kembali ke kamar dengan satu gelas teh manis hangat di tangannya.
" Minum ini pasti bakal enakan " ucap Dika.
Neta mengambil gelas berisi teh hangat itu, benar saja ia tidak begitu merasa mual setelah meminum teh hangat yang dibuatkan oleh Dika. Dika mengambil kayu putih di laci meja riasnya, ia berniat untuk memijit sedikit tengkuk istrinya dengan kayu putih.
" Kalo aroma kayu putih bikin kamu mual gak ? " tanya Dika.
Neta mengendus kayu putih ditangan suaminya.
" Nggak terlalu Mas "
" Ya udah sini, aku pakein kayu putih yaa.. biar sedikit mengurangi mual kamu "
" Makasih Mas.. "
Dika hanya mengangguk tersenyum.
Neta masih duduk menyender di senderan Sofa ia sudah merasa lebih baik, Dika berjalan menuju kamar mandi untuk mengambil air wudhu.
" Mas mau kemana ? " tanya Neta.
" Aku belum shalat subuh Yang "jawab Dika.
" Aku juga belum Mas "
Dika kembali menghampiri Neta.
" Ya udah ayo " Dika mengajak Neta untuk wudhu bersama. Neta terlebih dulu wudhu disusul oleh Dika, mereka melaksanakan shalat subuh berjamaah.
Setelah shalat Dika langsung mandi bersiap-siap untuk kembali dengan aktifitas nya di kantor, begitu pun Neta ia pun bersiap-siap untuk ke perusahaan. Dika sudah beberapa kali mewanti-wanti Neta agar tetap di rumah, bekerja di rumah saja, namun Neta keukeuh bersikeras untuk tetap pergi ke perusahaan dengan alasan ia akan bosa jika berlama-lama diam di rumah.
__ADS_1
Padahal Dika sangat khawatir jika sewaktu-waktu ia merasakan mual dan muntah kembali. Namun Dika pun akhirnya mengijinkan Neta karena ia tidak ingin istrinya merajuk. Menurut artikel yang Dika baca, apapun yang dirasakan oleh ibu hamil itu akan berpengaruh besar terhadap janin, maka dari itu Dika berusaha untuk selalu membuat Neta bahagia, ia tidak ingin terjadi apa-apa pada kehamilan istrinya.
Seperti biasa Dika mengantarkan Neta terlebih dahulu ke perusahaan, setelah itu ia baru pergi menuju kantornya, hari ini Dika sudah menyampaikan pesan kepada Tio untuk kembali mengantarkan istrinya pulang ke rumah sepulang kerja nanti karena hari ini Dika akan mengerjakan beberapa pekerjaan nya sehingga kemungkinan tidak dapat pulang lebih awal.