Diam Diam Jatuh Cinta

Diam Diam Jatuh Cinta
BAB 107


__ADS_3

Sraakkkk.. sreekkk... sraakkk.. sreekkkk...


Braaakkkkk...


Buuggghh ....


" Stop...stop.. stop.. " ucap Dika kepada anggota lalu menghentikan laju kendaraan nya.


" Ada apa ? " tanya Kevin.


" Ngedenger gak sih.. ? " tanya Dika balik.


" Apaan ? " tanya Kevin lagi.


Dika terdiam masih mengamati lingkungan sekitar. Tidak ada apa-apa di luar sana.


" Kita masuk hutan kan Bang, mungkin saja itu hewan-hewan yang mendengar ada suara mobil, jadi mereka berlarian menjauh " ucap Aldo.


" Hmm.. bener juga sih " balas Dika.


" Lanjut gak nih " tanya Kevin.


" Lanjut dong "


" Siap " ucap anggota yang mengemudi, mobil kembali melaju pelan-pelan karena jalanan yang bebatuan membuat mobil harus pelan-pelan melewati nya.


Tiba-tiba mobil kembali berhenti.


" Ada apa lagi ? " tanya Kevin.


" Maaf Dan, di depan ada pohon tumbang yang menghalangi jalan " jawab anggota yang mengemudi.


" Ckk.. ya udah turun dulu deh " ucap Kevin membuka pintu mobil.


" Vin.. vin.. senjata" ucap Dika namun Kevin keburu turun.


" Bang biar kita yang turun " ucap Gino.


Gino, Aldo dan beberapa anggota turun mengikuti Kevin, sedangkan Dika, Bian dan pengemudi, masih waspada di dalam mobil.

__ADS_1


" Do, coba lihat di peta ada jalan lain gak selain melewati jalan ini " ucap Kevin kepada Aldo.


" Siap Bang sebentar saya lihat dulu " balas Aldo.


Aldo sibuk mengotak atik ponsel yang ia pegang untuk melihat peta. Dika yang menunggu di mobil tidak sabar, ia pun ikut turun diikuti oleh Bian.


" Gimana ? " tanya Dika.


" Pohon besar tumbang gini, kita gak bisa jalan ke lokasi " jawab Kevin.


" Jalan lain ? " tanya Dika lagi.


" Lagi di lihat sama Aldo " jawab Kevin.


" Nah.. kita bisa lewat jalur kanan, hanya saja jalan nya hanya cukup untuk satu mobil " ucap Aldo.


" Coba saya lihat, arah nya kemana ? " susul Dika.


Aldo menyerahkan ponsel yang memperlihatkan peta perjalanan mereka, Dika melihat dengan seksama arah yang akan mereka lalui.


Namun tiba-tiba...


Braakkkk ...


Semua anggota termasuk Dika terperanjat, beberapa anggota yang sudah siap dengan senjatanya, kecuali Kevin dan Aldo, tidak ada waktu lagi untuk mengambil senjatanya di dalam mobil, karena mobil pun sudah dikuasai oleh orang tidak dikenal tersebut. Anggota yang mengemudi kan mobil pun dibawah sanderaan mereka.


" Heii kalian .. untuk apa kalian repot-repot ke hutan gelap gulita seperti ini ? Apa untuk mencari kami ? " tanya salah satu orang tidak dikenal itu.


" Siap kalian ? jangan menghalangi perjalan kami atau memang kalian yang menjadi target kami " jawab Dika.


Salah satu orang bertepuk tangan " Bapak Komandan yang terhormat, saya acungi sepuluh jempol atas keberanian Bapak " ucapnya tertawa.


" Ya.. jadi kami tidak perlu repot-repot untuk mencari target kami, karena mereka sudah ada di depan kami sekarang, ikutlah bersama kami, kita selesai kan semua nya di kantor " ucap Dika.


" Iya.. dikantor kita bisa ngobrol, ngopi-ngopi bareng kan ? " susul Kevin berusaha bernegosiasi dengan beberapa orang yang tidak di kenal itu, yang ternyata mereka adalah target yang sedang dicari.


" Kami tidak akan pernah tertipu dengan ucapan kalian semua " ucap salah satu orang itu.


" Apa yang kalian lakukan itu melanggar hukum, memperjual belikan narkoba, yang akan merusak generasi penerus bangsa, bukan hanya tidak ada manfaatnya melainkan akan membawa keburukan bagi orang yang mengkonsumsinya " ucap Kevin.

__ADS_1


" Alah.. gak so alim, paling kalian juga kalau kita kasih.. bisa berpesta foya kalian " ucapnya orang itu.


Dika mulai merasa geram, ia memberikan kode kepada anggota untuk segera menangkap komplotan pengedar narkoba itu.


" Jangan mendekat " ucap salah satu komplotan itu menembakkan senjatanya ke langit.


Dika kembali memberikan kode untuk tidak melanjutkan kepada anggotanya.


" kami sudah menawarkan, bagaimana jika kita berbicara baik-baik di kantor " ucap Dika.


Anggota kembali bersiap, salah satu komplotan kembali menembakkan senjatanya ke arah anggota, memancing kemarahan anggota yang lain. Keributan tak dapat dihindarkan, seluruh anggota, Dika, Kevin, Aldo, Gino dan Bian ikut untuk mengejar pelaku komplotan pengedar narkoba tersebut.


Kejar-kejaran tidak dapat di elakkan. Dika teringat akan anggota yang di sandera oleh salah seorang komplotan itu.


" Vin .. Surya Vin.. " ucap Dika.


" shiittt.... " ucap Kevin.


" Kamu lanjut, aku balik ke mobil " susul Kevin.


Disaat Kevin membalikkan badannya, yang pada saat itu ia tidak memegang senjata apapun.. terdengar suara..


Buggghhhh...


Kevin jatuh tersungkur, Dika yang melihat kejadian itu dengan sigap menembakkan senjata nya ke arah komplotan itu, karena suasana gelap, sehingga jarak pandang Dika hanya beberapa meter saja, komplotan yang memukul Kevin berhasil kabur.


" Vin .. kamu masih sadar kan Vin.. " ucap Dika khawatir, ia menghampiri Kevin.


" Dikaaaa awassaas.. " ucap Kevin


Buuggghhhh


Dika pun tersungkur ke atas tanah. Senjata Dika berhasil dirampas oleh salah satu komplotan itu.


" Aarrggghhhhhh " Dika mengerang.


" Jangan sok jago kalian ! " ucap komplotan itu.


" Bawa meraka ! "

__ADS_1


Sakit yang dirasa membuat pandangan Dika kabur, lalu hitam.


Dika dan Kevin dibawa oleh komplotan itu, sedangkan anggota yang lain masih berjibaku dengan anggota komplotan nya, mereka belum tahu jika komandan nya dibawa oleh pelaku yang menjadi target mereka.


__ADS_2