Diam Diam Jatuh Cinta

Diam Diam Jatuh Cinta
BAB 195


__ADS_3

Komplek perumahan Dika


Sreetttttt..


Pintu gerbang rumah Dika dibuka, lalu motor Bian masuk kedalam parkiran rumah.


" Kok sepi ya, apa Mbak Neta belum pulang ? " gumam Bian.


Ia melihat ke sekeliling mobil kakak iparnya pun tidak ada, hari ini Bian sedang bebas tugas, ia diminta orangtua nya mengantarkan makanan untuk Neta dan Dika, seperti biasa jika Bian sedang bebas tugas Ibu akan selalu masak banyak dan meminta Dika mengantarkan makanan buatan Ibu ke tempat kakaknya.


Bian mengeluarkan ponselnya, lalu mencari kontak kakak nya untuk ia hubungi.


Bian : " Halo Mbak "


Neta : " Kenapa Dek ? "


Bian : " Mbak aku di rumah nih, ada titipan dari Ibu "


Neta : " Ya udah kamu masuk aja dulu tunggu Mbak dan Mas masih dijalan menuju ke rumah "


Bian : " Oke.. di dalem ada si kembar kan ? "


Neta : " Ada ajak main dulu si kembar dia kangen tuh sama om nya "


Bian : " oke "


Sambungan telepon ditutup.


Selepas menghubungi kakaknya Bian langsung berjalan menuju pintu samping rumah, ia mengetuk pintu namun tidak ada jawaban, lalu ia mencoba menarik handle pintu ternyata pintu tidak di kunci.


" Kok rumah gak di kunci gini sih " gumam Bian.


Bian masuk kedalam rumah terlihat sepi.


" Pada kemana sih kok sepi, Mbok..Mbok Sum " Bian memanggil Mbok Sum namun tidak ada yang menyahut.


Bian menyimpan makanan yang ia bawa di atas meja makan ia berjalan menuju dapur berniat untuk mengambil gelas untuk air minum, namun ia sedikit terperanjat ketika melihat ada seorang wanita sedang membuat makanan. Bian sudah tahu jika Neta memiliki pengasuh baru namun karena ia jarang ke rumah Neta akhir-akhir ini karena kesibukan nya sehingga ia tidak begitu kenal dengan wajah pengasuh baru dari si kembar.


" Permisi " ucap Bian.


" Astagfirullahalazim.. siapa kamu ! " ucap Sasa sedikit membelalakan matanya.


Ya.. ampun siapa ini ganteng banget batin Sasa.


" Kamu siapa ? " Bian balik bertanya.


" Saya yang bekerja disini ! " ucap Sasa.


" Saya adik dari pemilik rumah ini " ucap Bian.


" O..oh.. mohon maaf " ucap Sasa lalu ia kembali menyiapkan makanan untuk si kembar.


" Mbok Sum kemana ? " tanya Bian.

__ADS_1


" Sepertinya sedang dikamarnya Pak, eh Mas " jawab Sasa menjadi kikuk.


" Hmm... " Bian hanya mengangguk sambil berjalan menuju meja makan, mengisi gelas dengan air putih lalu ia duduk di kursi meja makan.


Tidak lama Mbok Sum berjalan menghampiri Bian.


" Mas Bian kapan datang ? " tanya Mbok Sum.


" Baru aja Mbok " jawab Bian.


" Kok Mas Bian baru kesini lagi, biasanya kemaren-kemaren sering Mas " Mbok Sum sedikit menggoda karena memang iya semenjak Binar kembali kuliah Bian jarang ketempat Dika ditambah memang ia sudah mulai sibuk dengan pekerjaan nya di kantor, Dika tahu dan memaklumi itu.


" Lagi sibuk di kantor Mbok " balas Bian.


" Oh iya Mas.. " Susul Mbok Sum.


" Hmm Mbok ini ada makanan dari Ibu buat Mbak Neta dan Mas Dika tolong rapikan ya Mbok " ucap Bian.


" Siap Mas " Mbok Sum mengambil goodybag yang Bian simpan di atas meja makan.


" Oya Mbok Si kembar mana ? " tanya Bian.


" Oh sepertinya sedang tidur, Sa.. SI kembar tidur kan ? " tanya Mbok Sum.


" I iya Mbok " jawab Sasa.


" Sedang tidur Mas " ucap Mbok Sum menegaskan.


Saat Mbok Sum akan menyiapkan makanan yang dibawa oleh Bian, terdengar deru mesin mobil Dika.


Bian langsung berdiri dari duduknya ia berniat untuk membukakan pintu untuk kakaknya.


Bian langsung membuka pintu samping rumah dimana ia tadi masuk kedalam rumah.


" Selamat sore kakakku tersayang " ucap Bian.


Benar saja Neta sedang berjalan akan membuka handle pintu rumah namun sudah Bian buka membuat Neta sedikit terperanjat.


" Ya ampun.. Dek.... " ucap Neta.


" Jangan panggil aku Dek dong Mbak, aku kan udah bukan anak kecil " balas Bian.


" Jadi mau dipanggil apa ? Mas.. Biaannn... gitu ? " Neta menggoda.


" Hmm.. jangan deh.. jadi inget Binar hehehe " ucap Bian.


" Haaahhhhh... " Neta sedikit membelalakan matanya.


Disaat yang bersamaan Dika pun masuk kedalam rumah.


" Mas.. " Bian menyalami Dika.


" Kok kalo ke Mas Dika cium tangan, ke Mbak nggak " ucap Neta.

__ADS_1


Dika hanya tertawa kecil melihat tingkah istrinya. Ia duduk di kursi makan karena Mbok Sum sudah membawakan gelas berisi air untuk Neta dan Dika.


" Sini.. salim dulu kalo ketemu kakak, udah jarang juga kesini, gak kangen kamu sama Mbak sama si kembar " Neta menyodorkan tangannya.


" Oh ya maaf Mbak lupa.. hehehe " ucap Bian.


" Hmm.. mentang-mentang Binar udah balik kuliah kamu jadi jarang kesini ya " ucap Neta lagi.


" Ah nggak Mbak bukan gitu, aku emang lagi sibuk di kantor Mbak.. " balas Bian.


" Yang bener ? " tanya Neta menyelidik.


" Bener Mbak tanya aja Mas Dika, orang dia kok yang bikin aku jadi sibuk " jawab Bian.


" Apa ? " Dika yang mendengar ucapan adik iparnya langsung menghentikan minumnya.


" Siap salah Mas.. " Bian tertawa dipaksakan.


Neta hanya menggeleng kan kepalanya.


Mbok Sum sudah merapikan makanan yang Bian bawa dari Ibu.


" Ini makanan dari ibu ? " tanya Neta.


" Iya Mbak " jawab Bian.


" Wah mantap nih.. Mas mau makan dulu apa gimana nih ? " tanya Neta.


" Makan dulu deh, udah siap begini, bikin ngiler juga ini masakan ibu " ucap Dika.


" Oke kalo gitu " Neta membawa piring lalu diisi nasi dan lauk untuk diberikan ke Dika.


" Ayo makan sekalian Ian " ucap Dika.


" Siap Mas, gak akan nolak " balas Bian sambil tertawa kecil.


Disaat yang bersamaan Sasa keluar dari dapur sambil membawa dua mangkok sup untuk si kembar.


" Sa.. si kembar mana ? " tanya Neta.


" Dikamar Bu tadi masih tidur, saya buatkan dulu untuk makan sorenya, sekarang saya lihat dulu sudah bangun atau belum " jawab Sasa.


" Oh oke.. bawa sini aja Sa kalo udah bangun " ucap Neta.


" Iya baik Bu " Sasa berjalan menaiki anak tangga menuju kamar si kembar.


Neta, Dika dan Bian menikmati makan sore mereka.


" Mbak.. itu pengasuh si kembar yang baru ? " tanya Bian.


" Iya.. " jawab Neta singkat.


" Oh.. " Bian manggut-manggut.

__ADS_1


__ADS_2